Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ini Dia Sosok Politikus dengan Jiwa Seniman

Oleh: Redaksi Bernas•19 Mei 2016
Ini Dia Sosok Politikus dengan Jiwa Seniman
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Politikus berjiwa seniman Bukankah seorang politikus harusnya memiliki jiwa politik Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau yang kerap dipanggil Gu..."

🗓️ Dipublikasikan pada 19 Mei 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

HarianBernas.com – Politikus berjiwa seniman? Bukankah seorang politikus harusnya memiliki jiwa politik?

Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau yang kerap dipanggil Guruh Soekarnoputra adalah seorang seniman dan juga politikus. Ia merupakan anak bungsu dari presiden pertama di Indonesia dengan Fatmawati.

Sejak kecil,  Guruh sudah mencintai kesenian dan sastra.

Hal ini teerbukti saat usianya baru menginjak 5 tahun, ia sudah belajar menari dengan tarian dari beberapa daerah, seperti Jawa, Sunda, Bali.

Di usianya yang sama, ia membentuk sebuah band yang terdiri dari teman-teman sebayanya.

Ketika ia menginjak masa remaja, ia kembali memberntuk sebuah band pada tahun 1965 yang bernama The Beat-G. Pada tahun 1975 ia berhasil merlis album perdananya di tahun 1975 berjudul Guruh Gypsy dengan iringan musik paduan gamelan Bali.

Kemudian pada tahun 1977 ia mendirikan sebuah organisasi pemuda yang bernama Swara Medika dan PT Gencar Semarak Perkasa (GSP) pada tahun 1989.

Kegiatan dalam organisasinya tak lantas membuatnya lupa dengan rasa cintanya pada dunia seni, Guruh kemudian mengadakan sebuah pagelaran seni, seperti Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra I pada 1979, Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra II: Untukmu Indonesiaku dan memproduksi film semi-dokumenter Untukmu Indoensiaku (1980), Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra III: Cinta Indoensia Pagelaran Jakarta Week di Singapura (1984), dan Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno IV: Gilang Indonesia Gemilang (1986).

Guruh kemudian melanjutkan di bidang perfilman dengan menjadi ilustrator musik film Ali Topan Anak Jalanan. Ia juga pernah berperan sebagai Sunan Muria dalam film Sembilan Wali (1985). Kini Guruh lebih banyak terlibat dalam beberapa kegiatan di bidang politik, ia juga menjadi salah satu pendiri partai PDIP.

Guruh menggambarkan politik seperti bidang seni. Dia pun ingin memperjuangan politik selaras dengan seni, demi negara.

Guruh memang politikus yang mencintai dunia seni. Kecintaannya pada bangsa Indonesia telah mendarah daging dalam dirinya.

Ia menuangkan kecintaannya tersebut dalam hasil karya seninya. Ia menunjukkan bahwa seorang politikus tak harus memiliki jiwa politik. Dengan politik, ia juga dapat menyalurkan jiwa seninya.

 

Tag:#inspirasi#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram