Perkuat Riset dan Inovasi, ITPLN Resmikan Kerja Sama dengan Dirjen KI

JAKARTA, BERNAS.ID – Institut Teknologi PLN (ITPLN) meneken nota kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI di kampus ITPLN Jakarta terkait perlindungan hak kekayaan intelektual bagi perguruan tinggi.
Kerja sama itu ditandatangani langsung Rektor ITPLN, Prof.
Iwa Garniwa dan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Kementerian Hukum RI, Razilu.
Rektor ITPLN, Prof.
Iwa Garniwa, menyebut kolaborasi itu menjadi tonggak penting bagi perguruan tinggi yang selama ini fokus pada riset di bidang ketenagalistrikan, energi terbarukan, dan teknologi informasi.
“Hak Kekayaan Intelektual adalah instrumen penting untuk melindungi dan mengakui karya inovatif civitas akademika kami.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Dengan kerja sama ini, ide, penelitian, hingga karya mahasiswa dan dosen bisa benar-benar memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujar Iwa di kampus ITPLN Jakarta, Selasa, 30 September 2025.
Menurut Iwa, kesepakatan tersebut sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pengayaan kurikulum lewat pendidikan HKI, peningkatan kualitas penelitian yang terlindungi hukum, hingga pengabdian masyarakat melalui edukasi kesadaran hukum.
Acara penandatanganan turut dihadiri jajaran pejabat eselon II, di antaranya Direktur Kerja Sama Pemberdayaan dan Edukasi, Yasmon; Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Hermansyah Siregar, serta Direktur Paten, DTLST dan Rahasia Dagang Sri Lastami.
Perlu diketahui, setiap karya inovasi ITPLN bisa diakses melalui laman resmi www.itpln.ac.id.
Baca Juga : PLN Rekrut 109 Mahasiswa Baru ITPLN Lewat Program Ikatan Kerja 2025
“Kami berharap kerja sama ini bisa melahirkan semakin banyak karya yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tapi juga berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional,” kata Iwa.
Dalam kesempatan itu, Dirjen KI Kementerian Hukum dan HAM, Razilu memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa, dosen dan peneliti di kampus ITPLN.
Dia menegaskan pentingnya perguruan tinggi menjadi motor penggerak ekosistem kekayaan intelektual (KI) nasional.
Kampus jadi Pusat Riset dan Inovasi
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat riset dan inovasi, tetapi juga produsen karya yang bisa dilindungi sekaligus dikomersialisasikan.
“Ekosistem kekayaan intelektual itu ibarat sistem terintegrasi.
Ada tiga pilar: kreasi, pelindungan, dan utilisasi. Kreasi lahir dari kampus dan insan kreatif.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolPelindungan ada di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Sementara utilisasi dan komersialisasi berada di industri, termasuk penegakan hukumnya,” kata Razilu.
Diakuinya, ITPLN tercatat telah mengajukan 130 permohonan kekayaan intelektual (KI) sepanjang satu dekade terakhir, periode 2015–2024.
Dari jumlah tersebut, 117 permohonan berupa hak cipta, 9 paten, dan 4 merek.
Melalui perlindungan KI, tegasnya, perguruan tinggi dapat meningkatkan reputasi, daya saing, serta mendorong budaya riset dan inovasi.
Selain itu, lanjutnya, pemanfaatan KI berpotensi memberi alternatif pendapatan lewat komersialisasi, berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional, serta menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat.
Razilu menjelaskan, tujuan utama ekosistem KI adalah menciptakan lingkungan kondusif bagi lahirnya inovasi yang berdampak luas.
Baca Juga : Siap Naik Level?
ITPLN Buka Pendaftaran Magister, Cek Jurusan dan Beasiswanya
“Karakteristik ekosistem yang inovatif itu dinamis, kolaboratif, adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada dampak.
Masyarakat harus bisa merasakan hasilnya,” katanya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, pemerintah mendorong kampus-kampus memperbanyak paten sebagai aset strategis bangsa.
“Keluhan dari para inventor, biasanya paten sudah ada tapi belum dimanfaatkan industri.
Di sinilah peran pemerintah untuk menggunakan hasil riset kampus. Belanja terbesar negeri ini ada di pemerintah.
Contohnya paten karya inovasi ITPLN, produknya bisa langsung dipakai oleh PLN atau industri energi lain,” ungkap Razilu.
Untuk memperkuat ekosistem KI di perguruan tinggi, Razilu menawarkan sejumlah strategi.
Pertama, penguatan komitmen dan kepemimpinan dengan memasukkan pengembangan KI dalam visi-misi universitas serta menyiapkan anggaran memadai.
Kedua, penyusunan kebijakan KI yang komprehensif dan disosialisasikan secara masif.
Ketiga, pembentukan atau penguatan sentra KI sebagai pusat layanan.
“Kesadaran dan kapasitas SDM juga kunci.
Jangan sampai sentra KI mati suri hanya karena pergantian kepala.
Semua sivitas akademika harus memahami kekayaan intelektual sejak dini, bahkan sejak mahasiswa baru masuk kuliah,” tegas Razilu.
Razilu menekankan, pengelolaan KI bukan sekadar administrasi, tetapi jalan menuju kemandirian bangsa.
“Kalau riset berhenti di publikasi, nilainya sebatas angka.
Tapi kalau jadi kekayaan intelektual, bisa jadi harta karun bagi kampus dan negara,” tegasnya. (DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Pelayanan Bintang Lima Manjakan Mahasiswa Program Doktor Hukum di Universitas Borobudur
UNMAHA Perkuat Kerja Sama Industri dan Global, Lulusan Sistem Informasi 95 Persen Sudah Bekerja
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Borobudur Bedah KUHAP hingga Hukum Berdimensi Pancasila
UNMAHA Gelar Wisuda Program Sarjana 2025/2026, Serapan Kerja Tembus 95 Persen
Pelayanan Bintang Lima Manjakan Mahasiswa Program Doktor Hukum di Universitas Borobudur
UNMAHA Perkuat Kerja Sama Industri dan Global, Lulusan Sistem Informasi 95 Persen Sudah Bekerja
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di pendidikan
Semantic Authority Linker
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Borobudur Bedah KUHAP hingga Hukum Berdimensi Pancasila
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Strategi Transformasi Digital Jakarta: Solusi Karir Global di Balik Data BPS
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda