Bernas.id – Sering kali dalam aktivitas sehari-hari kita menjumpai masalah yang silih berganti. Ada saat kita masalah bertubi-tubi seperti tak ada habisnya. Sudah jatuh tertimpa tangga.
Susah dan susah yang kita rasa. Di saat demikian kita sering menyalahkan orang lain, bahkan alam sebagai penyebab permasalahan yang kita derita.
Misalnya ketika kita terzholimi oleh atasan atau majikan karena belum telat gaji bulanan, kadang yang jadi biang kesalahan adalah majikan atau bos yang dijuluki pelit atau bakhil. Saat kita datang terlambat dan kena teguran atasan, kita salahkan angkutan umum yang terlambat datang atau jalan yang macet.
Jika kita kebasahan datang ke kantor karena pagi hari hujan, kita menyalahkan hujan yang sedang Allah SWT curahkan.
Terus saja kita jadikan orang lain atau alam sebagai kambing hitam. Ketika sakit datang, yang disalahkan pula konsumsi makanan, kurang olaharga dan seterusnya.
Walau memang sebab-sebab tadi bisa jadi benar sebagai penyebab, namun jarang ada yang merenungkan bahwa karena dosa atau maksiat yang kita perbuat, akhirnya Allah mendatangkan musibah, menurunkan penyakit atau ada yang menzholimi kita.
Jelas sekali dalam Al Quran disebutkan:
?Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).? (QS.
Asy Syura: 30).
Selain itu, Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
?Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa musibah yang menimpa kalian tidak lain adalah disebabkan karena dosa yang kalian dahulu perbuat. Dan Allah memaafkan kesalahan-kesalahan kalian tersebut. Dia bukan hanya tidak menyiksa kalian, namun Allah langsung memaafkan dosa yang kalian perbuat.?
Karena memang Allah akan menyiksa seorang hamba karena dosa yang ia perbuat.
Satu lagi dari Abu Sa?id dan Abu Hurairah, mereka mendengar Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda :
?Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni? (HR.
Muslim no. 2573).
Introspeksi adalah hal yang perlu kita lakukan saat sesuatu menimpa kita. Mengevaluasi diri sendiri adalah suatu keharusan agar kita terus-menerus memperbaiki diri.
Allah berikan kita masalah agar kita tak pernah berhenti belajar. Masalah Allah berikan agar kita terus memperbaiki diri.
Apa pun yang kita lakukan akan kembali kepada kita. Hal baik yang kita lakukan akan selalu mendatangkan kebaikan walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.
Walaupun banyak orang yang mencela, jika kita melakukan kebaikan, di akhir cerita Allah telah janjikan bahwa kebaikan akan terbalas.
Demikian juga dengan kesalahan yang menjadi dosa. Besar atau kecil suatu perbuatan dosa, akan kembali lagi kepada kita.
Contoh kecil, jika kita sibuk membicarakan keburukan orang lain, awalnya memang opini publik akan terbentuk dan kita berhasil mencemooh orang lain. Namun, cerita tidak berhenti di situ.
Orang yang kita bicarakan dan kita cemooh mungkin tak membalas.
Namun, sekian banyak orang yang kita ceritakan keburukannya, perlahan namun pasti akan menilai kita sebagai orang yang suka bergosip.
Dan akibatnya semua orang berhati-hati untuk dekat dengan kita.
Contoh lain yang sering terjadi saat musim hujan adalah banjir.
Kita selalu sibuk menyalahkan turunnya hujan hingga menyebabkan banjir. Tapi lihat bagaimana kita menebang pohon, membuang sampah sembarangan. Lalu di mana salah hujan?
Mulai saat ini, perlu kiranya kita terus memohon ampun atas semua kesalahan dan dosa besar dan kecil yang kita lakukan.
Sering kesalahan kecil kita abaikan hingga akhirnya menjadi dosa yang bertumpuk dan menghitamkan hati kita dan mengundang musibah yang merupakan imbas dari dosa itu sendiri.
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Ternyata Hanya Perlu Menahan Ini agar Tak Tertimpa Musibah?
Bernas id Sering kali dalam aktivitas sehari hari kita menjumpai masalah yang silih berganti Ada saat kita masalah bertubi tubi seperti tak ada habisnya Sudah...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




