Bernas.id – Baru-baru ini warganet dikagetkan dengan berita tentang seorang penulis yang tiba-tiba mengalami kebutaan yang ditengarai pemicunya adalah penyakit diabetes. Dokter memvonisnya dengan penyakit Ablasio Retina yaitu sobeknya retina mata yang disebabkan adanya proses kebocoran protein (proliferasi) di mata kanan akibat diabetes yang dimiliki.
Memang tidak dapat disangkal, gaya hidup dan kebiasaan penulis yang tidak sehat merupakan awal penyebab dan pemicu penyakit diabetes ini. Contoh kebiasaan yang paling sering dilakukan para penulis adalah kurangnya jam tidur demi mengejar target deadline tulisan.
Kurangnya jam tidur ini dapat menyebabkan metabolisme tubuh terganggu.
Menurut riset dari para ahli University of Chicago mengungkapkan bahwa kurang tidur selama 3 hari dapat mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis, yang berarti risiko diabetes dapat meningkat.
Kurang tidur ini dapat merangsang hormon dalam darah yang memicu nafsu makan.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Selain kurangnya porsi tubuh untuk beristirahat, asupan gula yang tinggi juga akrab dengan gaya hidup para penulis.
Konsumsi kopi dan teh menggunakan gula merupakan penyumbang asupan gula yang memicu kadar gula darah melonjak tinggi.
Selain dari minuman manis yang acapkali menemani para penulis dalam menyelesaikan naskah, camilan gurih berupa keripik kentang, biskuit maupun kue-kue manis juga tak dapat dihindarkan.
Padahal kandungan gula dan tepung dalam cemilan tersebut dapat menaikkan kadar gula dalam darah.
Faktor pemicu diabetes lain adalah kurangnya aktivitas fisik.
Sangat wajar bila para penulis menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk di depan komputer dan mengetik naskah sehingga tidak memiliki waktu untuk berolahraga.
Bahkan untuk sekedar bergerak melakukan peregangan pun jarang dilakukan karena seringnya terlalu fokus pada naskah yang sedang digarap.
Kecanduan rokok juga menyumbang resiko tinggi untuk penyakit ini. Sebuah penelitian di Amerika menyebutkan bahwa resiko diabetes bagi perokok aktif adalah sebesar 22 persen.
Mungkin ada dari para penulis yang mengonsumsi rokok untuk melepaskan penat atau stres yang menghampiri.
Konsumsi rokok yang berlebihan ini sangat berbahaya bagi tubuh, karena banyaknya zat-zat kimia yang terhisap oleh paru-paru.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Oleh karena itu untuk mencegah agar tidak terjangkit penyakit gula ini,perlu dilakukan perubahan terhadap gaya hidup dan kebiasaan para penulis. Hal yang terutama tentu saja merubah semua kebiasaan tidak sehat menjadi kebiasaan yang sehat agar tubuh tetap bugar dan produktif.
Pertama, miliki jam kerja dan jam istirahat yang ideal.
Perhatikan kebutuhan tubuh untuk tidur, penuhilah hak tubuh untuk beristirahat tidak kurang selama 6 jam per hari tanpa putus, atau setidaknya 8 jam.
Atur waktu untuk menulis agar tidak mengganggu waktu istirahat, fokus dan singkirkan semua distraksi agar proses menuangkan ide dapat selesai tepat waktu.
Gunakan aplikasi pembantu agar fokus bila perlu, aplikasi pomodoro teknik salah satunya.
Cara kerja teknik ini adalah gunakan waktu selama satu sesi yaitu 25 menit untuk mengerjakan suatu hal secara fokus dan tidak terganggu hal lain yang dapat memecah konsentrasi, misalnya media social, musik, ataupun makanan.
Jika pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, Anda dapat beristirahat dengan baik dan cukup.
Memang sangat sulit bagi para penulis yang selalu dikejar deadline, tetapi patut dicoba karena tujuannya adalah untuk kebaikan dan kesehatan diri sendiri.
Kedua, kurangi konsumsi minuman dan cemilan manis selama mengerjakan naskah tulisan.
Ganti konsumsi kopi atau teh manis dengan air putih hangat sebanyak-banyaknya. Sebagai variasi, infused water dengan isian aneka buah juga dapat dicoba.
Selain alami dan menyehatkan, kenaikan gula darah akibat asupan gula dapat dihindari.
Ganti camilan manis atau gorengan dengan yang lebih sehat misalnya potongan buah atau makanan yang direbus atau dikukus, misalnya kacang, pisang atau ubi.
Ketiga, kurangi dan hentikan konsumsi rokok. Selain berbahaya bagi diri sendiri, asap rokok juga dapat membahayakan perokok pasif yang berada di sekitar kita. Ada baiknya konsumsi rokok dapat diganti dengan konsumsi permen bebas gula, alihkan perhatian Anda dari adiksi rokok secara perlahan niscaya dengan kemamuan dan tekad yang kuat dapat mengurangi bahkan menghentikan kecanduan rokok.
Keempat, lakukan aktivitas fisik di tengah kesibukan menulis.
Lakukan jalan kaki pada pagi hari di lingkungan tempat tinggal, selain berjalan kaki, kita juga dapat menikmati panorama alam sekitar.
Menghirup udara segar, mendengarkan kicauan burung pagi, menyentuh segarnya embun, dan mendengar suara alam.
Jadi, tunggu apa lagi? Ubah kebiasaan buruk menjadi lebih sehat untuk masa depan yang lebih baik; menjadi penulis yang sehat, produktif dan kreatif.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah?
Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Saatnya Terapkan Gaya Hidup Sehat bagi Penulis, Penting!?
Bernas id Baru baru ini warganet dikagetkan dengan berita tentang seorang penulis yang tiba tiba mengalami kebutaan yang ditengarai pemicunya adalah penyakit...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




