Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Telitilah, Penulis! 7 Kesalahan Kecil Ini Membuat Tulisanmu ?Belepotan?

Oleh: Redaksi Bernas•1 November 2017
Telitilah, Penulis! 7 Kesalahan Kecil Ini Membuat Tulisanmu ?Belepotan?
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Menjadi penulis memang butuh proses panjang dan terus menerus Dengan latihan yang konsisten seseorang akan menemukan gaya menulisnya sendiri Idenya..."

🗓️ Dipublikasikan pada 1 November 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita hiburan terbaru →

Bernas.id – Menjadi penulis memang butuh proses panjang dan terus menerus. Dengan latihan yang konsisten, seseorang akan menemukan gaya menulisnya sendiri. Idenya pun akan mengalir deras tanpa susah menggalinya seperti di saat-saat awal.

Meski ide adalah hal penting dalam menulis, tapi ia bukanlah segalanya.

Oleh karena itu, penulis juga dituntut teliti untuk menghindari kesalahan-kesalahan teknis. Berikut adalah 7 kesalahan kecil yang membuat tulisan tampil tidak maksimal.

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?

1. Penulisan imbuhan

Meski tak mengubah arti, penulisan imbuhan tetap harus diperhatikan.

Penulisan imbuhan yang sering bermasalah adalah imbuhan ‘di’. Penulisannya yang diikuti kata kerja harus disambung. Sementara, bila diikuti tempat, penulisannya harus dipisah.

Sebagai contoh, penulisan yang tepat adalah ‘dilalui’ bukan ‘di lalui’, dan ‘di tengah’ bukan ‘ditengah’.

Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku

2. Penulisan huruf kapital

Meski remeh, kesalahan ini seringkali terjadi. Huruf kapital harus selalu ada untuk memulai kalimat.

Selain itu, setiap penyebutan nama juga dituliskan dengan huruf kapital. Begitupula kata yang merujuk sebuah nama. Seperti ‘Presiden Indonesia’, ‘Kota Medan’, dan ‘Pondok Pesantren Arraudhatul Hasanah’.  

Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap

3.

Penulisan kata kerja

Perlu diperhatikan kapan kata kerja harus dituliskan beserta imbuhan. Tiga imbuhan di awal adalah ‘me’/’men’/’mem’/’meng’, ‘di’, ‘ber’, dan ter. Adapun imbuhan di akhir adalah ‘kan’, ‘lah’, dan ‘i’.

Hanya ada satu imbuhan di tengah, yaitu ‘per’. Untuk menunjukkan perintah, misalnya, kata kerja dituliskan tanpa imbuhan awal dengan/tanpa imbuhan akhir ‘lah’.  

Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!

4.

Peletakan tanda baca

Penulis juga harus bisa memetakan idenya sedemikian rupa sehingga tulisannya akan lebih mudah dipahami. Bila kalimat dituliskan terlalu panjang dengan banyak koma, pembaca akan kewalahan. Kalimat tersebut sebaiknya dituliskan dalam beberapa kalimat pendek saja.

Hindari pula penulisan tanda baca yang tidak ada maknanya seperti saat menuliskan SMS.

Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ciri-ciri Komik sebagai Karya Sastra

5. Penulisan kata berulang

Kesalahan ini juga dipengaruhi kebiasaan saat mengirim pesan singkat. Entah karena terburu-buru atau dengan alasan praktis, banyak kata yang disingkat penulisannya.

Termasuk kata berulang yang digantikan dengan angka. Saat membuat tulisan, tuliskanlah kata berulang secara lengkap dengan tanda hubung. Maka yang benar adalah ‘benar-benar’, bukan ‘benar2’.

Baca juga: Interpretasi: Pengertian , Tujuan, dan Macam-macamnya

6.

Penulisan bahasa asing

Sah-sah saja menyisipkan bahasa asing dalam tulisan, tetapi jangan sampai menyalahi aturan. Pastikan untuk selalu menuliskan istilah asing dengan cetak miring. Hal yang tak kalah penting adalah berkaitan dengan arti kata.

Jika yang dimaksudkan adalah ‘aman’, maka pilihannya adalah safe, bukan safety.

Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya

7. Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar

Kita memang tidak bisa menghindari campur kode, tetapi perkembangan bahasa hendaknya tidak dibiarkan merusak bahasa. Sebagai contoh, istilah ‘jaman now’ yang sedang in saat ini.

Boleh saja menggunakannya, namun tuliskanlah sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia menjadi ‘zaman now’.

Jangan biarkan tulisanmu ‘belepotan’ hanya karena kesalahan-kesalahan remeh tersebut. Bukan tidak mungkin akan menurunkan kualitas tulisanmu pula. Ibarat makanan, seenak apapun suatu makanan bila disajikan dengan asal-asalan akan terkesan buruk.

Bahkan dapat mengakibatkan orang tidak tertarik dan enggan melirik. Begitupun tulisan, bukan hanya soal ide, namun juga tentang tampilan penulisannya yang enak dibaca. Jangan pernah remehkan kekeliruan sekecil apapun.

Telitilah dalam menulis, karena tulisan yang disajikan dengan rapi tentu lebih menarik.

Baca juga: Cara Menulis Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung Lengkap
 

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Telitilah, Penulis! 7 Kesalahan Kecil Ini Membuat Tulisanmu ?Belepotan??

Bernas id Menjadi penulis memang butuh proses panjang dan terus menerus Dengan latihan yang konsisten seseorang akan menemukan gaya menulisnya sendiri Idenya...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#hiburan#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Telitilah, Penulis! 7 Kesalahan Kecil Ini Membuat Tulisanmu ?Belepotan?”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.