Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Rentetan Insiden TransJakarta, Pengamat Desak Evaluasi Dirut

Oleh: Wahyu Praditya•6 Agustus 2026
Rentetan Insiden TransJakarta, Pengamat Desak Evaluasi Dirut
Foto: Istimewa
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Insiden penurunan paksa penumpang TransJakarta di Halte Kampung Melayu memicu kritik, pengamat mendorong evaluasi direksi dan investigasi independen."
Pengamat kebijakan publik Sugiyanto

🗓️ Dipublikasikan pada 6 Agustus 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

Insiden di Halte Kampung Melayu

Insiden penurunan paksa penumpang TransJakarta yang viral di media sosial memicu polemik publik. Peristiwa yang terjadi pada Senin (3/8/2026) di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, dinilai sebagian pihak tidak etis meski dilakukan dengan alasan menjaga kenyamanan penumpang lain.

Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, menyatakan petugas bertindak setelah menerima laporan adanya penumpang dengan bau badan menyengat. “Petugas sudah melakukan pendekatan persuasif hingga yang bersangkutan bersedia turun,” ujarnya.

Kritik terhadap Penanganan

Namun, langkah tersebut tetap menuai kritik. Pengamat kebijakan publik Sugiyanto menilai cara penanganan itu berpotensi melanggar aspek etika pelayanan publik. “Menurunkan penumpang di ruang publik dengan alasan kondisi pribadi berisiko mempermalukan dan menyentuh martabat manusia. Ini harus dievaluasi,” kata Sugiyanto.

Ia mendorong adanya investigasi independen agar peristiwa serupa tidak terulang. “Tidak cukup hanya klarifikasi internal. Perlu tim yang memeriksa secara objektif, termasuk kemungkinan pelanggaran prosedur,” ujarnya.

Dorongan Evaluasi Direksi

Di tengah polemik tersebut, Sugiyanto juga menyoroti kinerja manajemen TransJakarta secara keseluruhan. Ia menilai rangkaian insiden dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap direksi. “Rentetan kecelakaan, polemik pelayanan, hingga isu aktivitas direksi di luar daerah menjadi akumulasi yang layak dievaluasi. Ini soal kepemimpinan dan tata kelola,” katanya.

TransJakarta sebagai BUMD menjadi tulang punggung transportasi publik Jakarta dengan jutaan pelanggan. Karena itu, aspek keselamatan, pelayanan, dan akuntabilitas dinilai tidak bisa ditawar.

Sugiyanto menegaskan, Gubernur DKI Jakarta memiliki kewenangan penuh untuk mengevaluasi hingga mengganti direksi jika diperlukan. “Kalau hasil evaluasi menunjukkan ada kelemahan kepemimpinan atau tata kelola, pergantian direksi adalah langkah yang sah,” ujarnya.

Isu Keberangkatan Direksi ke Bali

Selain itu, ia juga menyinggung pemberitaan terkait keberangkatan sejumlah direksi TransJakarta ke Bali untuk kegiatan padel. Menurutnya, isu tersebut harus dijelaskan secara terbuka kepada publik. “Kalau benar, publik berhak tahu urgensinya. Kalau tidak benar, manajemen juga wajib klarifikasi. Transparansi itu kunci menjaga kepercayaan,” kata Sugiyanto.

Ia menambahkan, evaluasi bukan bertujuan menghukum individu, melainkan memastikan pelayanan publik berjalan optimal. “Yang utama adalah memulihkan kepercayaan publik dan memastikan pelayanan TransJakarta semakin baik,” katanya.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram