Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Satpol PP DIY Siapkan Model Keamanan Berbasis Masyarakat di Depok Sleman

Oleh: Paulus Yesaya Jati•5 Agustus 2026
Satpol PP DIY Siapkan Model Keamanan Berbasis Masyarakat di Depok Sleman
Foto: (foto: Ist)
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Satpol PP DIY memperkuat kapasitas Kelompok Jaga Warga di Kapanewon Depok Sleman melalui pembinaan berbasis studi kasus untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat."
Pembinaan Jaga Warga Depok Berbasis Masyarakat

🗓️ Dipublikasikan pada 5 Agustus 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

SLEMAN, BERNAS.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat kapasitas Kelompok Jaga Warga sebagai ujung tombak menjaga keamanan, ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat.

Lokasi dan Peserta Pembinaan

Pembinaan ini diikuti 10 Kelompok Jaga Warga dari wilayah Kapanewon Depok, yaitu Kelompok Jaga Warga Kalurahan Condongcatur (Gejayan, Dero, Pondok, Sanggrahan, dan Gempol) serta lima Kelompok Jaga Warga Kalurahan Caturtunggal (Samirono, Santren, Tempel, Ngentak, dan Kledokan).

Kegiatan diselenggarakan di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Rabu 5 Agustus 2026.

Metode Pembinaan

Pembinaan tahun ini menggunakan metode mentoring dengan pendekatan studi kasus. Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga menganalisis berbagai persoalan nyata yang terjadi di wilayah masing-masing untuk kemudian menyusun solusi melalui rencana aksi yang dapat diterapkan secara langsung.

Narasumber dan Pejabat yang Hadir

Kegiatan menghadirkan Penelaah Teknis Kebijakan Satpol PP DIY, Suhardi, S.IP., sebagai narasumber. Hadir pula Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kabupaten Sleman, Rahmad Mustajab, S.IP., M.Si., serta Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, S.IP., M.AP.

Pernyataan Plt. Lurah Condongcatur

Dalam sambutannya, Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto mengatakan keberadaan Jaga Warga memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan kalurahan sekaligus menjaga kondusivitas wilayah yang terus berkembang sebagai kawasan perkotaan.

Menurutnya, tantangan sosial di wilayah Kapanewon Depok menuntut anggota Jaga Warga memiliki kemampuan yang semakin baik dalam membaca situasi, membangun komunikasi, serta menyelesaikan persoalan secara musyawarah.

"Kami berharap kegiatan pembinaan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kemampuan anggota Jaga Warga dalam mendeteksi potensi permasalahan sejak dini, menyelesaikan persoalan secara musyawarah, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur masyarakat," tuturnya.

Budi Arto berharap hasil pembinaan dapat diimplementasikan secara nyata di lingkungan masing-masing sehingga keberadaan Jaga Warga semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Semoga melalui pembinaan ini, Jaga Warga di Kalurahan semakin solid, profesional, humanis, dan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif demi mendukung pembangunan Kalurahan," katanya.

Pernyataan Kabid Linmas Satpol PP Kabupaten Sleman

Sementara itu, Kabid Linmas Satpol PP Kabupaten Sleman, Rahmad Mustajab mengatakan Kapanewon Depok merupakan kawasan urban dengan mobilitas masyarakat yang tinggi sehingga memiliki karakteristik sosial yang lebih kompleks dibandingkan wilayah lain.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Jaga Warga dengan seluruh unsur pemerintah maupun lembaga kemasyarakatan.

"Situasi di wilayah Condongcatur dan secara umum di Kapanewon Depok memiliki dinamika permasalahan yang sangat kompleks. Karena itu Jaga Warga diharapkan mampu bersinergi dengan seluruh lembaga yang ada dan berperan aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan di wilayah masing-masing," ujarnya.

Rahmad menegaskan Jaga Warga harus mampu menyusun program kerja yang jelas agar tidak terjadi tumpang tindih dengan lembaga lain.

"Jaga Warga jangan sampai overload dengan lembaga lain, tetapi harus saling melengkapi sesuai tugas dan kewenangannya. Dengan karakteristik wilayah Depok sebagai kawasan urban, potensi persoalan sosial cukup besar sehingga peran Jaga Warga menjadi sangat krusial dalam mendukung lembaga-lembaga yang sudah ada di tingkat padukuhan," jelasnya.

Rahmad menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sleman juga tengah merencanakan penguatan kelembagaan Jaga Warga melalui dukungan pembinaan yang lebih berkelanjutan.

"Pada tahun 2027 direncanakan tersedia alokasi anggaran dari Komisi A DPRD Kabupaten Sleman untuk pembinaan dan pendampingan Jaga Warga. Karena itu, mulai sekarang perlu disusun rencana aksi dan kebutuhan program secara rinci agar pelaksanaannya tepat sasaran," ungkapnya.

Tugas dan Fungsi Kelompok Jaga Warga

Kelompok Jaga Warga merupakan lembaga kemasyarakatan yang dibentuk atas inisiatif masyarakat di tingkat padukuhan, kampung, atau RW dan ditetapkan oleh pemerintah kalurahan sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan partisipasi aktif masyarakat menjaga keamanan, ketenteraman, ketertiban, dan kesejahteraan.

Jaga Warga memiliki tugas menyelesaikan konflik sosial, memberikan pertimbangan kepada dukuh maupun ketua RW dalam urusan pemerintahan dan pembangunan, memperkuat koordinasi dengan pranata sosial, serta membantu penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum.

Dalam menjalankan tugas tersebut, Jaga Warga berfungsi sebagai mediator konflik, penyampai aspirasi masyarakat, motivator partisipasi warga, sekaligus penggerak terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

Mekanisme Penyelesaian Persoalan

Peserta juga dibekali mekanisme penyelesaian persoalan sosial melalui tahapan identifikasi masalah, penyusunan rencana aksi, implementasi tindakan, hingga evaluasi, sehingga setiap kelompok memiliki pola penanganan persoalan yang sistematis dan terukur.

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Satpol PP DIY Siapkan Model Keamanan Berbasis Masyarakat di Depok Sleman?

Satpol PP DIY memperkuat kapasitas Kelompok Jaga Warga di Kapanewon Depok Sleman melalui pembinaan berbasis studi kasus untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“Satpol PP DIY Siapkan Model Keamanan Berbasis Masyarakat di Depok Sleman”

P
Paulus Yesaya Jati
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem