Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Hadeging Nagari Kasultanan Yogyakarta, Cikal Bakal Hari Jadi DIY

Oleh: Redaksi Bernas•13 Maret 2024
Hadeging Nagari Kasultanan Yogyakarta, Cikal Bakal Hari Jadi DIY
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"YOGYAKARTA, BERNAS.ID Tanggal 13 Maret 1755 telah ditetapkan sebagai Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penetapan tanggal lahir tersebut berdasarkan R..."

🗓️ Dipublikasikan pada 13 Maret 2024.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID– Tanggal 13 Maret 1755 telah ditetapkan sebagai Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penetapan tanggal lahir tersebut berdasarkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Hari Jadi DIY yang telah disetujui bersama oleh Pemda DIY dan DPRD DIY sehingga DIY akan merayakan peringatan Hari Jadi Ke 269 pada tahun 2024.

Baca Juga Sri Sultan Terima 120 Manuskrip Jawa Kuno Digital Dari Inggris

Penentuan tanggal lahir DIY bertepatan dengan peristiwa bersejarah Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat atau separuh Nagari Mataram. Peristiwa Hadeging Nagari sekaligus menandai berdirinya negara dan pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan segala komponennya meskipun belum mempunyai istana atau ibu kota kerajaan.

Penghageng II Tepas Purwoajilaksana Keraton Yogyakarta KRT.

Purwowinoto yang memiliki nama lahir Ronni Mohamad Guritno menceritakan penetapan tanggal hari jadi tersebut, awal mulanya dikaitkan dengan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 atau abad ke 18.

Usai dilakukan ratifikasi, peristiwa yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta tersebut tidak otomatis dipilih sebagai hari lahir bagi DIY.

“Tepat sebulan setelahnya, 13 Maret 1755, Kamis Pon, 29 Jumadil Awal tahun Be 1680, Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengku Buwono I memproklamirkan Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di Pesanggrahan Garjitowati. Peristiwa bersejarah inilah yang menjadi cikal bakal tanggal 13 Maret 1755 akhirnya ditetapkan menjadi Hari Jadi DIY,” ujarnya saat ditemui di Keraton Kilen belum lama ini.

Ronni menyatakan Sultan HB I mengumumkan secara resmi daerah kekuasaannya dinamakan Ngayogyakarta Hadiningrat dalam kesempatan tersebut.

Lokasinya di Hutan Beringan atau Pabringan yang terdapat sebuah umbul atau mata air Pacethokan dan Pesanggrahan Garjitowati.

Pembangunan pasanggrahan tersebut diprakarsai Sunan Amangkurat IV kemudian diteruskan Sunan Pakubuwono II sampai rampung.

Setelah pembangunan selesai pesanggrahan tersebut diubah namanya menjadi Ayodhya. Nama Ayodhya ini kemudian dilafalkan menjadi Ngayodhya dan Ngayogya.

Dari kata inilah kemudian menjadi Ngayogyakarta Hadiningrat yang berarti tempat yang baik dan sejahtera yang menjadi suri tauladan keindahan alam semesta.

Sebelum mendirikan keraton, Ronni menyatakan Sultan HB I mula-mula bertempat tinggal di Ambarketawang pada 9 Oktober 1755. Disinilah, beliau mencari tanah yang cocok dijadikan ibu kota. Pada akhirnya ditemukan Hutan Beringan di antara Sungai Winongo dan Sungai Code.

Beliau tinggal di sana sambil menyiapkan rencana ibu kota kerajaan yang akan dibangun.

“Dengan berbagai macam studi pada zaman itu dan kepiawaiannya dalam arsitektur maupun pembangunan perkotaan, Sultan HB I menentukan bahwa Hutan Beringin yang ada sumber air merupakan tempat yang paling ideal sebagai ibu kota kerajaan atau keraton,” tandas kepala urusan rumah tangga keluarga Sultan HB X ini.

Keraton Yogyakarta memberikan apresiasi kepada Pemda DIY yang telah berjuang mengupayakan ditetapkannya Hari Jadi DIY setelah melalui berbagai macam kajian. Penetapan Hari Jadi DIY sangat penting agar DIY mempunyai asal usul yang jelas sebagaimana daerah-daerah yang lain yang telah mempunyai hari lahir.

“Keberadaan hari jadi memiliki arti penting bagi masyarakat dan Pemda DIY untuk memantapkan jati diri sebagai landasan yang menjiwai gerak langkah ke masa depan. Penetapan hari jadi juga akan melengkapi identitas diri DIY,” paparnya.

Adapun manfaat hari jadi, diungkapkan Ronni tak sekadar mengadakan kegiatan-kegiatan guna menghabiskan anggaran semata sebagai wujud simbolisasi.

Namun peringatan hari lahir sekaligus memahami nilai-nilai Hari Jadi DIY itu sendiri yang justru merupakan kekayaan batin.

Baca Juga Lurah Maguwoharjo Menjadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

“Tentunya banyak kajian dan indikasi yang digunakan dalam sejarah. Untuk itu, apa yang akan direncanakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat DIY tetap diperlukan adanya kajian ke depannya,” imbuhnya.

Keraton Yogyakarta maupun Kadipaten Pakualaman berharap dilibatkan dalam peringatan Hari Jadi DIY tersebut guna memberikan masukan dan arahan serta harapan dan tujuan yang lebih mulia. Dengan demikian keraton dan kadipaten dapat berperan dalam memperingati ataupun mengisi kegiatan Hari Jadi DIY di kemudian hari. (Jat)

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Hadeging Nagari Kasultanan Yogyakarta, Cikal Bakal Hari Jadi DIY?

YOGYAKARTA, BERNAS.ID Tanggal 13 Maret 1755 telah ditetapkan sebagai Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penetapan tanggal lahir tersebut berdasarkan R...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“Hadeging Nagari Kasultanan Yogyakarta, Cikal Bakal Hari Jadi DIY”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem