Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

AI Ubah Peran Perpustakaan, Tak Lagi Sekadar Pusat Informasi

Oleh: Paulus Yesaya Jati•4 Agustus 2026
AI Ubah Peran Perpustakaan, Tak Lagi Sekadar Pusat Informasi
Foto: (foto: Ist)
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Perkembangan AI menggeser peran perpustakaan dari penyedia informasi menjadi penjaga kebenaran di tengah arus informasi digital."
Ilustrasi

🗓️ Dipublikasikan pada 4 Agustus 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menggeser peran perpustakaan. Selama ini perpustakaan berfokus menyediakan akses terhadap sumber pengetahuan. Kini tantangan yang dihadapi adalah memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar di tengah derasnya arus informasi hasil AI.

Transformasi Digital Perpustakaan

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Prof E Aminudin Aziz mengatakan transformasi digital perpustakaan identik dengan digitalisasi koleksi, pembangunan repositori, interoperabilitas metadata, hingga perluasan akses informasi. Kini memasuki fase yang lebih kompleks dengan kehadiran AI yang mengubah teknologi yang digunakan, tetapi juga mengubah cara manusia berpikir, belajar, mencari informasi, mengambil keputusan, bahkan membangun pengetahuan.

Pidato Kunci di KPDI ke-17

"Selama ini pertanyaan utama perpustakaan adalah bagaimana menyediakan informasi. Namun hari ini pertanyaannya telah berubah menjadi bagaimana memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar. Bagaimana membangun kemampuan berpikir kritis di tengah banjir informasi, menggunakan dukungan AI tanpa kehilangan integritas, etika, dan moral, serta menjaga agar perpustakaan tetap menjadi institusi yang dipercaya ketika mesin mampu menghasilkan jawaban hanya dalam hitungan detik," tutur Profesor Aminudin Aziz dalam pidato kunci Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 di UMY, Selasa (4/8/2026).

Peluang dan Risiko AI

Dikatakannya, perkembangan AI memang membuka berbagai peluang bagi masyarakat. Teknologi tersebut mampu mempercepat pencarian informasi, merangkum dokumen dalam waktu singkat, membantu penerjemahan berbagai bahasa, mendukung penelitian, hingga memperluas akses pembelajaran yang lebih inklusif. Namun di balik berbagai kemudahan tersebut, AI juga dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat, bias, tidak memiliki sumber yang jelas, bahkan sepenuhnya keliru meski disajikan dengan cara yang meyakinkan.

Peran Strategis Perpustakaan

Perubahan tersebut menempatkan perpustakaan pada posisi yang semakin strategis. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi menyediakan akses terhadap informasi, tetapi juga berperan membangun kecakapan literasi informasi, digital, dan data agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.

Fokus pada Manusia

Menurutnya, transformasi yang sedang terjadi bukan semata-mata tentang perkembangan teknologi, melainkan tentang kesiapan manusia dalam menghadapinya. "Pusat perubahan dan transformasi bukanlah teknologi, melainkan manusia. Perpustakaan memiliki tanggung jawab membangun masyarakat yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi untuk mengakses dan memproduksi informasi, namun juga sadar terhadap kualitas informasi, kredibilitas sumber, keamanan data pribadi, perlindungan hak cipta, serta pentingnya etika dalam pemanfaatan AI," jelas Prof Aminudin.

Perubahan Perilaku Pencarian Informasi

Ia juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi. Jika sebelumnya seseorang terbiasa menelusuri berbagai referensi sebelum menyusun kesimpulan sendiri, kini banyak pengguna lebih memilih memperoleh jawaban secara instan melalui platform berbasis AI. Perubahan perilaku tersebut perlu dipahami oleh perpustakaan agar mampu menghadirkan layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna, tanpa mengurangi kualitas akademik maupun integritas informasi.

Perpustakaan Masa Depan

"Perpustakaan masa depan bukanlah perpustakaan yang memiliki teknologi paling canggih. Melainkan perpustakaan yang mampu membangun manusia yang cerdas, kritis, kreatif, adaptif, dan berintegritas dalam memanfaatkan informasi. Teknologi akan terus berubah, tetapi nilai dasar perpustakaan sebagai institusi yang menjamin akses terhadap pengetahuan yang terpercaya, mendukung pembelajaran sepanjang hayat, menjaga memori kolektif bangsa, dan memperkuat budaya literasi masyarakat akan tetap dibutuhkan," tutup Aminudin.

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari AI Ubah Peran Perpustakaan, Tak Lagi Sekadar Pusat Informasi?

Perkembangan AI menggeser peran perpustakaan dari penyedia informasi menjadi penjaga kebenaran di tengah arus informasi digital.

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“AI Ubah Peran Perpustakaan, Tak Lagi Sekadar Pusat Informasi”

P
Paulus Yesaya Jati
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.