Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Demi Cinta dan Mengenal Ikigai, Tak Ada Alasan Untuk Menyerah Dalam Menulis

Oleh: Redaksi Bernas•14 Desember 2017
Demi Cinta dan Mengenal Ikigai, Tak Ada Alasan Untuk Menyerah Dalam Menulis
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Tak ada alasan untuk menyerah dalam menulis kata pepatah mengatakan Cinta tidak bisa dinilai Sebab cinta hanya bisa dirasakan di dalam hati Demikian..."

🗓️ Dipublikasikan pada 14 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita hiburan terbaru →

Bernas.id – Tak ada alasan untuk menyerah dalam menulis, kata pepatah mengatakan 'Cinta tidak bisa dinilai. Sebab cinta hanya bisa dirasakan di dalam hati'. Demikian juga dalam dunia kepenulisan.

Tak ada alasan untuk menyerah, untuk terus berkarya, sebab mencintai literasi tidak hanya sekadar mendapatkan dan memberi nilai dalam hidup, tapi dengan mencintai dunia literasi maka kita merasakan kepuasan dalam hati.

Mengapa demikian? Sebab dalam hati kita terdapat 'Ikigai'.

Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021

Menurut Gita Laras atau Bussines Insider, Ikigai merupakan kombinasi dari kata ikiru yang berarti ‘untuk hidup’, dan kai yang bermakna ‘realisasi harapan seseorang’.

Jika digabungkan, kedua kata itu membentuk konsep alasan untuk hidup atau memiliki tujuan dalam hidup.

Banyak orang menjadikan ikigai sebagai cara untuk hidup lebih baik, agar berumur panjang. Agar kita memiliki cinta menulis, maka kita harus memiliki rasa dalam hati.

Yuk, kita simak beberapa poin penting ikigai dalam menulis agar kita benar-benar memiliki cinta.

Poin Pertama, Cinta literasi dalam kamus ikigai adalah bejuang dan berusaha meraih impian terbesar dalam hidup, dengan kata lain kita harus memiliki passions, yaitu berusaha mencintai dunia kepenulisan dan berusaha mendapatkan cinta dari menulis.

Poin Kedua, adakalanya kita juga perlu memahami apa itu profesi menulis atau dunia literasi. Jika langkah kedua sudah dipahami, so pasti kita telah mengenal habitat kita berdiri, setidaknya dalam konsep sinergitas kita memiliki nilai tambah baru yaitu memasuki lingkaran pertama, that which you are good at. Artinya, selain sudah mencintai literasi Anda juga paham profesi itu menjadi bagian dari hidup Anda, maka Anda akan tergerak untuk memasuki wilayah baru selanjutnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?

Poin Ketiga, Apa yang membuat Anda layak untuk dibayar dengan profesi itu jika mengerjakannya?

Irisan ketiga ini menanyakan spesifikasi wilayah yang lebih spesifik, sebagai contoh dalam rutinitas yang menjemukan dalam siklus hidup seperti, kecil dengan bermain, sekolah, kuliah, kerja, menikah, punya anak, pensiun, seterusnya meninggal.

Apa hanya itu saja?

Mencintai hidup dan menuliskan hikmah dalam setiap fase, bahkan setiap detik selalu menikmati kehidupan apapun yang dikerjakan, karena kita merasa ikut menikmatinya.

Bahkan Anda tidak peduli tubuh kurus banyak pikiran, banyak komentar dari teman sekelilingnya, tentang apapun bentuk hasil karya kita, bahkan tertulis ikigai dalam sanubari Anda seperti ini, “Agar saya mengingat, menulis itu menjadikan kita memiliki sikap yang kuat dan berusaha mewujudkannya seberapapun hasil yang saya dapatkan“.

Maka, selamat Anda memasuki fase ketiga dalam Ikigai yaitu Vocation.

Poin Keempat, tanyakan pada diri Anda apa misi berikutnya atau malah sebaliknya Anda malah tidak memiliki kata motivasi apapun yang membuat diri Anda lebih bersemagat. Menjalani hidup dari hari ke hari tanpa peduli apa tujuan hidup Anda dalam dunia literasi menjadikan halangan untuk memiliki cinta sejati dalam kamus igikai.

Maka tetapkan Mission Anda mulai dari sekarang, siapa tahu Anda bernasib baik menjadi terkenal melebihi Orhan Pamuk pemenang Nobel Sastra dengan Sang Alkhemis-nya.

Dengan mengisi cinta dari keempat poin tersebut di atas maka Anda akan tergerak untuk mendapatkan tujuan hidup yang lebih besar, minimal dengan mencintai dunia literasi mulai mengenal apa yang kamu cintai, mengenal profresi dunia literasi, mengenal akibat dan manfaat dari dunia literasi dan keempat mengenal misi cinta kita dalam dunia literasi, maka tidak ada alasan lagi untuk menyerah untuk mulai menulis dan produktif. Tanpa mengenal keempat poin di atas maka kita tidak akan mengenal alasan terbesar hidup kita dengan ikigai dunia literasi kita sebenarnya.

Sebagaimana pepatah Einstein,

“Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang hanya berhasil, tetapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.”

Meski belum meraih kesuksesan dengan menulis sebuah buku, setidaknya kita sudah berusaha menjadi manusia yang berguna dengan hasil referensi bacaan dalam setiap karya kita. Karena dalam setiap kutipan hikmah dan ilmu yang kita tuliskan.

Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah?

Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Demi Cinta dan Mengenal Ikigai, Tak Ada Alasan Untuk Menyerah Dalam Menulis?

Bernas id Tak ada alasan untuk menyerah dalam menulis kata pepatah mengatakan Cinta tidak bisa dinilai Sebab cinta hanya bisa dirasakan di dalam hati Demikian...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Demi Cinta dan Mengenal Ikigai, Tak Ada Alasan Untuk Menyerah Dalam Menulis”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.