Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Oleh: Paulus Yesaya Jati•17 September 2026
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Foto: (foto: Ist)
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung berbasis outcome melalui pendekatan Value-Based Health Care dalam Program JKN."
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito

🗓️ Dipublikasikan pada 17 September 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

CIMAHI, BERNAS.ID - BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung pada Program JKN melalui pendekatan Value-Based Health Care. Pendekatan tersebut menempatkan health outcomes dan total biaya sepanjang siklus pelayanan sebagai dasar dalam menciptakan nilai bagi peserta.

Pernyataan Direktur Utama BPJS Kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan transformasi layanan diperlukan untuk menjawab tantangan peningkatan biaya pelayanan kesehatan sekaligus memastikan pembiayaan JKN memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi peserta. Menurutnya, keberlanjutan Program JKN tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dalam membiayai pelayanan kesehatan, tetapi oleh kemampuan untuk memastikan menghasilkan outcome kesehatan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia.

Data Biaya Pelayanan Kesehatan

Tantangan peningkatan biaya pelayanan kesehatan terlihat dari tingginya pembiayaan di rumah sakit. Dari data BPJS Kesehatan, total biaya pelayanan kesehatan Program JKN pada 2025 mencapai Rp191,3 triliun, dengan sekitar 87,1 persen realisasi pembiayaan berasal dari pelayanan di rumah sakit.

Beban Penyakit Jantung

Penyakit jantung menjadi salah satu perhatian dalam Program JKN seiring tingginya utilisasi layanan dan biaya yang dibutuhkan. Pada 2025, penyakit jantung yang dijamin oleh Program JKN tercatat lebih dari 29,7 juta kasus dengan pembiayaan sekitar Rp17,35 triliun.

Penguatan Pelayanan di FKTP

Tingginya kebutuhan pelayanan jantung dalam ekosistem JKN perlu diantisipasi sejak dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan mengendalikan faktor risiko. Banyak kasus penyakit jantung yang merupakan dampak faktor risiko yang tidak terkendali di hulu, sehingga perlu penguatan pelayanan di tingkat FKTP.

Dalam pendekatan Value-Based Health Care, FKTP diperkuat sebagai fondasi pengendalian kasus jantung melalui upaya promotif dan preventif. Penguatan tersebut mencakup:

  • pengendalian tekanan darah dan gula darah,
  • pemantauan HbA1C secara rutin,
  • kepatuhan pengobatan, serta
  • pemantauan peserta berisiko tinggi.

Pendekatan di Rumah Sakit

Di rumah sakit, BPJS Kesehatan juga mendorong pelayanan yang berorientasi pada mutu dan outcome. Sejumlah pendekatan yang dikembangkan antara lain:

  • pengambilan keputusan terpadu melalui Heart Team,
  • tata laksana klinis sesuai pedoman,
  • pemeriksaan Fractional Flow Reserve (FFR), dan
  • staged revascularization.
  • Perubahan Indikator Monitoring

    BPJS Kesehatan juga mendorong perubahan indikator monitoring mutu penjaminan pelayanan intervensi jantung dari indikator proses menuju indikator outcome. Indikator yang dipantau mencakup:

    • waktu tanggap kritis,
    • keselamatan pasca tindakan,
    • akurasi intervensi,
    • kualitas pemulihan,
    • kepatuhan protokol, serta
    • efisiensi sistem rujukan.

    Kita ingin mengubah paradigma dari paying for services menjadi purchasing better outcomes, dari treating events menjadi preventing events, serta dari mengukur utilisasi menjadi mengukur outcome.

    Dukungan dari Kodam III Siliwangi

    Mewakili Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi, Pamen Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Lingkungan Hidup, Tri Adrijanto Santoso, mengatakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi. Kemudahan akses, kecepatan layanan, serta kualitas layanan juga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kodam III Siliwangi mendukung program pemerintah dalam upaya promotif dan preventif, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat.

    Komitmen RS Tingkat II Dustira

    Kepala Rumah Sakit Tingkat II Dustira Muchlas Fahmi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien, termasuk dalam pelayanan penyakit jantung beserta berbagai layanan pendukungnya. Pemanfaatan layanan jantung oleh peserta JKN di RS Dustira bisa dikatakan tinggi. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, RS Dustira telah melayani 975 pasien cathlab yang semuanya merupakan peserta JKN.

    Pandangan BPJS Watch

    Koordinator BPJS Watch, Timbul Siregar mengatakan penyakit jantung merupakan salah satu penyakit dengan biaya tinggi yang dijamin oleh Program JKN. Menurutnya, untuk menekan tingginya angka penyakit tersebut diperlukan upaya promotif dan preventif, termasuk penerapan pola hidup sehat. Timbul juga menilai Program JKN perlu terus didorong untuk meningkatkan efisiensi dengan menerapkan pendekatan Value-Based Health Care yang berbasis outcome.

    📊 Survei Kilat BERNAS

    Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

    Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

    FAQ: Ringkasan Cepat

    Apa inti dari BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome?

    BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung berbasis outcome melalui pendekatan Value-Based Health Care dalam Program JKN.

    Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

    Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

    Bagikan artikel ini

    WhatsAppTelegram

    Untuk Mitra & Pengiklan

    Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

    Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

    Lihat Paket Iklan

    “BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome”

    P
    Paulus Yesaya Jati
    Click to Share
    Discovery Insight

    Data Transmutation:
    Digital Sovereignty

    Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

    Lihat Ekosistem

    Peluang Karir & Bisnis Digital

    Potensi Penghasilan (2026)
    Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

    Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

    Prospek Karir
    ⚡ Sangat Tinggi

    Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.