Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ripparda 2026-2045, DPRD Kota Jogja Tekankan Keselamatan Wisatawan

Oleh: Ibrahim Umar•5 November 2026
Ripparda 2026-2045, DPRD Kota Jogja  Tekankan Keselamatan Wisatawan
Foto: Foto : Istimewa.
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Pansus DPRD Kota Yogyakarta mendorong aspek keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) 2026–2045"
Caption : Rapat Pansus Ripparda DPRD Kota Jogja, Rabu (4/11/2026).

🗓️ Dipublikasikan pada 5 November 2026.

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Yogyakarta mendorong aspek keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) 2026–2045.

Pansus menilai, pembangunan pariwisata tidak boleh hanya mengejar promosi dan target kunjungan, tetapi harus menjamin perlindungan, aksesibilitas transportasi, serta keberlanjutan warisan budaya di tengah dinamika kota.

Ketua Pansus RIPPARDA, Krisnadi Setyawan, mengatakan dokumen perencanaan harus mampu mengantisipasi risiko nyata di lapangan, mengingat kawasan wisata juga merupakan pusat aktivitas warga.

"RIPPARDA tidak cukup hanya mengatur promosi. Harus ada antisipasi risiko pariwisata perkotaan, terutama di kawasan padat wisatawan yang juga ruang hidup masyarakat," tegas Krisnadi, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, penanganan situasi darurat membutuhkan sinergi kuat antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia meminta setiap OPD menyelaraskan program, memperjelas pembagian tugas, dan menyiapkan prosedur mitigasi yang terukur.

Sorotan pada aspek keselamatan fisik disampaikan Anggota Pansus, Fajar Kurniawan.

Ia menekankan pentingnya kelengkapan fasilitas keselamatan di kawasan padat kunjungan seperti Malioboro.

"Malioboro harus dilengkapi jalur evakuasi, titik kumpul, dan petunjuk keselamatan yang jelas bagi wisatawan saat kondisi darurat," ujarnya.

Fajar mendorong penguatan koordinasi lintas sektor bersama Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta BPBD Kota Yogyakarta.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, menyatakan akan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga citra Yogyakarta sebagai destinasi unggulan yang aman.

Lucia juga mengusulkan integrasi pariwisata dengan layanan kesehatan melalui pengembangan wisata medis dan kebugaran (medical and wellness tourism). Integrasi ini diharapkan memudahkan wisatawan mengakses layanan kesehatan secara cepat selama berlibur di Yogyakarta. (Age)


Berita Terkait:

Tag:#daerah#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram