PT PAM Jaya (Perseroda) menyetorkan dividen sebesar Rp257 miliar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada 2025. Setoran tersebut meningkat 312,7 persen dibandingkan dividen pertama yang diberikan perseroan sebesar Rp62,37 miliar.
Peningkatan Dividen Setelah Pengambilalihan
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, peningkatan dividen terjadi setelah pengelolaan air bersih di Jakarta sepenuhnya diambil alih perusahaan dari pihak swasta. Pengambilalihan dilakukan setelah kerja sama dengan dua operator swasta, PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra), berakhir pada 31 Januari 2023.
"Start 2023 diambil alih, kemudian tahun 2024 kami sudah bisa memberikan dividen kepada Pemprov DKI Jakarta," kata Arief dalam media gathering di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).
Target Dividen dan Setoran Lainnya
Untuk 2026, PAM Jaya merencanakan setoran dividen sebesar Rp230 miliar. Namun, Arief membuka peluang nilai tersebut meningkat.
Selain dividen, PAM Jaya juga menyetor pajak daerah sebesar Rp16,67 miliar pada 2024, Rp17,77 miliar pada 2025, dan Rp18,02 miliar pada 2026. Sementara itu, setoran retribusi daerah masing-masing mencapai Rp396 juta pada 2024, Rp302 juta pada 2025, dan Rp94 juta pada 2026.
Arief mengatakan, dividen yang disetorkan kepada Pemprov DKI Jakarta akan masuk ke dalam APBD dan digunakan kembali untuk kepentingan masyarakat.
"Dividen ini bagian dari kebahagiaan kami karena bisa memberikan sesuatu kepada Pemprov Jakarta. Nantinya masuk ke APBD dan diolah kembali untuk masyarakat," ujarnya.
Kinerja Keuangan
Dari sisi kinerja keuangan, PAM Jaya mencatat laba bersih Rp1,247 triliun pada 2023. Laba kemudian tercatat Rp735 miliar pada 2024 dan meningkat menjadi Rp1,035 triliun pada 2025. Hingga September 2026, laba bersih perusahaan mencapai Rp790 miliar.
PAM Jaya memasang target laba Rp1,258 triliun hingga akhir tahun. Arief mengatakan, target tersebut telah disesuaikan setelah adanya arahan dari Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta terkait target yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Awalnya Rp1,2 triliun. Setelah ada arahan agar targetnya mencapai Rp1,3 triliun, kami menyesuaikan menjadi Rp1,258 triliun. Tahun ini kami harus bisa mencapai target tersebut," katanya.
Target Layanan 100 Persen pada 2029
Di sektor pelayanan, PAM Jaya mencatat 1.222.484 pelanggan hingga September 2026. Jumlah tersebut mencakup sekitar sembilan juta jiwa. Cakupan layanan air perpipaan saat ini mencapai 83,27 persen dengan kapasitas suplai 23.051 liter per detik. PAM Jaya juga telah membangun jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer.
Perusahaan menargetkan cakupan layanan air perpipaan mencapai 100 persen pada 2029. Untuk memenuhi target tersebut, jumlah pelanggan ditargetkan meningkat menjadi 2.016.011 sambungan. Kapasitas suplai air juga akan ditingkatkan menjadi 32.159 liter per detik, dengan panjang jaringan pipa mencapai 16.234 kilometer dan didukung 28 instalasi pengolahan air (IPA).
Arief mengatakan, peningkatan kinerja keuangan dan perluasan layanan harus berjalan beriringan agar pengelolaan air bersih memberikan manfaat langsung bagi warga Jakarta.
"Lelah kita dibayar dengan pahala, insyaallah. Sepanjang bekerja dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, tidak ada yang sia-sia," tuturnya.

