Bernas.id – Seorang anak kecil berusia sekitar 4 tahun, dengan semangatnya menarik-tarik ujung kemeja ibunya yang sedang asyik memerhatikan pajangan tas pada sebuah pameran di mall. Dengan paksa anak itu menyeret ibunya ketika tindakannya tidak memdapatkan perhatian sang ibu.
“Kamu kenapa sih, nak?” tanya ibunya sedikit kesal, meski masih dengan nada lembut. Sedikit jengkel karena perhatiannya teralihkan oleh ulah si anak.
“Aku mau beli buku Bun, boleh?” tanya si kecil dengan wajah penuh harap.
Ibunya diam. Sedikit berpikir.
“Ga usah nak, nanti juga ga di baca.” Sahut ibunya, karena memang anaknya belum bisa baca.
“Aku baca kok.
Nanti bunda yang bacain bukunya buat aku ya,” rayu si kecil “Atau ayah juga bacain buat aku.”
Dengan terpaksa, si ibu menemani anaknya ke bagian pameran buku.
Selagi anaknya melihat-lihat, mata si ibu langsung melotot kaget, “Ga salah harganya segini? Belum tentu juga di baca sama Reihan,” batin si ibu kaget.
“Lebih baik lihat di laptop atau hp aja. Lebih murah dan gratis,” pikirnya lagi.
“Nak, ayo! Besok-besok aja beli bukunya.
Buku kamu kan sudah banyak di rumah. Lagi pula, ibu ga sempat untuk bacain buku
Mata si kecil sudah berkaca-kaca, dia sangat ingin memiliki beberapa buku yang ada di rak-rak pameran itu.
Tak lama, si ibu dan anak keluar dari mall dengan jinjingan beberapa tas dan sepatu milik si ibu yang harganya mungkin lebih mahal dari harga buku.
Miris! Ketika si anak menginginkan buku untuk memenuhi minat bacanya, justru orang tuanya lebih mengutamakan tas dan sepatu untuk dirinya.
Saat si anak membayangkan akan pelukan orang tua saat dibacakan buku, justru orang tua memilih hp atau YouTube untuk menggantikannya.
Tidakkah orang tua memahami, bahkan dalam usia Raihan yang 4 tahun, merupakan masa keemasan untuk memberikan nutrisi atau perkembang pada otaknya.
Assessment Interaktif Cepat
Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI
Seperti para pakar ahli bilang, usia keemasan atau The Golden Age, saat anak berusia 1 hingga 4 tahun.
Ketika masa itu hilang, maka hilanglah kesempatan orang tua untuk memgembangkan otak anaknya. Masih bisakah? Bisa.
Namun akan lebih sulit mengembangkannya dengan tingkat perkembangan otak yang lambat.
Mengapa bisa begitu? Apakah orang tua tidak memahaminya? Well, sesungguhnya orang tua paham akan hal itu, namun terkadang sikap egois orang tualah yang mendominasi keinginan akan kebutuhan anak. Orang tua lebih mementingkan urusan mulut ke bawah, namun jarang memikirkan kepentingan mulut ke atas.
Ada wawancara dengan ibu Eka.
Beliau adalah salah satu Manager Marketing di perusahan Tiga Raksa divisi Educational Technologi dan termasuk orang tua yang perduli dengan minat baca anak.
Sejauh yang beliau lihat saat berinteraksi dengan orang tua di Jakarta, sebenarnya cukup besar minat baca masyarakat, terutama pada kalangan menengah.
Akan tetapi orang tua jarang dan mungkin semakin malas untuk membacakan buku atau bercerita kepada anak-anak mereka.
Mungkin dikarenakan sibuk dengan berbagai aktivitas, ditambah juga semakin banyaknya permainan, games atau edukasi yang berbentuk audio. Sehingga sarana membaca buku terabaikan.
Ibu Eka, yang anak tertuanya mendapatkan nilai NEM tertinggi ke-3 se-DKI saat lulus SD tahun 2012, menambahkan, “Padahal, salah satu yang menumbuhkan minat baca anak adalah dengan mengajak anak bercengkrama dengan membacakan buku, mendongeng, bercerita lucu dengan memunculkan tokoh-tokoh berkarakter, yang memberikan nilai-nilai positif pada anak.”
“Dengan membacakan buku juga, akan memberikan pangalaman yang sangat kaya bagi perkembangan otak dan kemampuan belajar melalui visual, auditory dan kinestetik,” lanjutnya lagi menutup wawancara.
Jadi ada baiknya, para orang tua tetap harus diberikan edukasi dan pemahaman. Betapa pentingnya mengembangkan minta baca pada anak sejak dini.
So, mana yang lebih baik, memberikan edukasi anak melalui media membacakan buku atau memperlihatkan video dari internet dan media audio lainnya.
Silahkan orang tua berpikir kembali!
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Orang Tua Harus Paham Terhadap Minat Baca Anaknya?
Bernas id Seorang anak kecil berusia sekitar 4 tahun dengan semangatnya menarik tarik ujung kemeja ibunya yang sedang asyik memerhatikan pajangan tas pada...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.



