Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Inilah Beberapa Kesalahan Pola Pengasuhan. Orang Tua Harus Tahu!

Oleh: Redaksi Bernas•16 Januari 2018
Inilah Beberapa Kesalahan Pola Pengasuhan. Orang Tua Harus Tahu!
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas Id Selama ini orang tua sering sekali merasa sudah melakukan pola pengasuhan yang benar kepada anaknya Namun masalahnya banyak juga anak anak yang..."

🗓️ Dipublikasikan pada 16 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

Bernas. Id – Selama ini, orang tua sering sekali merasa sudah melakukan pola pengasuhan yang benar kepada anaknya. Namun masalahnya, banyak juga anak-anak yang ternyata melakukan kesalahan-kesalahan yang berlawanan dengan pola pengasuhan.

Tentu hal ini membuat para orang tua terkadang malu, atau stres menghadapi anak-anak mereka sendiri. Ketahuilah bahwa dalam teori pola pengasuhan anak, tidak ada anak yang salah.

Jika ada anak melakukan kesalahan, sebenarnya itu adalah reaksi dari kesalahan pola pengasuhan yang dilakukan orang tua sendiri.

Apa saja kesalahan itu? Simak beberapa contohnya di bawah ini:

1. Anak sering mengganggu Anda

Jika anak sering mengganggu, itu sebenarnya karena kasih sayang yang Anda berikan kurang berpengaruh kepadanya.

Sang anak akhirnya berusaha untuk mencari perhatian dengan mengganggu.

2. Anak Anda sering berbohong

Anak sering berbohong sebenarnya karena Anda terlalu bereaksi berlebihan pada kesalahan-kesalahannya di masa lalu. Selalu mengungkit-ungkit lagi kesalahan yang pernah dilakukannya.

Anak menjadi khawatir dan takut, sehingga berbohong untuk menghindari kesalahan.

3. Anak Anda tidak percaya diri

Hal ini terjadi karena di usia belia, Anda terlalu menerapkan aturan-aturan. Selain itu, saat anak melakukan kesalahan, Anda langsung menegurnya dihadapan orang lain.

Hal ini tidak dibenarkan meskipun dilakukan di hadapan teman-teman atau saudaranya. Tentu rasanya lebih merasa dihina daripada dinasehati.

4. Anak Anda suka mengambil barang yang bukan miliknya

Hal ini kadang terjadi pada sebagian anak-anak.

Namun, ternyata bukan sifat dasar si anak itu, melainkan karena orang tua tidak pernah atau kurang memberikan kesempatan mereka untuk memilih sesuai keinginan mereka.

5. Anak Anda penakut

Ternyata hal ini kerap kali dijumpai pada anak-anak. Ternyata masalahnya adalah karena orang tua terlalu cepat dalam memberikan pertolongan untuk semua masalah yang dihadapi sang anak.

Jangan hapus jejak setiap hambatan dari cerita hidup mereka.

6. Anak Anda mudah iri

Anak mudah iri ternyata disebabkan karena Anda sering sekali membandingkan mereka dengan orang lain. Jika hal itu dilakukan terus menerus, maka bisa menumbuhkan sifat mudah iri dalam mental mereka.

7.

Anak Anda mudah marah

Alasan yang mungkin saja dilakukan anak jika mudah marah disebabkan karena orang tua tidak cukup memuji mereka. Orang tua hanya sering memberi perhatian pada kesalahan atau kenakalan mereka.

8. Anak Anda tidak punya empati

Jika kesalahan ini terjadi pada anak anda, mungkin disebabkan karena Anda selalu menggunakan kalimat perintah untuk anak Anda, tanpa peduli kepada keinginan atau perasaan mereka.

9.

Anak Anda suka menyimpan rahasia

Jika ini terjadi, maka kemungkinan Anda sering membesar-besarkan masalah. Anak akhirnya lebih memilih diam dan menyembunyikan masalahnya daripada ia mendapatkan umpatan atau nasihat yang panjang lebar dari orang tua.

10. Anak Anda berperilaku kasar

Nah, jika hal ini sudah terlihat pada anak, Anda harus waspada.

Kenapa? Alasannya karena sifat buruk ini dia pelajari dari apa yang dilihat atau dirasakannya. Bisa dari lingkungan keluarganya sendiri, atau dari lingkungan sekitar tempatnya bergaul sehari-hari.

Itulah beberapa kesalahan pola pengasuhan orang tua yang ternyata berdampak pada perilaku anak-anak Anda.

Oleh karena itu, sekarang ubahlah cara mendidik Anda agar karakter anak tidak lagi menyimpang dari norma-norma.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram