Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Perumda Dharma Jaya Kembangkan Kawasan Ciangir sebagai Pusat Penggemukan Sapi Terintegrasi

Oleh: Wahyu Praditya•31 Juli 2026
Perumda Dharma Jaya Kembangkan Kawasan Ciangir sebagai Pusat Penggemukan Sapi Terintegrasi
Foto: Istimewa
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Perumda Dharma Jaya mengembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir seluas 20 hektare di Tangerang untuk memperkuat ketahanan pangan DKI Jakarta."
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

🗓️ Dipublikasikan pada 31 Juli 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

Perumda Dharma Jaya terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan DKI Jakarta melalui pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Komitmen tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta dalam agenda kunjungan kerja ke lokasi pada Jumat (31/7/2026).

Persetujuan Penggunaan Aset Daerah

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan seluas ±20 hektare ini merupakan tindak lanjut atas persetujuan penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Nomor 1880/UD.02.01 tanggal 23 Juni 2026.

"Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir merupakan salah satu inisiatif strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengoptimalkan aset daerah untuk memperkuat ketahanan pangan. Kawasan ini akan dikelola oleh Perumda Dharma Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta," ujar Raditya.

Konsep Peternakan Terintegrasi

Kawasan seluas ±20 hektare tersebut dirancang dengan konsep peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir, yang mencakup:

  • perkantoran
  • cadangan lahan hijauan pakan ternak
  • Dalam operasionalnya, kawasan ini akan menerapkan sistem pengelolaan yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Penggemukan sapi akan didukung oleh penyediaan pakan berkualitas yang diproduksi secara mandiri dengan pemanfaatan teknologi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjamin kualitas ternak.

    Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat

    Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan kawasan ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal, kemitraan penyediaan hijauan pakan ternak, serta pemberdayaan pelaku usaha di wilayah sekitar.

    Pernyataan Gubernur DKI Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, lahan milik Pemprov DKI Jakarta ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan pangan daerah, yang nantinya dapat bermanfaat baik bagi masyarakat Jakarta maupun Banten. "Ketahanan pangan yang akan dikembangkan di sini salah satunya adalah peternakan sapi, kemudian juga untuk ayam, ikan, dan sebagainya," ujarnya.

    Pramono menegaskan, lokasi ini tidak akan dimanfaatkan sebagai lokasi alternatif dari TPST Bantargebang. Aset daerah tersebut justru akan dikembangkan sebagai kawasan peternakan hewan ternak, budi daya ikan, dan juga urban farming. "Sepenuhnya tempat ini bukan seperti yang dipikirkan orang akan menjadi tempat alternatif Bantargebang, sama sekali enggak," jelasnya.

    Rencana Pembangunan dan Investasi

    Pramono menyampaikan pembangunan infrastruktur di lokasi ini akan dimulai pada November dengan total nilai investasi sekitar Rp1 triliun. "Dan juga saya sudah memerintahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup, Dinas KPKP, dan Badan Aset untuk yang menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta bisa dimulai lebih awal," ungkapnya.

    Ia juga telah menginstruksikan dinas terkait agar segera memulai pengembangan kawasan sesuai rencana peruntukan paling lambat awal September. Saat ini, proyek berada pada tahap awal pembangunan, koordinasi lintas instansi, sosialisasi, serta proses perizinan. Pembangunan tahap pertama ditargetkan dimulai pada akhir tahun 2026.

    Melalui pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir, Perumda Dharma Jaya optimistis dapat memperkuat rantai pasok daging sapi yang aman, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan DKI Jakarta.

    📊 Survei Kilat BERNAS

    Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

    Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

    FAQ: Ringkasan Cepat

    Apa inti dari Perumda Dharma Jaya Kembangkan Kawasan Ciangir sebagai Pusat Penggemukan Sapi Terintegrasi?

    Perumda Dharma Jaya mengembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir seluas 20 hektare di Tangerang untuk memperkuat ketahanan pangan DKI Jakarta.

    Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

    Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

    Bagikan artikel ini

    WhatsAppTelegram

    Untuk Mitra & Pengiklan

    Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

    Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

    Lihat Paket Iklan

    “Perumda Dharma Jaya Kembangkan Kawasan Ciangir sebagai Pusat Penggemukan Sapi Terintegrasi”

    W
    Wahyu Praditya
    Click to Share
    Discovery Insight

    Data Transmutation:
    Digital Sovereignty

    Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

    Lihat Ekosistem