Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Pj.Lurah Maguwoharjo Panen Perdana Nanas Bagong

Oleh: Redaksi Bernas•23 Agustus 2025
Pj.Lurah Maguwoharjo Panen Perdana Nanas Bagong
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"SLEMAN, BERNAS.ID- Suasana penuh semangat mewarnai panen perdana nanas Bagong Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Mulyo di Padukuhan Tajem, Maguwoharjo, Sleman, Ju..."

🗓️ Dipublikasikan pada 23 Agustus 2025.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

SLEMAN, BERNAS.ID- Suasana penuh semangat mewarnai panen perdana nanas Bagong Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Mulyo di Padukuhan Tajem, Maguwoharjo, Sleman, Jumat 22 Agustus 2025. Panen perdana ini wujud komitmen warga mendukung ketahanan pangan.

Hadir dalam kegiatan panen Penjabat (Pj.) Lurah Maguwoharjo, Muhammad Falak Susanto; Anggota DPRD Sleman Fraksi Gerindra, Arif Priyosusanto; Anggota DPRD Sleman Fraksi PKB, Wanto, Panewu Depok; serta Dukuh Tajem, Suharjono. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan dukungan lintas pihak terhadap penguatan ketahanan pangan berbasis pekarangan di wilayah perkotaan.

Baca Juga Pemkab Sleman Layangkan Somasi ke Produsen Anggur Merah Kaliurang

Dalam sambutannya, Muhammad Falak Susanto mengatakan panen perdana menjadi bukti nyata daya inovasi warga dalam memanfaatkan lahan sempit secara produktif.

“Panen nanas Bagong hari ini menunjukkan masyarakat Maguwoharjo mampu berinovasi dari pekarangan sendiri.

Ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang penambahan pendapatan. Di wilayah perkotaan seperti Maguwoharjo, pemanfaatan pekarangan adalah kunci,” tutur Falak.

Falak menekankan, fokus pembangunan Maguwoharjo tidak berhenti pada infrastruktur, melainkan juga pada kemandirian pangan yang tumbuh dari rumah-rumah warga.

“Kami ingin Maguwoharjo dikenal bukan hanya maju secara fisik, tetapi juga tangguh dalam ketahanan pangan. Kalurahan berkomitmen mendampingi KWT Mekar Mulyo dan kelompok-kelompok lain dari budidaya, pascapanen, hingga akses pasar agar manfaat ekonomi dirasakan lebih luas,” tegasnya.

Komoditas nanas Bagong dinilai strategis karena adaptif di lahan terbatas dan memiliki potensi pasar yang baik.

Dengan pengelolaan yang tepat—mulai dari pola tanam, pemupukan, hingga pengolahan hasil—produk dapat dikonsumsi rumah tangga maupun dijual untuk menambah kas kelompok dan pendapatan keluarga.

Falak juga mendorong pengembangan nilai tambah seperti olahan selai, minuman siap saji, dan produk kering agar rantai ekonomi lokal semakin hidup.

Sejalan dengan arah tersebut, Arif Priyosusanto mengapresiasi inisiatif warga Tajem yang berhasil memadukan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam satu gerakan.

“Kegiatan KWT Mekar Mulyo ini sejalan dengan penguatan ketahanan pangan lokal. Kami mendorong agar praktik baik seperti nanas Bagong direplikasi di padukuhan lain sehingga dampaknya lebih luas,” kata Arif.

Dukungan juga disampaikan Wanto selaku anggota DPRD yang menilai KWT sebagai garda terdepan pemberdayaan perempuan di desa/kalurahan.“Peran ibu-ibu KWT sangat strategis.

Mereka menjaga ketahanan pangan dari tingkat keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi lingkungan. Ini contoh nyata kolaborasi warga dan pemerintah,” ujarnya.

Di tingkat padukuhan, Suharjono selaku kepala dukuh menegaskan kesiapan perangkat wilayah untuk terus memfasilitasi pendampingan teknis serta pemetaan lahan-lahan pekarangan yang potensial. “Panen perdana ini kebanggaan warga Tajem. Dari lahan terbatas, ibu-ibu KWT menunjukkan hasil yang konkret.

Kami akan terus mendukung agar cakupan tanam dan kualitas produksi meningkat,” tuturnya.

Gerakan ini relevan dengan dinamika perkotaan di Kecamatan Depok. Berdasarkan Kecamatan Depok dalam Angka 2023 (BPS Sleman), kepadatan penduduk Maguwoharjo tergolong tinggi sehingga ruang pertanian kian terbatas. Dalam konteks itu, optimalisasi pekarangan menjadi solusi strategis untuk menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan kualitas lingkungan, dan memperkuat ekonomi keluarga melalui hasil panen dan olahan produk.

Dengan kolaborasi pemerintah kalurahan–DPRD–perangkat padukuhan–masyarakat, panen perdana nanas Bagong di Tajem menandai langkah maju Maguwoharjo dalam mengintegrasikan pembangunan perkotaan dengan ketahanan pangan keluarga.

“Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo akan selalu hadir mendampingi warga.

Kami ingin setiap pekarangan menjadi sumber kehidupan, sumber kesehatan, dan sumber kesejahteraan bagi seluruh keluarga di Maguwoharjo,” tutup Falak. (*)

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Pj.Lurah Maguwoharjo Panen Perdana Nanas Bagong?

SLEMAN, BERNAS.ID- Suasana penuh semangat mewarnai panen perdana nanas Bagong Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Mulyo di Padukuhan Tajem, Maguwoharjo, Sleman, Ju...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“Pj.Lurah Maguwoharjo Panen Perdana Nanas Bagong”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem