Bernas.id – Kemampuan berkomunikasi sudah dimiliki anak sejak bayi. Anak akan menggigit, menunjuk, merangkak, sampai menggapai untuk mendapatkan benda yang diinginkannya. Setelah anak bisa berbicara, anak mulai bereksplorasi dengan keahliannya yang satu ini.
Wendy A.Scott dalam bukunya ‘Teaching English to Children’ bahwa pada usia 5-7 tahun anak sudah mulai bisa menyampaikan apa yang mereka lakukan.
Mereka menggunakan intonasi yang berbeda-beda. Mereka memahami interaksi langsung manusia.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Anak usia 5-7 tahun masih mencampur adukkan antara realita dan imajinasi.
Anak akan memercayai guru ketika seorang guru bercerita tentang seekor burung, kemudian mengeluarkan burung kertas dari sakunya.
Ia benar-benar mengira bahwa burung yang berada dalam cerita masuk ke dalam saku gurunya. Anak usia dini hanya dapat berkonsentrasi dalam waktu sebentar.
Anak usia 8-10 tahun sudah mulai memahami perbedaan antara fakta dan fiksi.
Mereka bereksplorasi dengan bahasa dengan banyak bertanya. Mereka sudah mulai bekerja bersama temannya. Anak umur 8-10 tahun mempunyai kesiapan untuk belajar bahasa asing.
Memang tidak semua anak memiliki tahapan perkembangan yang sama. Anak-anak yang memiliki orangtua yang konsisten berbicara bahasa asing, maka kesiapan berbicara asing akan lebih cepat.
Guru bahasa Inggris yang ingin dirinya disukai anak-anak tidak hanya mengandalkan kemampuan bahasanya saja. Mereka akan melengkapi pengajaran dengan berbagai teaching aids seperti boneka tangan, properti, mengubah mimik, sampai mengubah intonasi suara.
Permainan kata juga merupakan suatu aktivitas yang disukai anak-anak.
Bermain kata dengan kata yang mempunyai suku belakang yang sama seperti, ‘blue-clue’.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
Membaca dan menulis merupakan tahapan yang penting untuk memahami bahasa asing. Memperkenalkan bahasa baru disertai ilustrasi dan gerakan tubuh akan mempercepat anak memahami bahasa asing.
Membuat gambar kemudian membuat tulisan singkat juga membantu memperkaya bahasa asing.
Teknik lain yang memperkuat kemampuan bahasa asing anak adalah membuat rutinitas di pagi hari dengan menggunakan bahasa asing seperti, “Today is Wednesday, 18 March 2017, who's having birthday today? Who would like to share stories?”
Anak usia dini senang bekerja bersama, namun belum menyukai kompetisi. Ciptakan iklim kerjasama dan kolaborasi dan bukan kompetisi.
Kompetisi akan membuat anak yang kesulitan berbahasa asing merasa rendah diri.
Faktor yang terpenting dalam mengajarkan bahasa asing adalah menggunakan variasi mengajar sesering mungkin. Variasi dalam aktivitas, variasi durasi waktu, variasi metode mengajar adalah suatu keharusan.
Pada dasarnya anak yang berusia 0-8 tahun mempunyai kemampuan menyerap seperti spons. Apapun yang menarik untuknya akan dipelajarinya dengan cepat.
Begitu pula dengan bahasa. Bukan hal mustahil anak menguasai bahasa asing dalam waktu singkat. Pertanyaannya adalah siapkah kita mengeluarkan segenap tenaga untuk mau mengajari mereka?
Baca juga: Cara Menulis Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung Lengkap

