Bernas.id – Pasca meninggalnya kiper Persela Lamongan Choirul Huda beberapa waktu lalu mengejutkan banyak pihak bahkan hingga ke federasi sepakbola tertinggi dunia FIFA. Choirul Huda diberitakan meninggal dunia usai bertabrakan dengan rekan timnya Ramon Rodriguez saat berusaha menyelamatkan gawangnya pada pertandingan kontra Semen Padang di Stadion Surajaya Lamongan.
Benturan keras yang terjadi mengakibatkan kiper berusia 38 tahun tersebut sempat tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soegiri, Lamongan.
Namun sayang, pertolongan yang diberikan tak mampu menyelamatkan nyawa kiper legendaris Persela tersebut. Choirul Huda dikabarkan meninggal pada Minggu, (15/10/17) pukul 17:15 waktu setempat.
Sejatinya, kejadian meninggalnya pemain sepakbola saat laga berlangsung bukan kali ini saja terjadi. Ada banyak catatan dalam dunia sepakbola yang membuat kesedihan bagi siapa saja yang mengalaminya.
Ada berbagai faktor yang kerap menjadi penyebab meninggalnya pemain sepakbola di lapangan.
Salah satu yang kerap terjadi adalah lidah tertelan atau dalam istilah bahasa Inggris dikenal dengan sebutan “tongue swallowing”. Lantas apa itu lidah tertelan?
Lidah tertelan sebenarnya lidah tidak benar-benar tertelan.
Kondisi ini terjadi akibat dari tergelincirnya bagian belakang lidah terhadap hulu kerongkongan atau faring.
Akibatnya seseorang yang mengalaminya akan merasa tersedak atau tercekik.
Meski lidah tidak benar-benar tertelan, namun istilah ini sudah lazim digunakan dalam istilah medis dan tetap digunakan hingga sekarang.
Kondisi yang demikian dikarenakan terjadinya flasiditas (kelemahan untuk menahan, pasif) terlalu berlebihan pada lidah yang terjadi terutama ketika tidak sadarkan diri semisal pingsan. Jika seseorang tengah tidak sadarkan diri, maka otot-otot akan meregang.
Itu pula yang terjadi di lidah sehingga menyebabkan lidah menjadi lemas dan berimbas pada tertutupnya saluran pernafasan.
Tertelannya lidah sering kali disebabkan karena benturan keras. Seperti yang biasa terjadi pada olahraga tinju dan sepakbola jika ada benturan yang mengenai bagian kepala khusunya bagian dagu sehingga menyebabkan lidah tergigit/tertelan.
Insiden lidah tertelan pernah terjadi di final Piala Liga Inggris yang kala itu masih bernama Carling Cup tahun 2007 antara Arsenal dan Chelsea. Kejadian tersebut bermula saat sepak pojok untuk Chelsea dilakukan.
Saat itu, John Terry tengah berusaha menanduk bola dengan menjatuhkan badan (diving header), namun sayang kepalanya tidak sengaja tertendang oleh pemain Arsenal Abou Diaby.
Beruntungnya setelah mendapatkan penanganan medis, Terry langsung dibawa ke rumah sakit dan nyawanya tertolong.
Bagitu beresikonya lidah tertelan sehingga berakibat fatal pada hilangnya nyawa seseorang. Lantas bagaimana pertolongan pertama untuk menangani seseorang yang mengalami lidah tertelan?
Sebenarnya cara untuk menyelamatkannya tidak terlalu sulit. Hanya diperlukan kecepatan dan kesigapan dari orang lain.
Hal ini karena penderita lidah tertelan hanya butuh beberapa menit bahkan detik untuk membuat saluran pernafasannya tertutup.
Tindakan yang bisa dilakukan antara lain dengan cara mengangkat dagu dan kepala dengan paksa. Cara ini dinamakan “head tilt-chin lift”. Tujuannya adalah supaya jalur pernafasan dari korban dapat secepat mungkin terbuka.
Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan memasukkan benda khusus untuk mendorong maupun menarik lidah agar sebisa mungkin saluran pernapasan terbuka kembali.
Hal yang harus diperhatikan dalam menangani kejadian tertelannya lidah adalah agar jangan menggunakan tangan sendiri untuk masuk ke mulut korban.
Ini dikarenakan memiliki resiko terggitnya tangan penyelamat akibat dari reflex yang dialami korban.
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Resiko ?Lidah Tertelan? dan Bagaimana Cara Menolongnya??
Choirul Huda diberitakan meninggal dunia usai bertabrakan dengan rekan timnya Ramon Rodriguez...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




