Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Dharma Jaya Siapkan Kandang Baru di Ciangir, Kapasitas Awal Seribu Sapi

Oleh: Redaksi Bernas•6 Maret 2026
Dharma Jaya Siapkan Kandang Baru di Ciangir, Kapasitas Awal Seribu Sapi
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat ketahanan pangan Ibu Kota melalui langkah strategis P..."

🗓️ Dipublikasikan pada 6 Maret 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat ketahanan pangan Ibu Kota melalui langkah strategis Perumda Dharma Jaya. BUMD yang bergerak di sektor pangan ini berencana besar untuk membangun fasilitas kandang sapi modern di kawasan Ciangir, Kabupaten Tangerang. Proyek ambisius ini dirancang untuk mengatasi defisit kapasitas penampungan sapi, dengan target awal mampu menampung hingga 1.000 ekor sapi. Ekspansi ini bukan sekadar penambahan kandang, melainkan sebuah pilar penting dalam upaya Jakarta mencapai kemandirian pangan, khususnya dalam pasokan daging segar yang berkualitas dan terjangkau.

Meningkatkan Ketahanan Pangan Jakarta Melalui Ekspansi Dharma Jaya

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang vital, Perumda Dharma Jaya memiliki mandat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Jakarta, terutama komoditas daging. Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menegaskan bahwa pembangunan kandang baru ini merupakan respons krusial terhadap keterbatasan kapasitas yang telah lama menjadi kendala utama dalam memenuhi kebutuhan pasar Ibu Kota. Keterbatasan ini secara langsung berdampak pada kemampuan perusahaan untuk mendatangkan sapi hidup sesuai target yang ditetapkan, yang pada gilirannya dapat memengaruhi ketersediaan dan harga daging di pasaran.

Raditya menjelaskan, ambisi Dharma Jaya pada tahun 2026 adalah mencapai pemasukan sapi hidup sebanyak 10.000 ekor. Angka ini mencerminkan proyeksi kebutuhan dan upaya untuk memperkuat stok daging di Jakarta demi menjaga inflasi dan daya beli masyarakat. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya kendala signifikan. Kuota impor atau pengadaan sapi dari Kementerian Pertanian yang diberikan kepada Dharma Jaya hanya sebesar 7.500 ekor. Lebih jauh lagi, dari kuota tersebut, Dharma Jaya baru mampu merealisasikan sekitar 3.119 ekor sapi. Angka ini sangat jauh di bawah target maupun kuota yang diberikan, bukan karena minimnya permintaan pasar, melainkan murni karena keterbatasan fasilitas penampungan. "Bukan karena takut tidak laku, tapi karena keterbatasan tempat," tegas Raditya, menyoroti urgensi masalah ini. Situasi ini menggarisbawahi betapa pentingnya peningkatan infrastruktur peternakan untuk memastikan Jakarta memiliki pasokan daging yang cukup, stabil, dan berkelanjutan.

Baca Juga : Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen dan Siapkan Program Hijau untuk Jakarta

Tantangan Kapasitas dan Solusi Strategis di Ciangir

Sebelumnya, Dharma Jaya sebenarnya memiliki aset lahan seluas 12 hektare di Serang yang secara ideal dapat menampung hingga 5.000 ekor sapi. Lahan ini seharusnya menjadi solusi jangka panjang bagi masalah kapasitas. Namun, kebijakan tata ruang yang berubah telah membatalkan rencana tersebut. "Peruntukan tanahnya berubah. Yang sebelumnya boleh untuk kandang sekarang hanya diperbolehkan untuk agrowisata, sehingga kandang tidak bisa diperluas," jelas Raditya. Perubahan peruntukan ini menjadi pukulan telak bagi Dharma Jaya, memaksa perusahaan untuk mencari lokasi alternatif yang strategis dan mendukung visi pengembangan jangka panjang tanpa mengorbankan kapasitas.

Sebagai solusi proaktif, Dharma Jaya kini melirik potensi besar lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di kawasan Ciangir, Kabupaten Tangerang. Kawasan ini menawarkan skala yang jauh lebih besar, dengan total luas mencapai sekitar 100 hektare. Meskipun sekitar 20 hektare di antaranya telah dimanfaatkan oleh lembaga pemasyarakatan, masih tersisa sekitar 70 hektare lahan yang sangat potensial untuk pengembangan. Dari sisa lahan tersebut, sekitar 40 hektare telah dialokasikan secara spesifik untuk pengembangan kawasan peternakan terintegrasi. Pemilihan Ciangir bukan tanpa alasan; lokasinya yang relatif jauh dari pusat kota dan permukiman padat penduduk menjadikannya ideal untuk operasional peternakan skala besar, mengurangi potensi gangguan lingkungan dan sosial, serta memungkinkan ekspansi di masa depan.

Baca Juga : Ramadan 2026, Dharma Jaya Siapkan Ribuan Ton Daging dan Sapi Hidup

Visi Kawasan Peternakan Terintegrasi dan Dampaknya

Pembangunan di Ciangir tidak hanya terbatas pada kandang sapi. Raditya Endra Budiman memaparkan visi jangka panjang untuk menciptakan sebuah kawasan peternakan yang terintegrasi dan modern. Pada tahap awal, fokus akan diberikan pada pembangunan kandang yang memadai serta gudang pengolahan pakan. Keberadaan gudang pakan ini sangat krusial untuk efisiensi operasional, memastikan ketersediaan pakan berkualitas bagi ribuan sapi, dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar. Namun, ambisi Dharma Jaya tidak berhenti di situ. "Ke depan rencananya menjadi kawasan peternakan terintegrasi," ujar Raditya, menggambarkan sebuah ekosistem peternakan yang lengkap dari hulu ke hilir.

Kawasan terintegrasi ini nantinya juga akan dilengkapi dengan Rumah Potong Hewan (RPH) yang modern dan berstandar tinggi, serta fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) berkapasitas besar. Adanya RPH di lokasi yang sama dengan kandang akan meminimalkan stres pada hewan selama transportasi, yang secara langsung berdampak pada kualitas daging. Selain itu, integrasi ini akan mengoptimalkan efisiensi logistik, mengurangi biaya operasional, dan mempercepat distribusi daging ke pasar Jakarta. Bahkan, ada potensi besar RPH yang saat ini beroperasi di Cakung akan dipindahkan ke Ciangir. Pemindahan ini didasari oleh pertimbangan strategis, terutama karena "Di Jakarta sudah terlalu padat. Kalau di Ciangir lebih jauh dari permukiman sehingga lebih ideal untuk operasional," kata Raditya. Relokasi ini akan membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta dan memitigasi dampak lingkungan RPH di area padat penduduk, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota berkelanjutan.

Rencana pembangunan kandang di Ciangir ini telah mendapat dukungan penuh dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, menandakan pengakuan akan pentingnya proyek ini bagi ketahanan pangan Ibu Kota dan visi pembangunan jangka panjang. Dengan fasilitas baru yang lebih modern dan terintegrasi ini, Perumda Dharma Jaya menaruh harapan besar. Kapasitas pemasukan sapi diharapkan dapat meningkat secara signifikan, mencapai hingga 1.000 ekor dalam satu periode pengadaan. Peningkatan ini akan menjadi kunci utama dalam mencapai target pengadaan sapi yang telah ditetapkan, sekaligus berkontribusi pada stabilitas harga daging di pasar, ketersediaan pasokan yang berkelanjutan, dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta. Proyek Ciangir ini adalah manifestasi konkret dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan masa depan pangan yang lebih kuat dan mandiri bagi warganya. (DID)

Dampak bagi Peluang Karier dan Profesionalisme Global:

Dari sudut pandang Global Career Media, kebijakan dan langkah strategis yang diambil oleh pimpinan Kabinet Merah Putih ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan sinyal kuat bagi pergerakan industri. Kebijakan ini diproyeksikan akan membuka keran investasi baru yang berujung pada tingginya permintaan terhadap talenta-talenta lokal yang memiliki daya saing global. Bagi para profesional dan pencari kerja di Indonesia, ini adalah momentum emas untuk meningkatkan kapasitas (upskilling) dan mempersiapkan diri menyambut terbukanya ribuan lapangan pekerjaan baru di sektor-sektor strategis yang saling terintegrasi.

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Dharma Jaya Siapkan Kandang Baru di Ciangir, Kapasitas Awal Seribu Sapi?

JAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat ketahanan pangan Ibu Kota melalui langkah strategis P...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“Dharma Jaya Siapkan Kandang Baru di Ciangir, Kapasitas Awal Seribu Sapi”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem