BPDP dan ALPENBUN Akan Kembangkan Kurikulum Pendidikan Tinggi Sawit Berbasis SKKNI

YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sepakat dengan Asosiasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perkebunan (ALPENBUN) untuk mengembangkan kurikulum pendidikan tinggi sawit berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan Beasiswa SDM Sawit.
SKKNI yang digunakan sesuai dengan sektor-sektornya, misalnya untuk unit kompetensi agronomi mengacu pada SKKNI NO.
237 Tahun 2019 Tentang Kelapa Sawit Berkelanjutan, yang dijabarkan dengan Kepmentan No 410/KPTS/SM.250/M/6/2020 tentang Jenjang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Tenaga Kerja Sektor Pertanian Bidang Kelapa Sawit Berkelanjutan.
Sementara, untuk SKKNI NO.
313 Tahun 2013 Tentang Kategori Industri Pengolahan Bidang Kerja Pengolahan kebun kelapa sawit, dijabarkan dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 313 Tahun 2013, untuk unit kompetensi asisten pabrik (mill).
Seterusnya sesuai dengan kebutuhan unit kompetensinya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Pengembangan kurikulum ini menjadi langkah strategis bagi perguruan tinggi mitra BPDP agar penyelenggaraan pendidikan memiliki acuan yang jelas dan selaras dengan kebutuhan industri sawit nasional.
Saat ini BPDP bermitra dengan 42 perguruan tinggi yang tergabung dalam ALPENBUN sebagai penyelenggara pendidikan Beasiswa SDM Sawit yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menyampaikan bahwa kurikulum berbasis SKKNI yang disusun sesuai kebutuhan industri diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan siap kerja di industri sawit.
“Meskipun pengembangan kurikulum sudah menjadi komitmen masing-masing perguruan tinggi mitra BPDP, melalui forum ini kami mengingatkan kembali agar seluruh kampus terus berupaya mencetak SDM yang kompeten dan siap kerja.
Kami juga mendorong perguruan tinggi untuk terus berkomunikasi dengan pelaku usaha sawit agar lulusan dapat terserap dengan baik di industri,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Rabu, 22 Januari 2026, di Yogyakarta.
Workshop pengembangan kurikulum ini diikuti oleh 38 perguruan tinggi dari total 42 perguruan tinggi anggota ALPENBUN.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pemaparan mengenai kondisi riil kebutuhan SDM industri sawit dari para pakar.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolPeserta kemudian dibagi ke dalam empat kelompok diskusi, yaitu Budidaya atau Agronomi, Pabrik atau Pengolahan, Manajemen, serta Teknologi Informasi.
Masing-masing kelompok membahas rancangan pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri sawit.
Hasil diskusi menjadi dasar perumusan kurikulum pendidikan tinggi sawit berbasis SKKNI.
Workshop menghadirkan narasumber dari perguruan tinggi unggulan di bidang perkebunan, yaitu AKPY ‘STIPER’ (Dr.
Juremi Suhartono, M.Si dan Dr. Sri Gunawan, SP, MP, IPU), INSTIPER (Ir. Harsunu Purwoto), IPB (Prof.
Hariyadi), Politeknik CWE (Ir. Nugroho, MT dan M. Hudori, ST, MT,).
Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan perusahaan sawit, BGA Group (Agus Sutrisno) dan Cargill (Bagus Setiagung).
Turut hadir pula perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yaitu Dr.
Beny Bandanadjaja, ST, MT, serta Komite Pengembangan SDMPKS BPDP, Darmansyah Basyaruddin, beserta tim.
Sekretaris ALPENBUN, Dr.
Muhammad Mustangin, ST, MT, menyampaikan bahwa Workshop Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Sawit Berbasis SKKNI merupakan langkah nyata dalam menyiapkan lulusan perguruan tinggi bidang perkebunan yang profesional dan kompeten.
“Melalui forum ini, kami berharap tidak hanya menghasilkan rancangan kurikulum yang memenuhi standar, tetapi juga memiliki daya guna nyata bagi industri dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan yang mencakup tujuan, materi pembelajaran, metode, serta evaluasi sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
Dalam workshop ini ditetapkan empat tujuan utama, yaitu mendorong terselenggaranya pendidikan tinggi sawit dengan kurikulum adaptif dan pembelajaran berkualitas, melakukan sinkronisasi kurikulum melalui pemetaan unit kompetensi berbasis SKKNI ke dalam mata kuliah dan capaian pembelajaran lulusan, melibatkan sektor industri agar kurikulum menjawab kebutuhan pengguna lulusan, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir.
Baginda Siagian, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan workshop tersebut.“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mencetak SDM sawit yang berkualitas dan siap berkarier di industri sawit.
Kurikulum menjadi acuan dalam menyelenggarakan pendidikan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan pendidikan Beasiswa SDM Sawit merupakan tanggung jawab bersama antara Direktorat Jenderal Perkebunan, BPDP, dan perguruan tinggi penyelenggara.
“Perguruan tinggi memberikan bekal pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan kepada mahasiswa.
Keberhasilan industri sawit dalam 10 hingga 20 tahun ke depan sangat bergantung pada peran perguruan tinggi dalam menyiapkan SDM yang unggul,” pungkasnya. (*)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
UNMAHA Perkuat Kerja Sama Industri dan Global, Lulusan Sistem Informasi 95 Persen Sudah Bekerja
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Borobudur Bedah KUHAP hingga Hukum Berdimensi Pancasila
Pelayanan Bintang Lima Manjakan Mahasiswa Program Doktor Hukum di Universitas Borobudur
UNMAHA Gelar Wisuda Program Sarjana 2025/2026, Serapan Kerja Tembus 95 Persen
UNMAHA Perkuat Kerja Sama Industri dan Global, Lulusan Sistem Informasi 95 Persen Sudah Bekerja
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Borobudur Bedah KUHAP hingga Hukum Berdimensi Pancasila
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di pendidikan
Semantic Authority Linker
Pelayanan Bintang Lima Manjakan Mahasiswa Program Doktor Hukum di Universitas Borobudur
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Jakarta Genggam Peluang Emas: Mengapa Ibu Kota Wajib Jadi Pusat Remote Job Dunia?
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda