YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Di tengah maraknya fenomena "miring" terhadap profesi Advokat atau Pengacara, sosok Jeremias Lemek, SH, justru tampil sebagai pengecualian. Kini, semangat dan pemikirannya dituangkan dalam buku berjudul "Menjaga Nyala Keadilan" yang resmi diluncurkan di De Laxston Hotel Yogyakarta, Sabtu pagi, 12 September 2026.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dihadiri Wakil Menteri Hukum, para tokoh hukum, advokat, akademisi, hingga mahasiswa hukum dari berbagai kampus.
Bang Jerry, Teladan di Tengah Gelapnya Integritas Profesi Hukum
Ketua Panitia Acara, sekaligus Ketua DPC Peradi RBA Kota Yogyakarta, Ahmad Mustaqim, SH, MH, CPL, CLE, membuka kegiatan dengan memanjatkan puji syukur atas kelancaran acara, sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam kepada penulis yang akrab disapa Bang Jerry.

(Ket foto: Ketua Peradi RBA Kota Yogyakarta Ahmad Mustaqim, SH, MH saat berfoto dengan Wamenkum dan Denny Indrayana)
Menurutnya, di tengah maraknya praktik yang mengutamakan kepentingan klien yang mampu membayar mahal, Jeremias Lemek justru konsisten menjaga keilmuan dan memegang teguh integritas profesi.
"Beliau dari dulu benar-benar luar biasa, benar-benar menjaga keilmuannya, menjaga integritas seorang lawyer, seorang pengacara yang memegang teguh officium nobel," ujar Ahmad Mustaqim, disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.
Panitia berharap kehadiran Wakil Menteri Hukum serta para narasumber dapat memberikan pencerahan, khususnya bagi generasi muda dan advokat muda dalam menjaga prinsip keadilan.
"Semoga buku ini nanti akan menjadi populer, menjadi besar, dan menjadi karya yang luar biasa di Indonesia," harap Ahmad Mustaqim menutup sambutannya.
Wamenkum Edward: Tanpa Dewan Etik Nasional, Kepercayaan Publik Akan Terus Runtuh
Acara menghadirkan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Edward langsung menyoroti dua masalah krusial yang juga menjadi inti buku tersebut, ketidakjelasan jalur karir antar profesi hukum dan belum adanya Dewan Etik Nasional yang mengikat seluruh advokat.
"Begitu pensiun menjadi jaksa, ia bisa menjadi advokat, begitu pensiun dari kepolisian menjadi advokat, berpindah ranah tanpa standar yang jelas.
Padahal harus ada sistem pengembangan karir yang terukur, terstruktur, bukan sekadar masuk-keluar sesuka hati," tegasnya.
Ia mencontohkan ketidakwajaran sistem penegakan etik saat ini. Advokat yang melakukan pelanggaran berat, bahkan ada yang memukul hakim dengan sabuk, bisa saja dikeluarkan dari satu organisasi, lalu bebas masuk ke organisasi lain seolah tak pernah terjadi apa-apa.
"Tidak mungkin seorang polisi di Papua yang dipecat bisa langsung diterima di Polda Metro Jaya. Tidak mungkin seorang jaksa di NTT yang diberhentikan bisa menjadi jaksa di Aceh.
Kecuali di negara yang tak punya aturan. Ini harus kita perbaiki bersama-sama," tandas Edward.
Jeremias Lemek: Keadilan Adalah Nyala Api yang Harus Dijaga Agar Tak Padam
Penulis buku, Jeremias Lemek, SH, menyampaikan bahwa lahirnya "Menjaga Nyala Keadilan" berangkat dari keprihatinan sekaligus harapan agar profesi hukum kembali memegang teguh prinsip keadilan dan integritas.

(Ket foto : Penulis buku, Jeremias Lemek, SH)
"Keadilan itu seperti nyala api. Jika tidak dijaga, ia akan padam.
Buku ini bukan sekadar tulisan, melainkan cermin sekaligus panggilan bagi kita semua, hakim, jaksa, advokat, penegak hukum, untuk terus menjaga api itu tetap menyala, terang, dan tidak miring ke mana-mana," ungkap Jeremias saat memaparkan isi bukunya.
Acara berlangsung hidup dengan sesi diskusi interaktif. Peserta dengan antusias mengajukan pertanyaan seputar penegakan etik, kemandirian profesi hukum, hingga harapan terhadap rancangan peraturan terkait organisasi advokat.
Penutup: Keadilan Hanya Berpihak pada Kebenaran
Peluncuran buku ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama, bahwa keadilan tidak hanya diucapkan, tetapi harus ditegakkan melalui sistem yang adil, transparan, dan beretika. Dengan dukungan pemerintah, praktisi hukum, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan perbaikan sistem profesi hukum di Indonesia segera terwujud.
Di akhir pemaparannya, Jeremias Lemek, SH, menutup dengan kalimat yang menjadi pesan utama bukunya:
"Keadilan tidak memihak siapa-siapa, ia hanya berpihak pada kebenaran dan aturan yang lurus."
Berita Terkait:
- Peringati Hari Batik 2026, Dekranasda Sleman Gelar Exhibition Karya Gen-Z Batik Preneur
- Kemarau Panjang, PDAM Sleman Jaga Aliran Air Bersih Tetap Lancar
- LRT Kelapa Gading-Manggarai Mulai Diuji Coba, Tempuh 12,2 Km dalam 28 Menit
- Mazda Hadirkan Tiga Model Terbaru SUV di Yogyakarta
- Advan Luncurkan Air Neo: Laptop Tipis, Ringan, dan AI-Ready Penantang MacBook Neo
Baca juga:
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Luncurkan Buku "Menjaga Nyala Keadilan", Jeremias Lemek SH Dijadikan Teladan Integritas Advokat?
Peluncuran buku ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama, bahwa keadilan tidak hanya diucapkan, tetapi harus ditegakkan melalui sistem yang adil, transparan, dan beretika
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




