Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Binance Diduga Diretas Hacker Korut, US$6,3 Miliar Dibobol

Oleh: Redaksi BERNAS•1 November 2026
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
"Peretasan terbesar dalam sejarah bursa kripto: dana US$6,3 miliar dibobol lewat laptop seorang insinyur."

🗓️ Dipublikasikan pada 1 November 2026.

Binance dilaporkan kehilangan dana senilai US$6,3 miliar akibat dugaan peretasan. Hasil investigasi mengarah pada hacker Korea Utara sebagai pelaku.

Peretasan diduga berawal dari laptop seorang insinyur yang disusupi. Penyerang lalu mengakses kontainer layanan dan mengajukan transaksi penarikan tidak sah.

Tim lintas perusahaan kripto membekukan sekitar US$3 miliar. Binance menyatakan akan menanggung seluruh kerugian dan menjamin dana pengguna tetap aman. Celah Keamanan Endpoint yang Membuka Pintu Bencana

Akar masalah peretasan ini terletak pada celah keamanan operasional melalui laptop insinyur yang terinfeksi.

Penyerang memanfaatkan akses tersebut untuk masuk ke sistem internal Binance dan mengajukan transaksi penarikan yang tidak sah.

Insiden ini menunjukkan lemahnya kontrol keamanan endpoint dan akses pada infrastruktur kripto berskala besar, serta meningkatnya agresivitas aktor negara dalam mencuri aset digital untuk pendanaan.

Mengutip pernyataan Binance, peretasan terjadi melalui laptop seorang insinyur, yang memungkinkan penyerang mendapatkan akses ke kontainer layanan dan mengajukan transaksi penarikan yang tidak sah.

Pendiri Binance Yi He menegaskan bahwa pihaknya akan menanggung seluruh kerugian akibat peretasan tersebut.

Chainalysis menyebut dugaan peretasan itu berpotensi menjadi salah satu pencurian aset kripto terbesar yang pernah terjadi.

CEO Arkham Miguel Morel mengungkapkan bahwa data menunjukkan miliaran dolar aset tampaknya telah dicuri dari Binance oleh pihak yang belum diketahui.

TRM Labs mencatat pelaku serangan mencuri aset kripto senilai US$2,9 miliar melalui hampir 150 serangan sepanjang tahun lalu, dan Bitget kehilangan sekitar US$350 juta pada September.

Respons Cepat Lintas Industri Selamatkan Separuh Dana

Pembekuan dana sekitar US$3 miliar oleh tim lintas perusahaan kripto menjadi titik terang dalam insiden ini.

Tether membekukan aset hampir US$1,57 miliar, Circle lebih dari US$800 juta, dan Ripple sekitar US$200 juta.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ekosistem kripto memiliki mekanisme pertahanan kolektif yang mampu merespons cepat ketika krisis terjadi.

Namun, penangguhan sementara layanan penarikan dan penyetoran mengganggu likuiditas dan operasional pengguna.

Kepercayaan terhadap bursa terpusat sebagai kustodian aset digital kembali dipertanyakan, yang dapat mendorong migrasi ke solusi self-custody atau bursa terdesentralisasi.

Publik kripto global menyoroti pentingnya keamanan operasional bursa terpusat dan meningkatnya ancaman aktor negara seperti Korea Utara dalam pencurian aset digital.

Tekanan Regulasi dan Masa Depan Kustodian Aset Digital

Insiden ini berpotensi memperkuat tekanan regulasi terhadap bursa kripto terpusat dan mendorong adopsi solusi kustodian yang lebih aman.

Binance menanggung seluruh kerugian dengan dana perusahaan dan aset darurat, yang berpotensi menekan neraca keuangan mereka.

Kapitalisasi pasar kripto global tergerus, dan saham perusahaan kripto melemah.

Dalam konteks yang lebih luas, peretasan ini menambah daftar panjang pencurian aset digital global.

Serangan terhadap Bitget pada September yang mengakibatkan kerugian sekitar US$350 juta menunjukkan pola yang sama: aktor negara dan kelompok kriminal terus mengincar infrastruktur kripto.

Pertanyaannya kini, apakah industri kripto akan belajar dari pola ini atau terus mengulang kesalahan yang sama?

Seperti yang dibahas dalam Panduan Cerdas Mengatasi Jurang Keterampilan Digital: UNMAHA Cetak Talenta Global untuk Indonesia Emas 2045, kesenjangan keterampilan digital menjadi akar dari banyak celah keamanan.

Tanpa talenta yang terlatih dalam keamanan siber, infrastruktur digital sebesar apa pun akan tetap rentan. Lima Langkah Strategis agar Data Menjadi Emas, Bukan Bencana

BERNAS merekomendasikan serangkaian langkah strategis untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Pertama, audit keamanan siber menyeluruh terhadap infrastruktur endpoint dan kontrol akses internal bursa kripto, termasuk penerapan zero-trust architecture dan segmentasi jaringan.

Kedua, penguatan kolaborasi lintas industri dan otoritas untuk pelacakan aset curian secara real-time, seperti yang telah dilakukan Tether, Circle, dan Ripple.

Ketiga, pengembangan kerangka regulasi kustodian aset digital yang mewajibkan standar keamanan minimum dan pelaporan insiden transparan.

Keempat, edukasi investor tentang risiko penyimpanan aset di bursa terpusat dan pentingnya diversifikasi kustodian.

Kelima, peningkatan kapasitas intelijen blockchain nasional untuk mendeteksi dan memblokir aliran dana ilegal lintas yurisdiksi.

Langkah-langkah ini sejalan dengan semangat yang dibahas dalam Cara Strategis Raih Karir Global Lewat Sinergi UNMAHA Dan LSAF Global, di mana penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan global.

Pertanyaan yang Harus Dijawab Industri

Insiden ini memunculkan pertanyaan mendasar: seberapa siap ekosistem kripto global menghadapi ancaman aktor negara?

Ketika hacker Korea Utara mampu menembus bursa terbesar dunia, apa artinya bagi investor ritel yang menyimpan aset di platform serupa?

Pertanyaan ini bukan sekadar retorika. Dengan lebih dari 335 juta pengguna terdaftar dan aset sekitar US$160 miliar, Binance adalah salah satu pilar utama ekosistem kripto global.

Jika pilar sebesar itu bisa goyah, maka seluruh industri perlu merenungkan ulang arsitektur keamanannya.

Publik kini menantikan kepastian pembukaan kembali layanan penarikan Binance.

Sementara itu, sentimen negatif terhadap keamanan bursa terpusat meningkat, dan tekanan terhadap regulator untuk memperketat pengawasan semakin besar.

Data telah berbicara: US$6,3 miliar raib dalam sekejap.

Kini saatnya industri mengubah data itu menjadi emas berupa sistem yang lebih aman, bukan sekadar angka kerugian di laporan keuangan.

[STRATEGI SOLUSI]

Di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap infrastruktur digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci.

BERNAS Network menyatukan Loker BERNAS, Magang BERNAS, dan bursa bisnis daerah dalam satu jaringan untuk menghubungkan talenta dengan peluang di industri keamanan siber dan teknologi finansial.

Program ini masih dalam tahap beta, dan Anda dapat mendaftar untuk mendapatkan informasi lebih awal.

Bagi institusi dan perusahaan yang ingin membangun sistem keamanan digital yang lebih tangguh, Jasa SEO & Ads BERNAS menawarkan audit teknis dan optimasi yang dapat membantu memperkuat kehadiran digital sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber.

Untuk transformasi yang lebih mendalam, Consulting Business Plan dari BERNAS menyediakan sesi konsultasi 1-on-1 yang membantu bisnis merancang roadmap transformasi digital berbasis AI, termasuk diagnosa peluang dan rekomendasi tools yang tepat.

Ingin mendesain ulang karir Anda untuk standar global di bidang keamanan siber dan teknologi? Bergabunglah dengan UNMAHA melalui unmaha.ac.id/pmb.

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Binance Diduga Diretas Hacker Korut, US$6,3 Miliar Dibobol?

Peretasan terbesar dalam sejarah bursa kripto: dana US$6,3 miliar dibobol lewat laptop seorang insinyur.

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Konsultasi Digital & AI — Gratis

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“Binance Diduga Diretas Hacker Korut, US$6,3 Miliar Dibobol”

R
Redaksi BERNAS
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem