Bernas.id ? Berada di jalan raya sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Baik sebagai pengguna atau pengawas jalan raya seperti polisi.
Sebagai pengguna jalan raya, tentu kita akan bertemu dengan berbagai macam kendaraan yang melintas. Tak hanya itu, kita juga akan menghadapi berbagai jenis tipe orang yang mengendarai kendaraannya.
Hingga akhirnya muncul sebuah julukan ?penguasa jalanan?. Sudah menjadi rahasia umum jika emak-emak sering disebut sebagai sang penguasa jalanan.
Namun, benarkah seperti itu? Ternyata ada tiga penguasa jalanan yang sesungguhnya dan tak ada emak-emak di dalamnya! Apa saja?
1.
Bus Patas Antar Provinsi
Kendaraan umum yang satu ini memang terkenal dengan ?keganasannya? di jalanan. Ukuran kendaraan yang besar, plus supir yang selalu ?yakin?, membuat bus ini kadang melaju dengan penuh risiko. Terutama saat menyalip kendaraan lain, yang membuat kendaraan di jalur lawannya akan mengalah dan minggir atau berhenti sejenak.
Dalam hal ini yang sering menjadi ?korban? adalah sepeda motor.
Belum lagi klakson yang tak pernah berhenti berbunyi membuat kendaraan di depan bus ini selalu diselimuti ketergesa-gesaan. Betul? Meski begitu, perlu kita memaklumi keganasan mereka.
Karena bus tipe ini tentu mengejar waktu agar penumpang tak kecewa. Maka dari itu dibutuhkan supir yang berprinsip ?yang penting yakin!? Berani melawan?
2.
Mobil Ambulance
Penguasa jalanan yang kedua adalah mobil ambulance. Mungkin kita pernah mengalaminya saat berada di jalan raya. Dimana saat mobil ini datang dengan sirine khasnya, semua kendaraan di depannya akan otomatis menghindar.
Bahkan dalam suatu kemacetan, mobil ambulance selalu memiliki cara untuk keluar dan terus berjalan.
Tentunya kita tahu jika mobil ini memang harus diprioritaskan karena menyangkut nyawa seseorang. Di dalam mobil ambulance mungkin berada dalam kondisi darurat, sehingga mau tidak mau harus sampai secepat mungkin di tempat tujuan.
3. Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar)
Mobil yang ketiga memiliki kondisi sama dengan ambulance.
Ya, mobil pemadam kebakaran ini bisa disebut sebagai penguasa jalanan yang sesungguhnya. Ketika mobil ini akan lewat, akan ditandai dengan sirine dan klakson yang rutin berbunyi.
Kemudian kendaraan di depannya akan rela mengalah dengan sendirinya.
Mobil ini seakan melaju sendirian di atas jalan raya, tanpa penghambat.
Tentu saja! Karena sekali lagi, mobil ini berjalan dengan kondisi darurat. Mereka harus bergerak memadamkan kebakaran di suatu tempat.
Jika mobil ini terlambat datang, bisa saja jumlah korban kebakaran akan semakin banyak.
Itulah tiga penguasa jalanan yang sesungguhnya. Lha emak-emak dimana? Entahlah.

