Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Muhammadiyah Sambut Baik Taubat Ekologis Kementrian KLH

Oleh: Deny Hermawan•30 Oktober 2026
Muhammadiyah Sambut Baik Taubat Ekologis Kementrian KLH
Foto: Muhammadiyah
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik gagasan Taubat Ekologis dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam pertemuan di Yogyakarta."
Pertemuan PP Muhammadiyah dan Kementrian KLH

🗓️ Dipublikasikan pada 30 Oktober 2026.

Pertemuan Muhammadiyah dan KLH YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan silaturahmi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia pada Jumat (30/10). Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan sejumlah gagasan strategis, mulai dari redefinisi pengelolaan sampah, gerakan penyelamatan hutan, hingga pentingnya komitmen nasional terhadap paradigma pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Gagasan Haedar Nashir

Haedar Nashir menegaskan bahwa program lingkungan hidup yang digarap Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada aspek pemeliharaan fisik semata, melainkan juga menyentuh ranah edukasi praktis dan spiritual. Haedar menyambut baik gagasan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat terkait Taubat Ekologis yang merupakan pendekatan ekoteologi yang digagas oleh KLH RI.

“Jadi ini bukan hanya pemeliharaan tapi juga advokasi ya.. bahkan ada program tobat ekologis yang saya yakin itu ada aspek teologisnya,” ujar Haedar dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta.

Gerakan Wakaf Hutan

Haedar menjelaskan gerakan yang semakin masif di Muhammadiyah yaitu gerakan Wakaf Hutan. Muhammadiyah memanfaatkan aset-aset lahan kosong, khususnya tanah wakaf yang dimiliki persyarikatan untuk ditanami kembali sebagai upaya konservasi lingkungan.

Penegakan Hukum Lingkungan

Haedar menyoroti bahwa pemerintah harus terus merangkul publik sekaligus melakukan langkah-langkah penindakan yang hati-hati terhadap penegakan hukum lingkungan. Kontrol publik dinilai sangat krusial dalam mengawasi kepatuhan korporasi atau pihak-pihak yang tidak taat terhadap aturan dan hukum yang berlaku.

“Kalau memang itu tindakan-tindakan kriminal dilakukan oleh pihak tertentu dengan tujuan-tujuan tertentu, itu seharusnya urusan pidana yang harus teratasi. Tapi jika menyangkut habit penduduk setempat yang biasa bakar lahan karena keterbatasan teknologi, ya ini menjadi problem yang harus bisa kita pecahkan bersama,” pesan Haedar.

Paradigma Membangun Tanpa Merusak

Haedar menekankan pentingnya menyepakati satu paradigma mendasar yang dapat dipegang teguh oleh seluruh elemen bangsa termasuk pemerintah dan seluruh warga negara Indonesia, yaitu paradigma Membangun Tanpa Merusak. Paradigma ini sejalan dengan prinsip Ihsan di dalam Islam. Haedar mengingatkan agar warga Indonesia tidak terjebak ke dalam romantisme lingkungan yang ekstrem yang melarang sepenuhnya pemanfaatan alam. Masyarakat harus diberdayakan dan diajarkan untuk mengelola alam secara bertanggung jawab demi kesejahteraan bersama.

Haedar merujuk kepada buku Why Nations Fail karya James Robinson. Indonesia sebagai negara tidak boleh sekadar menyalin mentah-mentah model pembangunan dari luar. Negara juga perlu percaya diri dan bertumpu pada kekuatan dalam masyarakat dan institusi-institusinya.

“Dan jangan jatuh dari mulut harimau ke mulut buaya. Intinya nafsu nafsu yang merusak kita tidak menghendaki itu,” pungkasnya.

Pernyataan Menteri KLH

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Moh. Jumhur Hidayat mengungkap bahwa pihaknya menggagas pendekatan yang dinamakan Tobat Ekologis. Bagi Kementerian Lingkungan Hidup, “Tobat Ekologis” bukan sekadar slogan, namun merupakan panggilan untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam yang selama beberapa dekade mengalami ketidakseimbangan. Gagasan ini juga sejalan dengan pendekatan ekoteologi, sebuah cara pandang yang melihat pelestarian lingkungan bukan hanya sebagai kewajiban sosial, tetapi juga amanah moral dan spiritual dalam mengelola alam dan lingkungan.

“Urusan lingkungan itu urusan semua, maka ini harus menjadi gerakan yang besar,” ucap Jumhur.

Pejabat yang Hadir

Hadir dalam pertemuan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto, Agus Taufiqurrahman, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Sayuti, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Machendra Setyo Atmaja, dan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH RI).

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Muhammadiyah Sambut Baik Taubat Ekologis Kementrian KLH?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik gagasan Taubat Ekologis dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam pertemuan di Yogyakarta.

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“Muhammadiyah Sambut Baik Taubat Ekologis Kementrian KLH”

D
Deny Hermawan
Click to Share

Populer di nasional

Semantic Authority Linker

Internal Linking Storm • v1.0

Discovering 1 Authority Nodes

Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?

Berita bisnis dan ekonomi dari berbagai daerah.

Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.