Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

PLN Dukung Transisi Energi, Pengembangan Pembangkit EBT 1,1 GW Tahun Depan

Oleh: Redaksi Bernas•26 November 2021
PLN Dukung Transisi Energi, Pengembangan Pembangkit EBT 1,1 GW Tahun Depan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"PLN Dukung Transisi Energi, Pengembangan Pembangkit EBT 1,1 GW Tahun Depan..."

🗓️ Dipublikasikan pada 26 November 2021.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Dalam perhelatan Indonesia EBTKE Connect Expo 2021, Presiden RI Joko Widodo meminta agar transisi energi segera dilakukan dengan meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi. 

Apalagi Indonesia memiliki banyak potensi sumber energi bersih yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber energi pengganti energi fosil. 

“Kita punya potensi EBT mencapai 418 gigawatt (GW) dari surya, panas bumi, bayu, sampai arus laut. Ini semua bisa kita manfaatkan untuk sumber energi,” ujar Presiden Jokowi. 

Presiden juga mengingatkan agar pengembangan EBT tidak membebani negara maupun masyarakat.

Baca Juga : Presiden Jokowi Perintahkan Konversi LPG ke Kompor Induksi, PLN: Kami Sudah Siap

Oleh karena itu, dia pun meminta agar pengembangan EBT harus benar-benar terencana dan dipastikan tersedia pendanaannya, serta jangan sampai membebankan negara berupa kenaikan subsidi dan membebankan masyarakat berupa kenaikan tarif listrik. 

PLN mendukung langkah pemerintah guna mempercepat transisi energi dan menggenjot porsi EBT dalam bauran energi. 

Direktur Mega Proyek dan EBT PLN Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan, PLN akan mengembangkan beberapa proyek EBT pada tahun depan. Proyek-proyek ini sudah tertuang dalam RUPTL 2021-2030.

RUPTL Green ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menggenjot penggunaan energi bersih. 

Baca Juga : Sky Trem, Transportasi Umum Ramah Lingkungan

“Dalam RUPTL kami berkomitmen bahwa penggunaan energi bersih akan lebih banyak. Langkah ini kami lakukan untuk mencapai carbon neutral pada 2060,” ujar Wiluyo. 

Adapun 21 proyek EBT yang akan dikembangkan oleh PLN tahun depan antara lain,  proyek PLTA/M yang tersebar di Sumatera, Sulawesi dan di Jawa. Kapasitas terpasang PLTA/M mencapai sebesar 490 MW.

Proyek PLTP dengan total kapasitas sebesar 195 MW. 

“Kami membuka peluang kerja sama seluas luasnya bagi semua pihak yang ingin bekerja sama mengembangkan pembangkit EBT,” ungkap Wiluyo. 

Selain itu, PLN juga akan mengembangkan PLTBio tersebar dengan kapasitas total hampir 20 MW. 

Tak hanya itu, PLN juga menggenjot penggunaan energi surya dengan PLTS di beberapa kepulauan, lokasi tersebar termasuk program konversi PLTD sebesar 500 MW dengan lokasi tersebar, serta pengembangan PLTB. 

Sedangkan di tahun ini, akan ada tambahan kapasitas terpasang dari PLTM sebanyak 13 proyek dengan total kapasitas 71,9 MW. Sedangkan ada dua PLTA di Poso Peaker dan Malea di Sulawesi Selatan. Poso Peaker menambah kapasitas terpasang PLTA sebesar 130 MW dan PLTA Malea sebesar 90 MW. 

“Kami juga membangun PLTBG yang sudah beroperasi pada tahun ini di Pasir Mandoge dan Arung Dalam dengan masing masing kapasitas 2 MW,” ujar Wiluyo. 

Dalam transisi energi dan mencapai net zero emission, kata Wiluyo, PLN juga melakukan berbagai upaya.

Selain menggenjot porsi EBT di pembangkitan. PLN juga melakukan rencana penghentian PLTU secara bertahap hingga 2050 mendatang. 

PLN juga melakukan program co-firing di PLTU yang sudah beroperasi hari ini. Dengan porsi penggunaan pelet yang diolah dari sampah sebesar 10 persen untuk menggantikan porsi batu bara secara bertahap.

Langkah ini selain untuk menurunkan emisi karbon juga menjadi salah satu cara penyelesaian persoalan sampah di Indonesia. 

Wiluyo juga menjelaskan, PLN telah sukses melakukan uji coba perdagangan emisi karbon di 26 unit PLTU. PLN telah mampu memperdagangkan 42.455 ton CO2 dengan harga rata rata Rp 30.000 atau 2 dolar AS per ton CO2. 

Pada uji coba perdagangan karbon, PLTU PLN juga telah telah melaksanakan skema offset emisi. Sejauh ini telah terjadi pembelian carbon credit oleh PLTU sejumlah 4.500 ton CO2 dan pembelian unit karbon dari pembukuan penurunan emisi sejumlah 21.654 ton CO2. (cdr)

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari PLN Dukung Transisi Energi, Pengembangan Pembangkit EBT 1,1 GW Tahun Depan?

PLN Dukung Transisi Energi, Pengembangan Pembangkit EBT 1,1 GW Tahun Depan...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#umum

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“PLN Dukung Transisi Energi, Pengembangan Pembangkit EBT 1,1 GW Tahun Depan”

R
Redaksi Bernas
Click to Share

Populer di nasional

Semantic Authority Linker

Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.