Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Helikopter BNPB Jatuh di Sungai Barito, Tiga Kru Selamat

Oleh: Redaksi BERNAS•8 November 2026
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
"Helikopter Super Puma yang dikontrak BNPB jatuh ke perairan Sungai Barito saat mengambil air untuk memadamkan karhutla di Barito Kuala."

🗓️ Dipublikasikan pada 8 November 2026.

Helikopter yang dioperasikan BNPB jatuh ke perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Ketiga kru penerbangan selamat.

Armada berjenis Eurocopter EC225LP Super Puma II+ dengan registrasi VH-HGM dan nomor seri 2878 merupakan milik perusahaan swasta yang dikontrak BNPB.

Kecelakaan terjadi saat bermanuver mengambil air dari sungai menggunakan bambi bucket untuk pemadaman karhutla.

Penyebab pasti jatuhnya helikopter belum diketahui dan masih menunggu hasil penelusuran tim terkait.

Kepala BNPB telah menerima laporan pendahuluan serta meminta laporan lengkap kronologi kejadian. Kronologi: Kehilangan Kendali Saat Ambil Air

Mengutip laporan Antara, helikopter mengalami kecelakaan saat bermanuver mengambil air dari Sungai Barito menggunakan bambi bucket untuk pemadaman karhutla di kawasan Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan.

Berdasarkan rekaman video amatir, armada terlihat kehilangan kendali ketika bermanuver setelah mengambil air dari sungai.

Informasi awal beredar melalui grup komunikasi kedaruratan dan Kantor SAR Banjarmasin.

Warga setempat terlihat mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan kepada awak helikopter setelah armada terlihat jatuh ke air.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menyatakan tengah meluncur ke lokasi bersama seluruh anggota yang tersedia.

"Saya dalam perjalanan ke lokasi, semua anggota yang tersedia kami kerahkan meluncur ke lokasi, saya sampaikan perkembangan setelah di lokasi," ujarnya seperti dikutip Antara.

BNPB Minta Laporan Lengkap Kronologi

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menerima laporan pendahuluan dan meminta tim terkait menyusun laporan lengkap mengenai kronologi kejadian serta perkembangan penanganan di lokasi.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan informasi lengkap mengenai kecelakaan helikopter masih dihimpun untuk segera disampaikan kepada publik dan pihak berwenang.

Perhatian publik terpusat pada keselamatan kru dan kronologi kecelakaan.

Publik menunggu keterangan resmi BNPB mengenai penyebab insiden, sementara kapasitas operasi udara pemadaman karhutla di Barito Kuala dipastikan terganggu pada saat kebakaran lahan masih berlangsung.

Titik Rawan: Manuver Rendah di Atas Air

Faktor risiko manuver rendah di atas permukaan air dengan bambi bucket pada operasi water bombing menjadi titik perhatian yang perlu diusut secara teknis.

Pengambilan air dari sungai menuntut kestabilan hover, perhitungan beban air yang masuk ke bucket, dan antisipasi turbulensi permukaan.

Insiden ini bukan perkara tunggal.

Seperti yang dibahas dalam Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan 2.021 Penerbangan, 16 Bandara Papua Terdampak, tekanan karhutla tahun ini menuntut kesiapan armada udara yang tidak boleh dikorbankan demi kecepatan pemadaman.

Dampak Bisnis: Evaluasi Kontrak dan Biaya Kepatuhan

Operasi pemadaman karhutla berbasis kekuatan udara merupakan komponen belanja penanggulangan bencana yang menyerap anggaran kontrak armada swasta, bahan bakar, dan personel.

Insiden kecelakaan berpotensi memicu evaluasi kontrak, penambahan biaya kepatuhan keselamatan penerbangan, serta gangguan terhadap produktivitas sektor perkebunan dan lahan di Kalimantan Selatan yang menjadi wilayah rawan karhutla.

Bagi operator swasta penyedia helikopter, kejadian ini menjadi sorotan atas standar keselamatan dan kelayakan armada dalam misi penanggulangan bencana.

Tambahan biaya asuransi dan pemeliharaan menjadi konsekuensi yang wajar diperhitungkan. Tiga Langkah yang BERNAS Dorong

Pertama, audit keselamatan operasi udara water bombing yang mencakup prosedur manuver pengambilan air dengan bambi bucket, kelayakan armada kontrak, dan kualifikasi kru.

Audit tidak boleh berhenti pada satu insiden, tetapi menjadi standar berkala.

Kedua, digitalisasi pelaporan insiden penerbangan operasi bencana melalui sistem pelacakan real-time dan dashboard kronologi yang terintegrasi antara BNPB, SAR, dan operator.

Selama ini informasi awal menyebar lewat grup komunikasi kedaruratan, bukan lewat kanal resmi terpadu.

Ketiga, penguatan protokol mitigasi risiko di titik pengambilan air rawan, termasuk pemetaan jalur manuver dan simulasi berkala.

Kapasitas pemadaman karhutla harus tetap terjaga tanpa mengorbankan keselamatan personel. Pertanyaan yang Menuntut Jawaban

Apakah evaluasi kontrak armada udara akan menyentuh standar keselamatan, atau berhenti pada penambahan biaya?

Apakah BNPB akan membuka dashboard insiden operasi udara agar publik dapat memantau kronologi secara transparan?

Pertanyaan itu relevan mengingat beban kerja armada udara meningkat di musim kebakaran lahan. Keselamatan kru tidak boleh menjadi variabel yang dinegosiasikan demi kecepatan pemadaman.

Insiden di Sungai Barito menjadi pengingat bahwa operasi udara penanggulangan bencana berjalan di batas risiko yang tipis.

Kesiapan armada, kualifikasi kru, dan protokol manuver harus diperiksa ulang sebelum musim karhutla berikutnya menuntut lebih banyak penerbangan.

[STRATEGI SOLUSI]

Bagi pengelola operasi lapangan, perusahaan penyedia jasa penerbangan, dan tim tanggap bencana yang ingin membenahi prosedur keselamatan serta pelaporan insiden secara terukur, BERNAS menyediakan jalur pendampingan: sesi Consulting Business Plan untuk menyusun roadmap transformasi digital dan sistem pelaporan terintegrasi, serta Training NLP + Vibecoding + AI bagi tim yang ingin membangun dashboard otomasi dan sistem pelacakan kronologi berbasis data nyata.

Untuk kebutuhan konten dan publikasi resmi lembaga, Jasa SEO & Ads BERNAS membantu memperkuat jangkauan informasi keselamatan kepada publik.

Mulai dari audit hingga eksekusi, semua dirancang mengikuti kebutuhan operasional Anda.

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Helikopter BNPB Jatuh di Sungai Barito, Tiga Kru Selamat?

Helikopter Super Puma yang dikontrak BNPB jatuh ke perairan Sungai Barito saat mengambil air untuk memadamkan karhutla di Barito Kuala.

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia di BERNAS, media berita yang terbit sejak 1946.

Lihat Paket Iklan

“Helikopter BNPB Jatuh di Sungai Barito, Tiga Kru Selamat”

R
Redaksi BERNAS
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.