Bernas.id – Apa yang terlintas dalam benak Anda, ketika mendengar satu kata kunci “pengangguran” jawabannya pasti beragam, mulai dari tidak berguna, membosankan, tidak berkompeten, atau bahkan pengangguran itu adalah sebuah aib?
Bagi orang tua, goals bagi mereka adalah apabila telah sukses menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi ketika anaknya telah lulus kuliah, dapat predikat cumlaude, dan setelah itu anaknya menganggur, maka prestasi-prestasi dari anaknya tersebut tidak berarti apa-apa lagi di mata orang tua. Betul begitu?
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi?
Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Setidaknya ada beberapa faktor penyebab terjadinya pengangguran di kalangan para sarjana menurut sebagaian orang. Apa saja? Simak jawabannya berikut ini:
1.
Kurang Persiapan Saat Kuliah
Persiapan apa yang dimaksud? Tentunya persiapan perencanaan “akan ngapain setelah kuliah.” Kebanyakan mahasiswa-mahasiswi di bangku kuliah hanya diajarkan teori saja oleh dosen. Buku-buku kuliah yang tebal, modul-modul kuliah yang banyak.
Bukan itu sebenarnya yang harus dijadikan pedoman bagi para mahasiswa-mahasiswi.
Yang banyak persiapan saja, masih memungkinkan untuk menganggur. Gimana yang cuma belajar kuliah pulang-kuliah pulang terus dapet IPK tinggi? Sekali lagi, jangan hanya mengandalkan teori saja dari bangku kuliah karena pada dasarnya kehidupan nyata setelah kuliahlah yang akan membentuk seseorang menjadi pribadi yang sebenar-benarnya.
Baca juga: Inilah 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
2.
Tidak Diajarkan Mempromosikan Diri
Maksudnya mempromosikan diri itu yang bagaimana? Tentunya mempromosikan diri dengan hal-hal yang positif. Walaupun bukan kuliah di jurusan manajamen pemasaran, alangkah baiknya di tiap jurusan ada mata kuliah tentang “Mempromosikan Diri” ini sangat penting, karena Anda pasti tahu, ribuan para pencari kerja banyak yang ditolak hanya karena CV (Curriculum Vitae)-nya saja.
Ya, CV sekarang ini dianggap sebagai jembatan penghubung antara para pencari kerja dengan pekerjaan yang ia apply.
Dari sanalah tim HRD (Human Resource Development) akan menilai kepribadian awal dari para pelamar kerja. Tentunya teknik mempromosikan diri adalah kunci utama bagi kesuksesan para pencari kerja.
Baca juga: 13 Universitas Jurusan Akuntansi Terbaik Indonesia dan Luar Negeri
3. Sebagian dari Kita Belum Tahu Passion-nya Apa
Mungkin sudah banyak di bahas di mana-mana tentang pentingnya menemukan passion dalam diri masing-masing.
Kenapa? Biar enggak salah langkah! Karena passion itu akan menuntun kita kepada pekerjaan yang menyenangkan.
Jadi jangan melulu berpikir, “Saya kuliah di jurusan ekonomi, maka dari itu, saya harus dapet kerjaan yang sesuai dengan jurusan ekonomi pula.” Bukan seperti itu, tapi misalnya kita menemukan bahwa minat kita adalah kepada dunia kepenulisan, maka tekuni saja hal itu.
Baca juga: Inilah 6 Sertifikasi Akuntansi Bagi Profesi Akuntan di Indonesia
4. Lemahnya Peranan Dosen di Bangku Kuliah
Kebanyakan dari kita sekarang adalah generasi millenial, yang mungkin akan mengartikan ajaran dari para dosen tersebut “Ketinggalan Zaman”. Kenapa ketinggalan zaman?
Mungkin ilmu dan penelitian terus update, tapi kan lulusan enggak semuanya jadi peneliti, iya kan? Karena setidaknya jurusan itu mengenalkan potensi dunia luar juga, bukan sekadar penelitian.
Jadi, yang belum dapat pekerjaan padahal sudah lulus kuliah, stop jangan terus-terusan bersedih. Tingkatkan skill, perbanyak koneksi, perbanyak upgrade diri. Semua orang akan menemukan pekerjaannya.
Jadikanlah masa-masa menunggumu untuk mendapat pekerjaan diisi dengan hal-hal yang produktif.
Baca juga: Daftar Universitas Kuliah Jurusan Bisnis Manajemen di Indonesia
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.




