YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Saat ini, organisasi AWDI DIY tengah diwarnai gonjang ganjing. Sebagian besar pengurus AWDI DIY sepakat untuk mengundurkan diri dengan juga melayangkan surat mosi tidak percaya kepada jajaran pengurus inti AWDI DIY.
Retno Sudaryanti, salah satu Wakil Ketua AWDI DIY menjelaskan alasan dirinya mundur dari kepengurusan AWDI DIY karena melihat banyak ketidaktransparan dalam organisasi ini.
Baca Juga : Raih Juara Dalam Anugerah PWI 2024, Bupati Jember Presentasikan Kebudayaan Lokal di Dewan Pers
“Kami melihat bahwa ternyata ada perpecahan di tingkat DPP, hal ini tentu saja membuat kami yang di daerah merasa bingung, lalu ada banyak persoalan persoalan yang non organisasi yang muncul di antara pengurus di DIY sehingga ini justru menjadi bom waktu bagi organisasi, dan jelas akan membuat jalannya organisasi menjadi tidak baik,” kata Retno, Minggu (4/5/2025) kepada awak media.
Retno juga menambahkan bahwa pihaknya melihat ada banyak kepentingan yang tidak sehat dalam pengelolaan organisasi ini.
Kepengurusan AWDI DIY yang baru dilantik pada Februari 2025 lalu, menurut Retno, terdapat banyak kejanggalan yang muncul, mulai berbagai masalah keorganisasian dan lain-lain.
“Misalnya biasanya atau lazimnya ialah acara pelantikan pengurus, tetapi last minute dirubah menjadi acara deklarasi, menurut kami ini agak aneh, karena pelantikan berbeda dengan deklarasi, jika deklarasi itu lebih kepada dukung mendukung kepada salah satu kubu,” tegas Retno.
Mantan Anggota DPRD DIY ini menjelaskan lebih jauh bahwa saat ini merupakan titik puncak dari berbagai persoalan yang ada di tubuh organisasi AWDI DIY.
“Dengan masih adanya konflik di tingkat pusat jelas akan mempengaruhi kinerja di daerah,” katanya.
Baca Juga : Ziarah Awali Peringatan HPN PWI DIY
“Oleh karena itulah kami bersepakat untuk mengundurkan diri dari organisasi ini terlebih dahulu, sampai kami melihat kejelasan terkait kisruhnya organisasi AWDI ini,” tandasnya.
Dan diakui Retno pihaknya akan menentukan sikap setelah melihat dan menilai bahwa organisasi ini layak didukung dan di sengkuyung, sehingga menjadi organisasi yang sehat dan tanpa kepentingan pribadi serta persoalan pribadi. (cdr)

