Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ternyata Putri Nabi Muhammad Pernah Dinikahi Pria Beda Agama Lho! Ini Buktinya

Oleh: Redaksi Bernas•22 Januari 2018
Ternyata Putri Nabi Muhammad Pernah Dinikahi Pria Beda Agama Lho! Ini Buktinya
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Tentu bila ditanya tentang kisah cinta yang sangat menginspirasi dalam Islam, hampir semua orang akan menyebutkan kisah cinta Nabi Muhammad SAW..."

🗓️ Dipublikasikan pada 22 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

Bernas.id – Cinta tidak bisa dihalangi karena memang datang dengan sendirinya. Tentu bila ditanya tentang kisah cinta yang sangat menginspirasi dalam Islam, hampir semua orang akan menyebutkan kisah cinta Nabi Muhammad SAW dan Khadijah, Ali bin Abi Thalib dan Fathimah, serta Nabi Yusuf AS dan Zulaikha. Tak sedikit tulisan yang menggambarkan kisah-kisah cinta mereka.

Tentu kita merasa terharu bagaimana Nabi Muhammad SAW menikahi Khadijah yang lebih tua 15 tahun, Nabi Yusuf AS akhirnya menikahi Zulaikha meski keduanya mengalami ujian cinta yang berat, serta kisah Fathimah dan Ali bin Abi Thalib yang mencintai meski dalam diam.

Menyaksikan kisah mereka dapat disatukan dalam ikatan pernikahan tentu membuat kita menyadari jika Allah SWT mempunyai kuasa dalam menulis skenario menarik untuk setiap hamba-Nya.

Tak hanya 3 kisah cinta di atas, masih ada satu kisah lagi yang menarik untuk diresapi. Kisah ini menggambarkan bagaimana cinta itu tak memaksakan kehendak. Tidak ada yang salah dengan mencintai seseorang, tetapi memilih antara Allah dan cinta, kita pun teguh setia pada-Nya.

Cinta antara Zainab bin Muhammad dan Abil Ash bin Rabi sebagai buktinya.

Kisah cinta antara putri Nabi Muhammad SAW yang notabene seorang muslimah dengan pria nonmuslim pantas untuk dipahami oleh kita saat ini. Semoga kisah tersebut menjadi refleksi dari cerita cinta beda agama yang ramai diperdebatkan.

Tiba waktunya untuk menikah, Halah binti Khuwailid pun ingin meminang Zainab bin Muhammad untuk sang putera, Abil Ash bin Ash, seorang lelaki tampan dengan kekayaan yang melimpah. Zainab bergembira dengan pinangan tersebut karena ia telah mengenal Abil Ash semenjak kecil.

Akhirnya pernikahan pun digelar dan Makkah pun bergembira dengan kabar pernikahan tersebut. Keduanya hidup dalam keharmonisan.

Hanya saja ketika itu Islam belum datang. Hingga ketika wahyu turun kepada sang Ayahanda, Rasulullah SAW, Zainab memilih untuk mengikuti iman orangtuanya.

Tetapi tidak bagi Abil Ash. Ia tidak gampang menerima keimanan tersebut dan enggan meninggalkan agamanya. Keduanya pun sadar jika terdapat kekuatan yang lebih hebat dibandingkan cinta mereka.

Setelah pulang dari urusan perniagaan, Abil Ash berucap, ?Tidak akan ada lagi tujuan kita, hai Zainab, terlebih lagi jika kamu tetap dalam agamamu sedangkan aku masih berada dalam agamaku.

Demi Tuhan, ayah kamu itu bukan orang yang salah dalam hal ini.

Tapi aku tak ingin bila harus meninggalkan kaumku, dan harus menjadi kafir (menurut pemikiran Abil Ash) dengan mengingkari agama dari nenek moyangku bila cuma ingin membuat isteriku bahagia.?

Abil Ash dan Zainab sontak terdiam dan merenungi kenyataan sembari mengingat perjalanan cinta yang telah dilalui mereka berdua. Tiba-tiba saja terdapat sebuah bisikan yang mengatakan, ?Bila agama harus memisahkan kedua jasad, maka cinta suci mereka masih ada sampai keduanya dapat disatukan oleh agama itu sendiri.?

Tiba saatnya dimana muslim harus berperang melawan Qurays.

Nabi Muhammad SAW beserta keluarga berhijrah ke Madinah. Hanyalah Zainab yang masih berada di Makkah karena tak memperoleh izin dari sang suami untuk mengikuti ayahanda.

Sampai perang Badr bergejolak, Zainab menjadi satu-satunya muslimah yang ada di lingkungan kafir Qurays di kota suci tersebut.

Lebih tragisnya lagi, Abil Ash justru menjadi salah satu pemimpin kaum Qurays yang memerangi mertuanya sendiri.

Sampai akhirnya catatan sejarah membuktikan jika pasukan muslim mampu memenangi peperangan meskipun kalah dalam jumlah.

Sebagai catatan: larangan pernikahan berbeda agama baru terjadi setelah perang Badr karena turunnya wahyu surat QS Al Baqarah 2:221 dan Al-Mumtahanah 60:10 yang tidak memperbolehkan muslimah dinikahi lelaki kafir.

Abil Ash dan anggota pasukan Qurays yang masih hidup langsung ditawan, keluarganya pun mengirimkan tebusan untuk bisa membebaskan mereka. Tak terkecuali Zainab, ia memberikan kalung pernikahannya sebagai tebusan. Padahal kalung itu merupakan pemberian mendiang ibunda, Khadijah.

Hati Rasulullah pun menangis.

Dalam sekejap, wajah Khadijah kembali mencuat dalam ingatan.

Tak sampai hati, Beliau pun berucap, ?Jika kalian tak merasa keberatan untuk melepaskan tawanan (Abil Ash) serta mengembalikan harta yang dimilikinya, mari kita lakukan.?

Pengikut Nabi pun menjawab, ?Baiklah, wahai Rasul.?

Abil Ash terbebas dan berjanji kepada Nabi SAW untuk membebaskan Zainab dan mengembalikan isteri tercintanya kepada Beliau.

Kini ia tahu betapa cinta Zainab sangat besar, walaupun agama telah menjadi tembok pemisah di antara keduanya.

Memenuhi janjinya, Abil Ash pun mengembalikan Zainab. Ia berucap dengan meneguhkan hatinya, “Kembalilah pada ayahmu, Zainab.” Hari perpisahan pun tiba, pria yang sangat mencintai istrinya tersebut tak mampu menahan air matanya ketika melihat Zainab pergi. Itu adalah perpisahan karena kekuatan agama yang teguh di dalam hati mereka masing-masing. 

Selama 6 tahun berpisah, hati keduanya masih saling mencintai.

Singkat cerita, Abil Ash kemudian masuk Islam karena sebuah peristiwa yang menyadarkan betapa luar biasanya agama ini. Kemudian Abil Ash dan Zainab menikah untuk kedua kalinya.

Tetapi sayangnya, setelah 1 tahun mengikat cinta mereka kembali, putri Nabi SAW pun harus berpulang.

Dari kisah cinta Zainab dan Abil Ash, kita pun dapat mengambil pelajaran jika Allah SWT telah berkehendak, tak ada siapa dan apapun yang menghalangi.

Cinta mereka mengajarkan arti mencintai yang sesungguhnya.

Sekarang kita sering mendengar muslim yang rela untuk menggadaikan imannya untuk dapat menikahi orang yang tak seiman, atau adanya bentuk ingkaran, ?Untukmu Agamamu, dan untukku Agamaku?.

Walaupun begitu, di Indonesia sendiri terdapat 2 pandangan sendiri tentang pernikahan berbeda agama yakni haram (dilarang) dan diperbolehkan (antara mubah dan makruh).

Haram

Sebagian besar ulama yang berasal dari 4 mahzab, NU, Muhammadiyah, MUI dan beberapa lainnya sepakat jikan menikahi pria atau wanita non muslim hukumnya adalah haram. Pernyataan ini sesuai dengan beberapa dalil Alquran seeperti al-Baqarah 221 serta Al-Mumtahanah 10 yang menjelaskan jika orang-orang mukmin tidak boleh menikahi wanita musyrik. Menikah dengan orang yang kafir tak dihalalkan di dalam Islam.

Diperbolehkan (antara mubah dan makruh)

Adanya pendapat ulama yang satu ini didasari oleh surat Al-Maidah 5 yang memaparkan bahwa menikahi wanita ahlul kitab dibolehkan untuk seorang laki-laki mukmin.

Hal itu dapat berlaku selama memenuhi persyaratan sang wanita ahlul kitab belum pernah mengerjakan maksiat. Layaknya zina dan sejenisnya.

Tidak boleh bagi muslimah yang menikahi laki-laki yang berbeda agama. Alasannya karena posisi wanita di dalam keluarga ialah makmum atau pengikut.

Oleh karena itu jika sang suami nonmuslim maka akan dapat mempunyai risiko rusaknya pondasi keimanan dalam rumah tangganya.

Padahal dari kisah Zainab, kita belajar bagaimana Islam sangat melarang pernikahan yang berbeda iman. Bahkan pernikahan itu dianggap zina selamanya. Tak ada perpisahan selama 6 tahun antara Zainab dan Abil Ash jika menganggap cinta dapat mengalahkan agama.

Selain itu, pandangan ulama tentang pernikahan beda agama pun memantapkan hati untuk tetap teguh dengan apa yang diyakini.

Semoga hal ini dapat memantapkan hati bagi kalian yang sedang dilanda permasalahan yang sama. Ingatlah Allah SWT sangat menyayangi hamba-Nya.

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Ternyata Putri Nabi Muhammad Pernah Dinikahi Pria Beda Agama Lho! Ini Buktinya?

Tentu bila ditanya tentang kisah cinta yang sangat menginspirasi dalam Islam, hampir semua orang akan menyebutkan kisah cinta Nabi Muhammad SAW...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Tanya / Konsultasi Gratis

“Ternyata Putri Nabi Muhammad Pernah Dinikahi Pria Beda Agama Lho! Ini Buktinya”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.