Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

UKDW Kukuhkan Guru Besar Termuda: Prof Anton Soroti Peran AI dalam Pendidikan dan Analisis Teks

Oleh: Deny Hermawan•17 Juni 2026
UKDW Kukuhkan Guru Besar Termuda: Prof Anton Soroti Peran AI dalam Pendidikan dan Analisis Teks
Foto: Redaksi BERNAS
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: news.bernas.id
"YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengukuhkan Prof. Dr. Antonius Rachmat Chrismanto, S.Kom., M.Cs. sebagai Guru Besar bidang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya kepakaran deep learning, di Auditorium Koinonia UKDW, Rabu (17/6/2026). Pengukuhan tersebut menjadi momen bersejarah bagi UKDW yang kini memiliki tujuh guru besar aktif. Selain tercatat sebagai Guru Besar pertama "

🗓️ Dipublikasikan pada 17 Juni 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengukuhkan Prof. Dr. Antonius Rachmat Chrismanto, S.Kom., M.Cs. sebagai Guru Besar bidang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya kepakaran deep learning, di Auditorium Koinonia UKDW, Rabu (17/6/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi momen bersejarah bagi UKDW yang kini memiliki tujuh guru besar aktif.

Selain tercatat sebagai Guru Besar pertama dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKDW, Prof. Antonius Rachmat Chrismanto atau yang akrab disapa Prof. Anton yang kelahiran 1981 juga menjadi Guru Besar termuda di lingkungan UKDW.

Dalam orasi ilmiah berjudul “Analisis Teks dari Text Mining ke Deep Learning dan LLM: Model Deteksi Konten Spam dan Adaptasinya dalam Pendidikan Berbasis Konteks”, Prof.

Anton memaparkan perkembangan teknologi analisis teks yang kini menjadi salah satu fondasi penting dalam pemanfaatan AI.

Menurutnya, data berbentuk teks merupakan sumber informasi terbesar di era digital. Karena itu, teknologi analisis teks terus berkembang, mulai dari pendekatan text mining, machine learning, deep learning, hingga pemanfaatan Large Language Model (LLM) dan Small Language Model (SLM) yang mampu memahami konteks bahasa secara lebih mendalam.

Ia menjelaskan, berbagai keputusan penting saat ini banyak bersumber dari data teks yang tidak terstruktur, seperti ulasan pelanggan, komentar pengguna media sosial, maupun umpan balik mahasiswa. “Tanpa pengolahan yang tepat, informasi berharga tersebut sulit diubah menjadi pengetahuan yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan,” ungkapnya.

Baca juga: Rizaldy Taslim Pinzon Dikukuhkan jadi Profesor Pakar Nyeri Neuropatik UKDW

Prof.

Anton juga menyoroti pentingnya pemanfaatan AI dalam mendeteksi konten spam dan informasi menyesatkan yang kini semakin sulit dikenali melalui metode konvensional.

Menurutnya, pemahaman terhadap konteks percakapan, relasi antar-kalimat, hingga hubungan antara unggahan dan komentar menjadi faktor penting untuk meningkatkan akurasi deteksi.

Di bidang pendidikan, AI dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Teknologi tersebut dapat membantu perguruan tinggi memetakan keterkaitan antara capaian pembelajaran, asesmen, serta umpan balik mahasiswa secara lebih cepat, konsisten, dan berkelanjutan.

Melalui penelitiannya, Prof.

Anton mengembangkan model deteksi komentar spam berbahasa Indonesia yang memanfaatkan konteks percakapan dan emoji.

Riset tersebut menghasilkan sejumlah kontribusi, antara lain dataset SPAMID-PAIR, model ensemble machine learning, serta arsitektur deep learning EiAP-BC yang dirancang lebih efisien dalam memahami konteks percakapan.

Ia juga melihat peluang pengembangan riset di bidang Natural Language Processing (NLP), seperti model multilingual, deteksi spam multimodal, model ringan untuk pemrosesan real-time, hingga sistem AI yang mampu mendukung evaluasi kurikulum secara otomatis. Prof.

Anton menekankan bahwa sepesat apa pun perkembangan AI, teknologi tersebut tetap membutuhkan keterlibatan manusia melalui pendekatan human-in-the-loop agar hasil yang dihasilkan tetap akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“AI berkembang sangat cepat, tetapi kita tetap harus berhati-hati, terus belajar, dan memastikan teknologi ini digunakan untuk mendukung manusia, bukan menggantikan peran manusia,” tegasnya.

Sementara, Rektor UKDW Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T. menyebut pengukuhan Prof. Anton sebagai bagian dari upaya peningkatan jabatan fungsional dosen di lingkungan UKDW.

Kampus merasa penelitian Prof Anton akan membawa manfaat bagi pembelajaran dan sistem akademik.

“Pengukuhan Prof. Anton sebagai Guru Besar pertama Fakultas Teknologi Informasi merupakan pencapaian penting bagi UKDW. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi lahirnya Guru Besar-Guru Besar berikutnya serta memperkuat kontribusi UKDW dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Kepakaran Prof.

Anton di bidang kecerdasan buatan diharapkan semakin memperkuat posisi UKDW sebagai Sustainable Entrepreneurial Research University (SERU), sekaligus mendukung terwujudnya UKDW sebagai Kampus Berdampak melalui pengembangan riset, inovasi, dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Saat ini UKDW memiliki tujuh guru besar dan akan terus bertambah pengajuannya pada tahun ini.

“UKDW berkomitmen mengembangkan ilmu dengan pengembangan SDM yang ada di kampus. Hal luar biasa penting bagi kami dan tentu untuk masyarakat secara luas,” pungkas Wiyatiningsih. (den)

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari UKDW Kukuhkan Guru Besar Termuda: Prof Anton Soroti Peran AI dalam Pendidikan dan Analisis Teks?

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengukuhkan Prof. Dr. Antonius Rachmat Chrismanto, S.Kom., M.Cs. sebagai Guru Besar bidang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya kepakaran deep learning, di Auditorium Koinonia UKDW, Rabu (17/6/2026). Pengukuhan tersebut menjadi momen bersejarah bagi UKDW yang kini memiliki tujuh guru besar aktif. Selain tercatat sebagai Guru Besar pertama

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“UKDW Kukuhkan Guru Besar Termuda: Prof Anton Soroti Peran AI dalam Pendidikan dan Analisis Teks”

D
Deny Hermawan
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.