Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Besar untuk Masa Depan SDM Indonesia

JAKARTA, BERNAS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Program ini hadir sebagai respons terhadap masih rendahnya asupan gizi masyarakat yang berpotensi menyebabkan stunting.
Ketua PrabowoNomic, Tommy Nicson, menyebut MBG sebagai investasi jangka panjang bangsa untuk melahirkan generasi yang sehat dan cerdas.
“Program ini sudah berjalan dan menjangkau jutaan anak-anak di seluruh Indonesia.
Ini merupakan investasi terbesar dalam sejarah bangsa Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Baca Juga : Hingga Juni 2025 Anggaran MBG Sudah Habiskan Rp 4.4 Triliun
Dashboard Investasi Real-Time — Gratis untuk Member BERNAS
Pantau IHSG, Crypto, dan Forex dalam satu dashboard. Analisis AI eksklusif untuk pembaca BERNAS.
Daftar Sekarang — Gratis →Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifMenurut Tommy, MBG merupakan program fundamental yang benar-benar dinantikan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan akses makanan bergizi.
Karena itu, program ini dinilai memiliki nilai sosial dan ekonomi yang positif.
Menanggapi munculnya kasus keracunan di beberapa lokasi pelaksanaan program, Salomon A.M Babys, pemerhati masalah sosial masyarakat 3T, meminta agar persoalan tersebut tidak dijadikan alasan untuk menghentikan program.
“Saya menolak jika program itu diminta dihentikan.
Kritik boleh saja, tapi seharusnya disertai solusi, bukan justru menutup program yang dibutuhkan rakyat,” tegasnya.
Menurut Salomon, tuntutan penghentian program MBG mencerminkan cara pandang elitis yang tidak berpihak pada masyarakat kecil.
Baca Juga : MBG Prabowo Dinilai Efektif Asal Gunakan Produk Dalam Negeri
“Stunting bukan persoalan sepele.
Ia lahir dari kelaparan pangan, kekurangan gizi, dan rendahnya perhatian sosial.
Program ini justru menjadi bagian dari solusi untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia,” katanya.
Ia juga meminta agar pemerintah segera menindaklanjuti kasus keracunan dengan pemeriksaan profesional.
“Kalau memang ada kelalaian, tim penyedia makan di lokasi itu harus diganti demi menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi siswa,” pungkasnya.
(DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
BERNAS 100: Unilever Indonesia Kunci Posisi #1 dengan Portofolio Omnichannel Terdepan
Grok 4.5 Dirilis xAI: Reasoning Real-Time 1 Juta Token, Langsung Tantang GPT-5.4 & Claude Opus 4.7
BCA Dominasi Pilar Perbankan BERNAS 100: CASA Ratio Tembus Rekor, Laba Bersih Tumbuh 11%
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di nasional
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda