YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pada Minggu (20/9/2026) malam, Society Atrium Lantai UG Pakuwon Mall Jogja bergairah dengan irama dan gerakan dinamis ratusan penari muda. Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) DIY menggelar Kejuaraan Hip Hop & Breaking Sport 2026-Mayora Dance Phoria sebagai ajang pembinaan sekaligus panggung unjuk gigi atlet andalan.
Tujuan Kejuaraan
Ketua Umum IODI DIY, Y Sasongko Iswandaru, hadir langsung di lokasi acara dan menyampaikan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan langkah strategis menyusul masuknya hip hop dan breaking ke dalam cabang olahraga resmi PON.
"Kita ingin anak-anak semakin banyak berlatih, karena hip hop sudah masuk kejuaraan di PON. Tanpa adanya kejuaraan, semangat latihan mereka tidak akan maksimal. Maka kami akan terus memperbanyak gelaran lomba," ujar Sasongko di sela-sela acara.
Kategori yang Dikembangkan IODI
Dalam lingkup IODI sendiri, terdapat empat kategori utama yang dikembangkan, seperti hip hop, breaking, dansa, dan tari tradisional. Dua nomor pertama kini mendapat fokus khusus pembinaan.
Hasil dan Evaluasi
Hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) IODI sebelumnya menjadi bukti positif, para atlet perwakilan DIY tampil memuaskan. Meski begitu, evaluasi tetap dilakukan bersama para pelatih guna menyempurnakan kualitas gerakan.
"Kami sudah berdiskusi dengan para pelatih untuk memperbaiki kualitas gerakan, terutama gerakan salto akrobatik yang masih perlu diperbanyak dan disempurnakan," tegasnya.
Kategori yang Dipertandingkan
Pada kejuaraan kali ini mempertandingkan hip hop kategori Solo dan Duo (usia 10, 12, dan Umum), serta Breaking untuk semua usia. Peserta berkesempatan meraih medali emas, perak, perunggu, serta piagam penghargaan dari IODI DIY.
Target IODI DIY
Dengan digelarnya Mayora Dance Phoria dan rangkaian kompetisi serupa, IODI DIY menargetkan tidak hanya memperbanyak jam terbang atlet, tetapi juga mencetak kualitas yang siap bersaing di kancah nasional.

