Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

FH Unhas Jajaki Kolaborasi dengan UNODC untuk Penguatan Penegakan Hukum

Oleh: Redaksi BERNAS•16 September 2026
FH Unhas Jajaki Kolaborasi dengan UNODC untuk Penguatan Penegakan Hukum
Foto: Redaksi BERNAS
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
"Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin menjajaki kerja sama dengan UNODC di Bangkok untuk memperkuat kapasitas penegakan hukum nasional. Kolaborasi ini menc"

🗓️ Dipublikasikan pada 16 September 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) menjajaki kolaborasi dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), kantor regional untuk Asia Tenggara dan Pasifik yang berkedudukan di Bangkok, Thailand.

Penjajakan itu berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, dan menghasilkan sejumlah tawaran kerja sama konkret dari pihak FH Unhas.

Langkah ini menjawab kebutuhan nyata: kapasitas penegakan hukum Indonesia masih menghadapi tantangan berat pada isu narkotika, korupsi, terorisme, dan kejahatan terorganisasi transnasional.

Kolaborasi akademik dengan lembaga PBB diyakini bisa memperkuat fondasi riset dan SDM hukum nasional.

Key Takeaways: - FH Unhas menjajaki kolaborasi dengan UNODC kantor regional Asia Tenggara dan Pasifik di Bangkok.

- Bentuk kerja sama meliputi magang mahasiswa, pelatihan profesional, penelitian bersama, seminar, pertukaran akademik, serta dosen tamu dari UNODC.

- FH Unhas memperkenalkan Research Center for Prosecution (berdiri lebih dari satu dekade) dan Research Center for Police Forces yang baru diresmikan.

- Tindak lanjut: FH Unhas mengundang tim UNODC berkunjung ke Makassar. Kapasitas Hukum Nasional dan Kebutuhan Jejaring Internasional

Dekan FH Unhas, Hamzah Halim, menegaskan bahwa pihaknya melihat banyak ruang yang dapat dikembangkan bersama UNODC.

Menurutnya, kolaborasi itu harus menyentuh pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas yang relevan langsung dengan persoalan penegakan hukum.

"Yang kami harapkan bukan hanya membangun hubungan kelembagaan, tetapi menghasilkan kegiatan yang dapat memberi manfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan institusi penegak hukum," ujar Hamzah Halim dalam keterangan yang diterima di Makassar, mengutip laporan Antara.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Selama ini, pendidikan hukum di Indonesia kerap dinilai kuat pada aspek doktrinal, tetapi lemah pada pengalaman praktik kasus lintas negara.

UNODC memiliki mandat membantu negara anggota menghadapi persoalan narkotika, kejahatan, terorisme, kejahatan terorganisasi transnasional, pemberantasan korupsi, pencegahan kejahatan, serta penguatan sistem peradilan pidana.

Bentuk Kerja Sama yang Ditawarkan FH Unhas

Dalam pertemuan di Bangkok, FH Unhas menawarkan sejumlah bentuk kolaborasi yang cukup rinci. Mulai dari program magang mahasiswa, pelatihan profesional, penelitian bersama, seminar, hingga pertukaran akademik.

FH Unhas juga membuka pintu bagi kehadiran ahli dan pejabat UNODC sebagai dosen tamu, pembicara, atau pelatih. Skema ini berpotensi mempercepat transfer pengetahuan praktik penegakan hukum internasional ke ruang kelas.

Sebagai tindak lanjut, FH Unhas mengundang tim UNODC untuk berkunjung ke Makassar guna membahas prioritas kerja sama secara lebih konkret.

Undangan itu menunjukkan keseriusan institusi, bukan sekadar penjajakan seremonial. Dua Pusat Riset sebagai Modal Utama

FH Unhas memperkenalkan dua pusat riset yang menjadi modal utama dalam kolaborasi ini. Pertama, Research Center for Prosecution yang telah berdiri lebih dari satu dekade.

Kedua, Research Center for Police Forces yang baru diresmikan.

Kedua pusat riset itu dapat menjadi basis data dan kajian kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan institusi penegak hukum nasional.

Hal ini sejalan dengan upaya penguatan tata kelola hukum yang juga dibahas dalam Ini Alasan KPK Belum Tetapkan Tersangka Kasus Kuota Haji, di mana kapasitas kelembagaan menjadi kunci penuntasan kasus.

Persoalan penegakan hukum juga menyentuh isu-isu yang lebih luas, seperti tata kelola perdagangan dan pengawasan barang ilegal.

Seperti yang dibahas dalam Bea Cukai Sita 10,78 Juta Batang Rokok Ilegal, Negara Rugi Rp8 Miliar, sinergi antarlembaga menjadi faktor penentu keberhasilan penindakan di lapangan.

Mengapa Kolaborasi Akademik-Internasional Penting

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Penegakan hukum bukan perkara tunggal aparat. Ia menyangkut ekosistem pendidikan, riset, dan pelatihan yang berkelanjutan.

Tanpa pasokan SDM hukum yang terlatih menghadapi kasus lintas negara, penindakan akan selalu tertinggal dari modus kejahatan.

UNODC sebagai lembaga PBB memiliki jaringan luas di kawasan Asia Tenggara. Kantor regionalnya di Bangkok menangani isu narkotika, kejahatan, dan terorisme untuk kawasan yang menjadi jalur utama peredaran gelap di dunia.

Indonesia, sebagai negara dengan garis pantai terpanjang dan posisi strategis di Selat Malaka, menghadapi tekanan tinggi dari kejahatan transnasional.

Karena itu, kapasitas riset dan pelatihan hukum menjadi kebutuhan mendesak, bukan pelengkap. Dampak bagi Mahasiswa dan Institusi Penegak Hukum

Bagi mahasiswa dan dosen, kolaborasi ini membuka peluang magang, pertukaran akademik, dan penelitian bersama.

Pengalaman langsung di lingkungan kerja UNODC akan memberi perspektif berbeda soal praktik penegakan hukum internasional.

Bagi institusi penegak hukum, kolaborasi berpotensi meningkatkan kualitas penanganan kasus narkotika, korupsi, dan kejahatan transnasional.

Akses ke riset kolaboratif dapat memperkuat basis bukti dalam penyusunan kebijakan.

Penguatan kapasitas ini juga relevan dengan upaya menekan biaya kepatuhan bagi dunia usaha.

Kepastian hukum yang lebih baik akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap sistem peradilan pidana Indonesia. Tiga Program Konkret yang Perlu Diturunkan

Agar penjajakan ini tidak berhenti di tataran wacana, kolaborasi perlu diturunkan menjadi program yang terukur.

Pertama, kurikulum bersama berbasis kasus nyata kejahatan transnasional di Asia Tenggara, dengan modul khusus narkotika, korupsi, dan terorisme.

Kedua, program magang terstruktur bagi mahasiswa FH Unhas di kantor regional UNODC Bangkok dan mitra penegak hukum di Indonesia.

Ketiga, pemanfaatan Research Center for Prosecution dan Research Center for Police Forces sebagai basis data riset kolaboratif.

Selain itu, digitalisasi repositori riset hukum perlu didorong agar hasil kolaborasi dapat dimanfaatkan secara luas oleh pemangku kepentingan.

Skema pendanaan berkelanjutan melalui kemitraan pemerintah, universitas, dan lembaga internasional juga menjadi prasyarat.

Langkah FH Unhas ini patut diapresiasi sebagai inisiatif akademik yang menyentuh kebutuhan riil. Namun, ujian sesungguhnya bukan pada penandatanganan kerja sama, melainkan pada eksekusi yang konsisten dan terukur.

[STRATEGI SOLUSI]

Penguatan kapasitas hukum dan tata kelola institusi adalah fondasi bagi iklim usaha yang sehat.

Jika institusi Anda bergerak di sektor pendidikan, layanan publik, atau korporasi yang membutuhkan tata kelola berbasis data, BERNAS menyediakan jalur kolaborasi yang relevan.

Untuk perguruan tinggi dan lembaga yang ingin membangun pusat riset atau sistem informasi hukum terpadu, Consulting Business Plan dari BERNAS dapat membantu menyusun roadmap transformasi berbasis AI: diagnosa peluang, rekomendasi tools, hingga rencana eksekusi yang terukur.

Kunjungi layanan konsultasi 1-on-1 kami untuk memulai.

Bagi institusi yang memerlukan penguatan reputasi dan jangkauan publikasi akademik, JasaPromo.id menyediakan distribusi rilis pers dan amplifikasi ke jaringan media nasional terverifikasi.

Sementara itu, untuk kebutuhan pengembangan sistem digital dan otomasi proses internal, Koding.Studio membuka jalur pelatihan dan eksekusi project software engineering terapan yang dikerjakan mahasiswa magang industri.

Mari jadikan kapasitas hukum dan tata kelola sebagai aset, bukan sekadar wacana.

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari FH Unhas Jajaki Kolaborasi dengan UNODC untuk Penguatan Penegakan Hukum?

Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin menjajaki kerja sama dengan UNODC di Bangkok untuk memperkuat kapasitas penegakan hukum nasional. Kolaborasi ini menc

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Kampus atau sekolah Anda ingin tampil di BERNAS?

Lihat contoh kerja sama publisitas kampus yang sudah berjalan, lalu unduh media kit untuk paket kerja sama Anda.

Lihat Contoh Kerja Sama

“FH Unhas Jajaki Kolaborasi dengan UNODC untuk Penguatan Penegakan Hukum”

R
Redaksi BERNAS
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.