Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ternyata, Begini Caranya Orang Tua Menjadi Terapis untuk Anaknya di Rumah

Oleh: Redaksi Bernas•27 Oktober 2017
Ternyata, Begini Caranya Orang Tua Menjadi Terapis untuk Anaknya di Rumah
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Menjadi orang tua dari Anak Berkebutuhan Khusus ABK tidaklah mudah Setelah beberapa tahapan yang dilalui berakhir pada tahapenerimaan kondisi..."

🗓️ Dipublikasikan pada 27 Oktober 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

Bernas.id – Menjadi orang tua dari Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tidaklah mudah. Setelah beberapa tahapan yang dilalui berakhir pada tahap penerimaan kondisi kebutuhan khusus anaknya, maka orang tua melanjutkan untuk mencari cara membantu perkembangan anak. Mulailah mencari informasi ke para ahli.

Mulai dari dokter anak, psikolog dan terapis. 

Serangkaian pemeriksaan awal yang disebut penilaian pun dilakukan. Tindak lanjut dari penilaian adalah rujukan melakukan berbagai macam terapi berdasarkan kebutuhan anak.

Nah, di sinilah biasanya sebagian orang tua mulai berkerut dahi. Bukan karena tidak menyetujui rangkuman hasil penilaian dan tindakan terapi yang harus dilakukan.

Melainkan terkejut dengan biaya yang harus dikeluarkan. 

Bagi orang tua yang notabene berkecukupan secara materi, biaya tidak menjadi masalah. Tapi bagi keluarga yang 'pas-pasan' ini problem serius yang harus dipikirkan. Pilihan berada ibarat telur di ujung tanduk atau buah simalakama.

Apakah mengorbankan hal lain yang masih tergolong primer, atau mengalah saja karena ketidakberdayaan ekonomi.

Masih sedikit orang tua yang berupaya mencari tambahan penghasilan untuk keperluan proses terapi anaknya. Sekalipun ada, beberapa keluarga berguguran.


Sebelum ada hasil maksimal. Orang tua rela mengibarkan “bendera putih” tanda menyerah dan berpasrah dengan keadaan.

Akhirnya anak berkebutuhan khusus yang tidak tertangani pun semakin bertambah jumlahnya. 

Langkah-langkah ini bisa ayah bunda lakukan di rumah agar proses terapi tetap diberikan kepada anak meskipun dengan kualitas dan kuantitas jam terapi sangat minim. Setidaknya orang tua berupaya melakukan terapi dengan keterbatasan kondisi ekonomi dan ilmu pengetahuan dengan melakukan hal-hal ini:

1. Kuatkan tekad menjadi terapis anak di rumah

Tekad “baja” perlu ayah bunda miliki.

Karena dalam prosesnya memerlukan kesabaran tingkat tinggi. Tidak adanya target waktu yang jelas keberhasilan proses terapi akan berefek pada rasa putus asa dan seolah hilang harapan anaknya dapat berubah.

2. Setelah menguatkan tekad, mulailah mempersiapkan

Diperlukan ruangan khusus untuk terapi yang bebas gangguan.

Ruang apapun bisa dipakai sesuai kondisi rumah yang dimiliki. Terpenting adalah situasi dan kondisinya mendukung.

Ayah bunda bisa menggunakan pojokan di kamar tidur, di ruang tengah, atau bahkan di ruang tamu jika kondisi terpaksa harus demikian.

Syaratnya adalah ruangan belajar dipastikan bersih dari hal yang bisa men-distruct konsentrasi belajar anak.

Seperti dinding atau tembok dipastikan polos minim hiasan dinding. 

Siapkan  pencahayaan ruangan yang ideal untuk belajar. Jangan sampai penerangan minim sehingga dapat merusak mata anak dan membuat anak tidak nyaman.

Siapkan 1 buah  meja dan 2 buah kursi untuk anak dan terapis. Tempat menyimpan media terapi juga perlu diperhatikan.

Jika memungkinkan, penyimpanan alat media terapis tidak terjangkau penglihatan anak di saat awal terapi dilakukan. Hal ini bertujuan meminimalisir gangguan konsentrasi anak.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

3. Berkonsultasi dengan para ahli

Untuk mempersiapkan media dan cara terapi, ayah bunda mau tidak mau harus banyak berkonsultasi dan mencari informasi dari para ahli.

Minimal dari terapis. Biasanya kendala yang dihadapi adalah sulit mencari terapis yang mudah berbagi ilmu keahliannya.

Tetaplah berpikir positif bahwa di dunia ini sudah tersedia “terapis baik” yang dapat membantu permasalahan ayah bunda.

Tinggal sebesar apa keyakinan dan effort ayah bunda untuk mengusahakannya. Jadi tetap semangat ya ayah bunda.

Cara lain juga bisa dengan cara browsing di situs atau link berkaitan pembelajaran anak berkebutuhan khusus. 

4. Mulai kerjakan

Untuk dapat melakukan kegiatan terapi tidaklah harus menjadi sempurna terlebih dahulu.

Apa yang ayah bunda sudah dapatkan, maka mulai kerjakan. Tidak harus menunggu lengkap ilmu cara terapi. Ketika memulai maka ayah bunda sudah maju satu langkah.

Dan biasanya tahapan materi latihan di tahap awal tidaklah banyak yang penting konsisten.

5. Tentukan jadwal terapi yang pasti

Jadwal tetap diperlukan untuk membantu  anak memahami rutinitas baru nya di rumah. Di awal mungkin anak akan bingung dengan kegiatan baru yang harus dilakukan. 

Bisa jadi penolakan dari anak akan dihadapi oleh ayah bunda.

Disinilah perjuangan dimulai. Apakah ayah bunda menyerah begitu saja dengan tantrum penolakan anak, atau maju terus “memaksa” anak untuk tetap berada di dalam “kelas” nya.

Ini penting. Anak harus tetap berada di “kelas” sekalipun anak menolak kegiatan dengan cara tantrum.

Ketika ayah bunda menyerah dan mengalah, maka kondisi seperti itu akan dimanfaatkan anak di waktu lainnya.

Langkah-langkah ini bisa ayah bunda lakukan. Ini hanya pilihan di saat kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan terapi di rumah sakit dan Klinik Tumbuh Kembang Anak.

Mungkin sebagian orang tua akan berpikir, bagaimana dengan ibu yang bekerja? Kembali lagi, langkah ini adalah pilihan.

Keputusan terbaik merupakan hak ayah bunda yang menentukan. Pilihannya ada pada masa depan anak.

Apakah akan membuang waktu menunggu usia anak semakin bertambah yang pada akhirnya akan mempersulit keadaan di masa dewasa anak, atau lakukan sejak dini sekalipun ada hal yang harus “dikorbankan” dengan pekerjaan orang tua dalam hal ini untuk bunda yang bekerja.

So, selamat menentukan pilihan untuk buah hati berkebutuhan khusus ayah bunda.

Anak adalah amanah. Orang tua akan diminta pertanggung jawabannya kelak. Tetap semangat!

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Ternyata, Begini Caranya Orang Tua Menjadi Terapis untuk Anaknya di Rumah?

Bernas id Menjadi orang tua dari Anak Berkebutuhan Khusus ABK tidaklah mudah Setelah beberapa tahapan yang dilalui berakhir pada tahapenerimaan kondisi...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#pendidikan#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Kampus atau sekolah Anda ingin tampil di BERNAS?

Lihat contoh kerja sama publisitas kampus yang sudah berjalan, lalu unduh media kit untuk paket kerja sama Anda.

Lihat Contoh Kerja Sama

“Ternyata, Begini Caranya Orang Tua Menjadi Terapis untuk Anaknya di Rumah”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.