Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ikutilah Hal Ini Untuk Menghindari Musibah. Dijamin!

Oleh: Redaksi Bernas•3 Desember 2017
Ikutilah Hal Ini Untuk Menghindari Musibah. Dijamin!
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Kewaspadaan atau berhati hati ketika menghadapi musibah sudah tentu akan dilakukan oleh setiamanusia Padahal sebenarnya ada hal lain yang justru..."

🗓️ Dipublikasikan pada 3 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

Bernas.id – Kewaspadaan atau berhati-hati ketika menghadapi musibah sudah tentu akan dilakukan oleh setiap manusia. Padahal, sebenarnya ada hal lain yang justru lebih berguna untuk mengantisipasi musibah, yakni 'doa'. Doa dapat menangkal bala 'cobaan', mencegah musibah serta menghilangkannya.

Ada beberapa hadis yang menjadi acuan tentang hubungan doa dan musibah seperti yang dituliskan berikut.

Dalam kitab al-Hakim, diriwayatkan sebuah hadis dari Aisyah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda yang artinya, “Kewaspadaanmu tidak ada gunanya dalam menghadapi takdir. Doalah yang berguna untuk mengantisipasi musibah yang turun maupun yang belum turun.

Sesungguhnya musibah ketika turun dihadapi oleh doa, dan keduanya bertarung hingga Hari Kiamat.”

Dalam kitab yang sama, diriwayatkan pula hadis dari Ibn Umar r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda yang artinya, “Doa itu bermanfaat bagi musibah yang telah turun dan yang belum turun. Oleh karena itu, wahai hamba Allah, kalian harus berdoa.”

Dalam kitab tersebut, juga diriwayatkan hadis dari Tsaufan.

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang artinya, “Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa. Dan tidak ada yang menambah amal pahalanya kecuali kebaikan.

Sesungguhnya seseorang tidak memperoleh rejeki mungkin karena dosa yang dilakukannya.”

Sungguh luar biasa manfaat dari doa, ya.

Perlu diingat, bahwa doa bisa ditunda atau bahkan ditolak oleh Allah apabila terdapat penghalang kuat yang menghalangi kemanjuran atau terijabahnya suatu doa.

Berikut merupakan yang menjadi penghalang atau memperlambat makbul-nya suatu doa, yaitu:
– Tidak mengerahkan jiwanya secara sungguh-sungguh dalam bermunajat kepada Allah sehingga tidak berkonsentrasi pada saat berdoa.
– Adanya makanan atau minuman yang haram dalam tubuh.
– Melakukan perbuatan yang berdosa atau yang dilarang oleh Allah.

Hal di atas sesuai dengan hadis yang dibawa oleh Hakim dari Abu Hurairah ra. Nabi s.a.w. bersabda yang artinya, “Berdoalah kepada Allah dan kalian harus yakin akan adanya ijabah (jawaban dari Allah). ketahuilah Allah tidak akan menerima doa dari orang-orang yang yang lalai.” Dalam sahih Muslim, dari Abu Hurairah ra., Rasulullah s.a.w. bersabda yang artinya, “Hai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan akan menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah menyuruh orang beriman sebagaimana menyuruh (memerintahkan) para rasul.”

Hadis tersebut senada dengan surah al-Mu'minun ayat 51, yang artinya, “Hai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang saleh.

Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Dan surah al-Baqarah ayat 172 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rejeki-rejeki yang baik yang kami berikan.”

Kemudian, terdapat hubungan doa dengan musibah seperti berikut:
– Musibah dapat ditolak, jika doa lebih kuat.
– Seseorang akan terus dirundung musibah jika doa lebih lemah daripada musibah. Meskipun demikian, walaupun lemah, doa masih bisa sedikit meringankan.
– Musibah dan doa akan saling menolak, jika keduanya sama kuat.

Semoga kita diantara hamba Allah yang didengar dan diijabah semua doa. Sehingga musibah dapat dihindarkan dalam kehidupan kita atas seizin Allah.

Kebenaran itu datangnya dari Allah, maka janganlah kita ragu untuk menerimanya.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram