YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Di bawah langit cerah Embung Taman Budaya Yogyakarta, Senin (2/11/2026) pagi, ratusan siswa dari berbagai penjuru Kota Yogyakarta berkumpul dengan wajah penuh harap. Mereka adalah peserta Achievement Motivation Training (AMT), sebuah kegiatan yang bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan titik awal penguatan semangat belajar bagi anak-anak dari keluarga yang tercatat dalam basis data Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) Kota Yogyakarta.
Diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 2 November hingga 5 November 2026, dan diikuti sebanyak 904 peserta, terdiri dari siswa Sekolah Dasar (SD), serta siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pada hari pertama, peserta didominasi oleh jenjang SMP, bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari strategi pendampingan agar anak-anak yang akan memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi semakin mantap melangkah.
Dalam sambutannya diacara Pembukaan AMT, Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus memotivasi. Ia mengajak seluruh peserta merenungi filosofi sederhana namun bermakna mendalam, perjalanan hidup manusia ibarat berangkat dari titik awal (B) menuju titik akhir (D).
Di antara keduanya, ada huruf C, yang berarti Change atau Perubahan.
"Kita semua tidak bisa memilih dari rahim kita dilahirkan, tetapi yang bisa kita atur adalah perjalanan dari titik B ke D. Di tengah-tengahnya ada C, yaitu perubahan. Kita tidak ingin terus-menerus berada dalam kondisi yang kurang beruntung, oleh karena itu diperlukan strategi," ujar Agus di hadapan ratusan peserta.
Ia menegaskan bahwa prioritas pemberian motivasi kepada siswa SMP di hari pertama bukan karena adanya penurunan prestasi atau rasa minder.
Tujuan utamanya jelas, memberikan dorongan semangat agar anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan tetap terdorong untuk melanjutkan pendidikannya, sekaligus bagian dari upaya nyata mengurangi angka anak putus sekolah di Kota Yogyakarta.
Lebih jauh, Agus menyampaikan jaminan tegas dari Pemerintah Kota Yogyakarta, jalur pendidikan mereka terjamin hingga ke jenjang tertinggi.
"Ketika anak ini lulus SD, dilanjutkan ke SMP, lulus SMP dilanjutkan ke SMA, dan setelah itu juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Pemerintah hadir di sana, menjamin jalur pendidikannya," tegasnya.

Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mewakili Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang hadir dalam acara yang sama menyampaikan pesan yang langsung menyentuh hati para peserta. Ia mengajak anak-anak untuk menanamkan keyakinan: "Saya mampu!" karena percaya diri adalah modal pertama untuk meraih mimpi.
"Kalau teman lain bisa pergi ke mal sebelum ujian, atau memiliki kemudahan yang belum kalian miliki, jangan minder.
Kalian tidak perlu merasa kurang beruntung. Semua yang kita jalani adalah proses yang membentuk kita," tuturnya, berbagi kisah masa kecilnya sendiri yang juga tumbuh dalam keterbatasan.
Kepada para siswa kelas IX yang akan menghadapi ujian akhir, ia menegaskan, pendidikan bukan sekadar soal ijazah atau pekerjaan. Pendidikan membentuk kecerdasan utuh, bukan hanya kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).
Itulah bekal yang tak ternilai seumur hidup.
Suasana acara pun terasa hangat dan akrab. Di sela-sela penyampaian pesan, Agus Arif dengan santai menanyakan siapa yang membawa gorengan, yang langsung disambut tawa lebar dan tepuk tangan riuh ratusan siswa. Sebuah momen sederhana namun bermakna, kita semua sama, kita berjuang bersama, dan masa depan cerah menanti siapa yang tak menyerah pada mimpi.
AMT bukan kegiatan biasa.
Program ini dirancang sebagai intervensi non-akademik yang fokus pada penguatan karakter anak-anak. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan membangun empat pilar utama:
1. Meningkatkan motivasi belajar agar anak berkeinginan kuat meraih prestasi
2.
Melatih penetapan tujuan hidup, mengenali mimpi dan langkah mencapainya
3. Membangun ketangguhan mental dan kepercayaan diri agar tak mudah menyerah pada keterbatasan
4. Mencegah putus sekolah, memastikan wajib belajar 12 tahun benar-benar tercapai
Assessment Interaktif Cepat
Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI
Dengan metode interaktif, mulai dari sesi motivasi, permainan kelompok, kegiatan luar ruangan, hingga refleksi, peserta diajak mengenali potensi diri, belajar beradaptasi, menyelesaikan masalah, dan memperkuat aspek emosional serta spiritual.
Agus Arif menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak diukur dari angka di atas kertas semata.
"Anak-anak Kota Yogyakarta jika diukur dari capaian akademik sebenarnya sudah relatif tinggi.
Namun, kita berharap mereka juga semakin memiliki ketangguhan diri atau self-resilience yang kuat untuk menghadapi masa depan," ujarnya.
KSJPS sendiri merupakan basis data kedaruratan sosial ekonomi multidimensi yang mencakup kelompok desil 1 dan desil 2 di Kota Yogyakarta, menjadi dasar penyaluran berbagai bentuk perlindungan sosial, termasuk Jaminan Pendidikan Daerah (JPD). Data ini terintegrasi dengan Dinas Sosial, sehingga pendampingan dan bantuan dapat berjalan terarah dan berkelanjutan.
Kebijakan afirmasi pun terus diperkuat, antara lain melalui peningkatan persentase kuota jalur penerimaan peserta didik baru khusus bagi anak-anak KSJPS maupun anak berkebutuhan khusus.
Kedepannya, kegiatan AMT direncanakan akan digelar secara rutin setiap tahun dan diperluas jangkauannya hingga menyasar penerima JPD lainnya.
"Kita pastikan, tidak ada istilah anak tidak mampu sehingga tidak sekolah. Hal ini tidak perlu lagi diragukan, karena sudah menjadi komitmen tegas Pemerintah Kota Yogyakarta," tegas Agus Arif.
Seluruh anggaran pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Yogyakarta, bukti nyata bahwa mengentaskan kemiskinan dimulai dengan memastikan setiap anak memiliki akses pendidikan yang layak.
Di antara ratusan peserta, ada Nindi Natasya Putri, siswi kelas IX dari SMP Taman Dewasa Jetis.
Untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan seperti ini, wajahnya tampak ceria dan antusias.
"Seru, bisa bertemu banyak teman, dapat teman baru. Nanti ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada orang lain di sekolah," ungkapnya dengan senyum lebar.
Semangat Nindi adalah cerminan dari semangat 904 peserta lainnya. Melalui AMT ini, diharapkan keterbatasan ekonomi tak lagi menjadi penghalang mimpi.
Pendidikan tetap menjadi jalan perubahan yang akan memutus siklus kemiskinan, satu generasi berpendidikan dan berdaya saing di Kota Yogyakarta.
Disela kegiatan AMT juga diserahkan beasiswa kepada pelajar SMP dan SMA dari jalur KSJPS dengan nilai TKA terbaik se Kota Yogyakarta. (mar)
Berita Terkait:
Dikukuhkan Sebagai Profesor, Ahmad Redi Dorong Penguatan Keilmuan Hukum Administrasi Negara
Yogyakarta Sambut Era Baru Heritage Combat Sportainment Berupa Olahraga Tinju di Benteng Vredeburg
Baca juga:
Media Gathering, UPN Veteran Yogyakarta Penguatan Kolaborasi dengan Insan Pers
Demo Mahasiswa Bakar Gedung Kementerian, Kemensetneg Rapat Koordinasi
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari 904 Siswa KSJPS Kota Yogyakarta Ikuti AMT, Dorong Anak Terus Melanjutkan Sekolah?
ratusan siswa dari berbagai penjuru Kota Yogyakarta berkumpul dengan wajah penuh harap. Mereka adalah peserta Achievement Motivation Training (AMT)
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




