Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

Terkini
NASIONAL

Penjelasan Novelis Tere Liye, Perihal Statusnya yang Menghebohkan Media Sosial

Oleh: Redaksi Bernas•6 Maret 2016
Penjelasan Novelis Tere Liye, Perihal Statusnya yang Menghebohkan Media Sosial
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"HarianBernas com Penulis Tere Liye selama beberapa hari terakhir telah membuat kehebohan di media sosial bahkan ia sempat menjadi trending topic di media..."

🗓️ Dipublikasikan pada 6 Maret 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

HarianBernas.com – Penulis Tere Liye selama beberapa hari terakhir telah membuat kehebohan di media sosial, bahkan ia sempat menjadi trending topic di media sosial twitter. Semua ini bermula dari tulisannya  tentang Pahlawan Kemerdekaan yang diunggah dalam akun fan page-nya.

Diambil dari akun fan page Tere Liye, “Indonesia itu merdeka, karena jasa-jasa tiada tara para pahlawan–yang sebagian besar diantara mereka adalah ulama-ulama besar, juga tokoh-tokoh agama lain. Orang-orang religius, beragama.

Apakah ada orang komunis, pemikir sosialis, aktivis HAM, pendukung liberal, yang pernah bertarung hidup mati melawan serdadu Belanda, Inggris, atau Jepang? Silahkan cari.

Anak muda, bacalah sejarah bangsa ini dengan baik.

Jangan terlalu terpesona dengan paham-paham luar, seolah itu keren sekali; sementara sejarah dan kearifan bangsa sendiri dilupakan.”

Langsung saja tulisan ini mendapat respon beragam dari para netizen. Banyak dari mereka yang mengambil status ini untuk dijadikan viral di media sosial. Memang jika disimak, tidak sedikit tulisan Tere Liye di fan page mengabaikan jasa pahlawan lainnya jika berlatar belakang sosialis komunis.

Dengan pengikut 1.3 juta di fan page-nya, sontak membuat netizen ramai memberikan komentarnya. Bahkan ada seorang netizen yang mengirimkan surat terbuka untuk Tere Liye atas tulisan tentang Pahlawan Kemerdekaan.

Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya

Nama-nama seperti  H.O.S Tjokroaminoto, Tan Malaka, dan Soekarno disebut netizen tidak dianggap Tere sebagai pahlawan. Dari tulisan Tere Liye ini, banyak para netizen yang akan memboikot buku-buku Tere.

Tak lama berselang, Tere Liye memberikan klarifikasi dengan tulisan “Akan saya copy paste penjelasan saya ke penerbit dan beberapa pihak.

Saya serahkan ke kalian sepenuhnya mau bereaksi seperti apa setelah penjelasan ini:

Pertama-tama, saya minta maaf jika keriuhan media sosial hari ini membuat tidak nyaman semua orang.

Yang kedua, akan saya jelaskan poin dari status yang membuat banyak pihak tidak terima. Maksud dari postingan itu hendaknya dibaca dengan baik. Poin pentingnya adalah jangan melupakan peran ulama dan tokoh-tokoh agama lain sebagai pahlawan perjuangan kemerdekaan.

Redaksionalnya memang jadi seperti menyerang jika dianggap menyerang.

Tapi kalau semua orang mau jujur, terutama yang sangat keberatan dengan status ini, bukankah saat mereka membuat tulisan Tan Malaka, Sutan Sjahrir, dan lain-lain di media sosial masing-masing, mereka juga menafikan peran ulama, tokoh agama lain?

Saat mereka membahas paham komunis, paham sosialis, seolah besar sekali dampak pemikiran tokoh-tkoh paham ini dalam membentuk negara, melupakan peran pihak lain.

Kemudian mereka tutup diskusi dengan juga menyuruh siapapun membaca buku sejarah jika tidak percaya? Saya simply hanya melakukan pola yang sama.

Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap

Saya tidak menulis: tidak ada komunis dan seterusnya. Yang saya tulis di sana, “silahkan cari”, dengan demikian, semoga orang tergerak untuk membaca sejarahnya secara seimbang.

Dari ratusan tahun perjuangan kemerdekaan di Indonesia, daftar ulama, tokoh-tokoh agama lain juga sangat-sangat banyak, dan kita bisa sama-sama melihat posisinya lebih baik.

Baru dua hari lalu saya pulang dari tanah kelahiran Tan Malaka dan Sutan Sjahrir. Berdiskusi dengan orang-orang setempat, mencoba belajar banyak hal. Saya tidak sedang menghilangkan peranan kelompok tertentu atau sedang antipati, saya hanya berusaha menyeimbangkan pemahaman.

Itulah kenapa, status tersebut di tutup dengan: Jangan terlalu terpesona dengan paham-paham luar, seolah itu keren sekali; sementara sejarah dan kearifan bangsa sendiri dilupakan. Kurang lebih demikian.

Tentang isu ancaman boikot, tidak akan membeli buku-buku Tere Liye lagi, dan berbagai macam ancaman lainnya, Tere hanya berharap bahwa di kemudian hari orang-orang akan dapat saling memahami dan membuat negeri ini menjadi lebih lebih baik dari sebelumnya.

Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Penjelasan Novelis Tere Liye, Perihal Statusnya yang Menghebohkan Media Sosial?

HarianBernas com Penulis Tere Liye selama beberapa hari terakhir telah membuat kehebohan di media sosial bahkan ia sempat menjadi trending topic di media...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Penjelasan Novelis Tere Liye, Perihal Statusnya yang Menghebohkan Media Sosial”

R
Redaksi Bernas
Click to Share

Populer di tokoh

Semantic Authority Linker

Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.