Bernas.id – Mampukah kita menghitung nikmat yang Allah berikan hingga hari ini? Semua orang pasti setuju bahwa tidak akan ada seorang pun yang mampu menghitung nikmatNya. Bahkan, selama sedetik saja.
Kita diberikan anggota tubuh yang lengkap, itu sudah nikmat yang luar biasa.
Contoh kecilnya, diberikan mata normal, bisa berkedip. Bisa dibayangkan, bagaimana susahnya jika Allah menghendaki mata tidak bisa berkedip?
Bagaimana jika kelopak mata telat berkedip ketika ada sesuatu yang masuk ke mata?
Belum lagi nikmat bernapas, berjalan, berlari, makan, minum, mendengar, melihat dan lain-lain.
Berapakah nikmat yang sudah Allah Swt. berikan? Sanggupkah kalkulator menghitung nikmatNya? Sanggupkah rumus-rumus di dalam microsoft excel menghitung nikmatNya?
Al-Quran telah menjawab bahwa tidak ada yang mampu menghitung apa yang Allah Swt. berikan kepada kita.
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.? (Qs. An Nahl: 18)
Ketika rasa syukur telah melekat kuat, maka tak mungkin ada manusia yang protes akan kehidupannya.
Bersyukur adalah kunci seseorang hidup tenang. Mereka senantiasa memuji asmaNya di setiap helaan napas.
Coba deh, ketika kita sedang dalam posisi terbawah. Menyalahkan keadaan ataupun kondisi yang sedang menimpa.
Lihatlah ke bawah, bahwa kesusahan yang sedang dihadapi tak sebanding dengan yang ditimpa orang lain.
Yuk, belajar bersyukur. Bukankah Allah juga berjanji, kalau kita mau bersyukur maka Allah akan berikan lebih nikmat kepada kita? Begitupula sebaliknya, ketika kita sering mengeluh, bukan nikmat yang akan diberikan. melainkan kesusahan yang tanpa berujung solusi.
Masih mau protes?
Daripada protes. Mendingan bersyukur yuk!
Semoga bermanfaat.

