Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Sering Telat Bangun? Ini 5 Bahaya Jika Tidak Bangun Lebih Awal!

Oleh: Redaksi Bernas•28 November 2017
Sering Telat Bangun? Ini 5 Bahaya Jika Tidak Bangun Lebih Awal!
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Waktu subuh atau pagi hari bagi umat muslim adalah waktu emas Di mana bagi para pelajar maupun mahasiswa waktu emas adalah waktu yang tepat untuk..."

🗓️ Dipublikasikan pada 28 November 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

Bernas.id – Waktu subuh, atau pagi hari bagi umat muslim adalah waktu emas. Di mana bagi para pelajar maupun mahasiswa, waktu emas adalah waktu yang tepat untuk belajar materi di sekolah maupun di kampus. Sedangkan untuk para pekerja, ataupun ibu-ibu rumah tangga. waktu pagi adalah waktu emas untuk memulai aktivitas di awal hari.

Lalu, jika waktu emas itu terbuang sia-sia apa bahayanya?

1. Rezeki dipatok ayam

Mungkin istilah ini sering didengar untuk mereka yang suka bangun siang. Omelan dari istri maupun ibu di rumah pasti akan melafalkan istilah tersebut.

Lantas apa maksud dari rezeki dipatok ayam? Suatu contoh, dalam lingkungan anak kos, jika ia tidak bangun lebih awal maka ia akan kehilangan waktu mandinya. Kenapa?

Karena anak kos harus antre saat hendak mandi, dan bahayanya ia akan terlambat datang ke sekolah. Bukankah orang lain menjadi lebih untung daripada diri kita?

Contoh lain saat ada jadwal ulangan di sekolah. Si A bangun pagi untuk belajar, sedangkan si B bangun siang dengan alasan agar tidak mengantuk saat ujian.

Bukankah start Anda untuk mendapatkan nilai bagus telah dicuri? Bukankah seharusnya waktu untuk Anda lebih memahami materi terbuang hanya karena tidur?

Bukankah Allah mengatakan ?khairum minan naum? yang artinya sholat lebih baik daripada tidur? Lantas kenapa Anda harus menyia-nyiakan waktu pagi?

Ini sangat berbahaya jika Anda tidak berubah.

 

2. Kehilangan dunia dan segala isinya

Dalam surah Al-Fajr Allah berfirman

?Demi Fajar (waktu subuh)?

juga dalam surah Al Falaq, Allah berfirman

?Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh?

Bukankah dua ayat tersebut menunjukkan betapa pentingnya waktu subuh?

Awal hari di mana menentukan apa yang akan anda dapatkan pada hari itu. Selangkah saja salah jalan, maka engkau telah memilih jalanmu untuk hari itu. Bukankah mengawali sesuatu harus dengan kesungguhan hati?

Jika saat pagi kita bermalas-malasan, apa yang terjadi di siangnya? Apakah akan semangat? Tentu saja tidak, seharian penuh pasti akan merasa malas-malasan.

Sekolah jadi tidak konsentrasi, bekerja jadi tidak fokus dan melakukan hal lain jadi tidak sesuai.

Bukankah salah langkah sedikit saja kita akan kehilangan apa yang harusnya kita dapatkan? Bahkan Rasulullah pun bersabda

?Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya? HR.

Muslim.

Jika waktu pagi itu terlewat begitu saja, bukankah berarti kita kehilangan dunia dan segala isinya?

 

3. Timbul banyak penyakit

Bangun pagi, dengan udara yang masih segar sangat bermanfaat untuk tubuh. Apalagi, paparan sinar matahari pagi sangat bangus untuk tulang juga kulit kita. setelah aktivitas seharian yang melelahkan, terkadang waktu olahraga akan tersita, dan di sinilah waktu yang baik untuk melakukan olahraga.

Bangun di pagi hari juga menyehatkan jantung, karena aliran peredaran darah akan menjadi lancar.

Mencegah risiko kanker payudara, menurunkan resiko kolestor, juga membuat mood menjadi lebih bagus.

Namun, jika hal ini disia-siakan, bukankah penyakit yang seharusnya tidak ada menjadi momok untuk kesehatan kita?

 

4.

Hilangnya waktu produktif

Sebagain orang, berprofesi sebagai penulis sebenarnya membutuhkan waktu produktif. Kapan waktu produktif itu? Waktu produktif untuk menulis adalah sepertiga malam, atau waktu sebelum Subuh.

Bayangkan saja jika seorang penulis tidak memanfaatkan waktu produktif mereka sedangkan dalam kesehariannya mereka sangat sibuk.

Bukankah penulis yang bangun lebih awal dan menulis di waktu produktif akan mendapat keuntungan daripada yang bermalas-malasan dan bangun siang?

Penulis yang bangun lebih awal sudah menghasilkan puluhan tulisan sedangkan penulis yang menyia-nyiakan waktu paginya akan kehilangan puluhan tulisan yang seharusnya bisa ia hasilkan.

Masih tidak ingin bangun pagi?

 

5. Jauh dari Keberkahan Tuhan

Rasullulah SAW bersabda : ?Ya Allah berkahilah untuk umatku waktu pagi mereka? HR. Abu Daud, At-Tridmidzi, an-Nasai, dan Ibnu Majah

Nabi Muhammad SAW bahkan mendoakan umatnya, meminta kepada Tuhan untuk memberkahi setiap pagi umatnya.

Bukankah keutamaan waktu pagi adalah hal yang penting sehingga nabi pun bersungguh-sungguh dalam doanya?

Belajar dari Nabi Muhammad, bahwa setiap kali selesai sholat subuh, beliau tidak lagi tidur. Melainkan berzikir kepada Allah, tidak beranjak sedikitpun dari tempat sholatnya hingga munculnya fajar. Sehingga, harinya selalu dilimpahi keberkahan dan kemudahan oleh Allah.

Bukankah keberkahan itu juga ingin kita dapatkan? Tapi bagaimana kalau pagi kita hanya untuk bermalas-malasan dan tidur?

Keberkahan di setiap pagi, yang bahkan malaikatpun berkumpul di kala waktu subuh untuk mendoakan manusia yang menjalankan ibadahnya.

 

Untuk itu, masihkah anda menyia-nyiakan waktu pagi Anda?

Bahaya-bahaya di atas akan menimpa jika tidka diperhatikan dengan baik. Yuk bangun pagi, raih keberkahannya untuk hidup yang lebih baik.

 

 

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

Tag:#religi#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Sering Telat Bangun? Ini 5 Bahaya Jika Tidak Bangun Lebih Awal!”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.