YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Beredar video viral kurir dimarahi seorang perempuan yang memesan barang dengan sistem COD. Dalam rekaman tersebut terlihat pembeli begitu emosional karena paket yang sampai isinya tidak sesuai.
Pelanggan tersebut memilih sistem COD (Cash On Delivery) dalam transaksi tersebut. COD merupakan sistem pembayaran yang tidak memerlukan dompet digital atau rekening bank pengguna aplikasi belanja online.
Pembeli akan membayar secara cash atau tunai kepada kurir yang mengantarkan barang.
Namun yang terjadi pada video itu justru kurir dimaki-maki. Padahal, pengantar paket hanya mengantar barang pesanan.
Menanggapi insiden tersebut, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyatakan penyampaian keluhan dengan makian justru menimbulkan masalah baru.
Ketua Umum Asperindo M Feriadi mengatakan tidak semestinya keluhan diungkapkan dengan amarah berlebihan, apalagi sampai mencaci petugas pengantar paket.
“Seperti yang disampaikan juga oleh lembaga yang berkaitan dengan perlindungan konsumen, bahwa keluhan yang disampaikan dengan makian menggunakan kata-kata tidak pantas, tidak dibenarkan,” katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima Bernas.id pada Rabu (19/5).
Feriadi menyampaikan ada sejumlah langkah mitigasi yang masih dikembangkan untuk mengantisipasi peristiwa serupa terulang kembali.
“Dengan teknologi saat ini setiap proses dalam pengantaran paket dapat termonitor, termasuk ketika kurir berinteraksi dengan pelanggan, sehingga penanggung jawabnya jelas,” ujarnya.
“Tujuannya dalam rangka terciptanya aktivitas jual-beli dalam ekosistem e-commerce yang setiap prosesnya dapat dipertanggungjawabkan bersama”, lanjut Feriadi.
Sebelumnya, dalam video viral berdurasi 2:14 yang diupload akun Twitter @batuakik terlihat seorang ibu memaki kurir dengan kata-kata kasar. Sementara sang kurir merekam aksi pelanggan tersebut.
“Ini kalau sobek, lu yang gue injek,” katanya, sambil melanjutkan makiannya.
Assessment Interaktif Cepat
Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI
Hingga berita ini ditulis, video tersebut sudah ditonton sebanyak 2,6 juta kali dan di retweet 26 ribu pengguna Twitter.
Di Indonesia, sistem COD mulai diminati pelanggan seiring berkembangnya e-commerce.
Pembeli kerap tidak memahami aturan COD yang berlakukan masing-masing platform. Biasanya, pembeli harus melakukan pembayaran ke kurir sebelum menerima atau membuka paket.
Lalu, seperti apa awal mula sistem pembayaran semacam ini dipakai dalam bisnis?
Awal Mula Sistem COD
Sistem pembayaran COD (Cash On Delivery/Collect On Delivery) memang memudahkan masyarakat ketika berbelanja secara daring, namun tidak punya rekening bank atau mobile banking atau alat bayar digital lainnya.
Mengutip situs Encyclopaedia Britannica, COD merupakan istilah umum untuk paket yang harus dibayar ketika sampai kepada pelanggan. Pembayaran biasanya dilakukan secara tunai, tapi tak jarang juga memakai cek apabila memungkinkan.
COD pertama kali diperkenalkan di Swiss pada 1849, kemudian menyusul India dan Australia pada 1877, Amerika Serikat pada 1913, Kanada pada 1922, dan Inggris Raya pada 1926.
Di Swiss, ketika pengantar barang telah menyelesaikan tugasnya, penerima memberikan sebuah cek atau instrumen pembayaran lain kepada pengantar.
Cek ini untuk membayar pemilik barang atau penyuplai, yang nominalnya telah dinegosiasikan sebelumnya antara pembeli dan penjual.
Melansir dari situs Smithsonian National Postal Museum, di Amerika Serikat, layanan COD mulai diterapkan pada 1 Juli 1913. Ketika itu, biaya COD dikenakan sebesar 10 sen, sudah termasuk asuransi kehilangan barang, yang nilainya tidak lebih dari US$50.
Hingga kini, biaya penanganan sistem COD masih berlaku meski tak jarang sejumlah aplikasi belanja daring memberikan promosi.
Misalnya, dalam aturan Shopee Indonesia, pesanan COD pertama hingga ke-6 tidak dikenakan biaya, sementara COD ke-7 dan seterusnya akan dikenakan biaya penanganan sebesar 3% dari total transaksi. Blibli.com mengenakan biaya 2% untuk fasilitas pembayaran dengan COD.
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Viral Video Kurir Dimarahi, Asperindo: Keluhan dengan Makian Tidak Dibenarkan?
Beberapa waktu lalu sempat viral video kurir dimarahi seorang perempuan yang memesan barang dengan sistem COD. Lalu apaitu COD dan bagaimana awal mulasistem CO...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




