Bernas.id ? Masalah datang silih berganti. Setiap saat selalu menghampiri, tidak mengenal waktu dan kedudukan. Ada yang semakin terpuruk dengan masalahnya, ada pula yang semakin bangkit hingga menemukan keberhasilan yang menakjubkan.
Hidup tak semuanya sesuai harapan, ada saja sesuatu di luar rencana manusia bahkan di luar keinginan kita.
Bagi sebagian orang, dengan masalahlah akan terwujud pola pikir dan tindakan yang membanggakan. Selain itu, justru timbul ide dan inovasi sehingga mampu menemukan kesuksesan dalam hidupnya. Hal ini merupakan sikap yang sangat bijak dalam menghadapi masalah kehidupan.
Sang Maha Pencipta yang menciptakan kita telah memberi kadar bagi setiap masalah yang muncul.
Ini artinya masalah yang ada sebenarnya sesuai dengan kemampuan untuk menghadapinya. Tidak perlu ragu dan takut dalam menghadapi masalah. Hadapilah dengan penuh ketenangan.
Joseph Sugarman suatu ketika menuliskan buah pikirannya mengenai hal ini, “Tersembunyi di balik setiap masalah adalah sebuah peluang yang sedemikian kuat sehingga mampu mengerdilkan masalah.
Cerita-cerita tentang keberhasilan besar yang pernah ada merupakan hasil dari orang-orang yang mampu melihat adanya masalah dan mengubahnya menjadi sebuah peluang”.
Ketika masalah itu muncul, semestinya dihadapi dengan sikap mental yang positif. Dengan sikap mental tersebut, kita tidak akan mudah mengeluh serta marah yang berujung merugikan diri sendiri dan orang lain. Bereaksilah secara konstruktif terhadap stres, ini artinya dengan tetap tenang, berpikir jelas secara keseluruhan, bersabar, terus berupaya, dan berdo'a.
Bagaimana kawan?
Apakah masih takut dengan masalah? Sebenarnya yang harus kita takuti bukannya masalah. Namun, yang harus kita takuti adalah sikap mental negatif yang muncul akibat jauhnya dari Sang Maha Segalanya.
Sikap mental negatif ini bisa berupa frustasi, meminum minuman terlarang, emosi yang berlebihan, bahkan mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.
Ada yang bilang, bagaimana bisa tenang?
Jawabannya, tentu bisa. Salat Tahajudlah dengan keikhlasan. Maka, ketenangan jiwa pun akan segera menghampiri kita.
Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Tirmudzi, “Salat Tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan, dan menghindarkan dari penyakit.”
Awalnya memang sulit untuk membiasakan salat Tahajud secara berkesinambungan. Namun, dengan niat kuat dan upaya tepat keterpaksaan itu akan berubah menjadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Lakukanlah secara terus menerus walaupun hanya dua rakaat.
Karena sesungguhnya Allah sangat menyukai sesuatu kebaikan yang dilakukan secara berkesinambungan walaupun hal yang kecil.

