Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

4 Kesalahpahaman Mengenai Keamanan Cyber yang Populer di Masyarakat

Oleh: Redaksi Bernas•13 April 2017
4 Kesalahpahaman Mengenai Keamanan Cyber yang Populer di Masyarakat
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Berbicara mengenai keamanan cyber di dunia online dan perlindungannya terhadap data-data anda..."

🗓️ Dipublikasikan pada 13 April 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

HarianBernas.com – Berbicara mengenai keamanan cyber di dunia online dan perlindungannya terhadap data-data anda. Seringkali ahli keamanan memberikan saran untuk menggunakan kombinasi sandi yang rumit dan juga dilarang untuk membuka laman laman situs yang tak terpercaya dan tak jelas. Apa yang anda ketahui tentang keamanan cyber?

Apa saja kesalahpahaman mengenai keamanan cyber?

Walaupun demikian, sebuah laporan terbaru dari lembaga riset Amerika Serikat Pew Research  mengungkapkan beberapa hal yang selama ini sering disalahpahami mengenai keamanan cyber.

Berikut ini beberapa kesalahpahaman mengenai keamanan cyber, seperti yang dilansir dari liputan6.

Private Browsing Selalu Bersifat Pribadi

Kesalahpahaman mengenai keamanan cyber yang pertama yaitu Private Browsing Selalu Bersifat Pribadi. Berselancar dalam mode incognito atau mode pribadi dapat mencegah browser seperti Firefox, Chrome, atau Safari mengumpulkan data aktivitas para penggunanya. Namun sayang, hal tersebut ternyata tidak mencegah para penyedia layanan internet seperti Comcast untuk memantau aktivitas anda.

Dari survei yang dilakukan terhadap beberapa responden, hanya terdapat 39% yang mengetahui perusahaan broadband bisa melihat aktivitas online anda, bahkan ketika anda berselancar dengan mode incognito sekalipun.

Email Selalu Aman

Kesalahpahaman mengenai keamanan siber yang kedua yaitu email selalu aman.

Berdasarkan hasil riset, sebanyak 46% mengatakan jika email tidak selalu terenkripsi. Telah disebutkan bahwa enkripsi hanya memastikan supaya penerima dan pengirim email bisa mengakses isi email tersebut.

Walaupun sejumlah penyedia email seperti Yahoo dan Google melakukan enkripsi terhadap email penggunanya, tapi sifatnya tidak universal. Diketahui pula bila sejumlah penyedia email memperingatkan para pengguna jika mereka tidak mengenkripsi email.

Contoh tersebut dapat dilihat dari peringatan yang diberikan oleh Gmail ketika penggunanya akan menerima atau mengirim email dari sumber yang tidak aman.

Nah, apabila Anda khawatir email Anda tidak terenkripsi, ada baiknya bagi anda untuk mulai beralih ke Yahoo Mail atau Gmail yang layanannya memang telah terenkripsi secara default.

Cukupkah Password Melindungi Data Kita

Kesalahan mengenai keamanan siber yang ketiga yaitu kecukupan password dalam melindungi data Anda. Kombinasi sandi yang rumit memang sangat baik. Meskipun begitu, para ahli keamanan merekomendasikan para pengguna untuk menerapkan two-factor authentication untuk keamanan akun Anda.

Hal tersebut berarti, para pengguna harus mempunyai second login seperti kode yang dikirimkan oleh penyedia laman ke nomor telepon anda (biasanya melalui SMS)  untuk dapat sign in di sebuah akun.

Hal ini dipercaya dapat menghindarkan peretas membobol akun Anda, walaupun peretas tersebut mengetahui password anda.

Hal yang menakutkan bukan? Untungnya Pew Research mengungkapkan bahwa telah banyak orang yang mulai menggunakan kata sandi rumit. Seperti misalnya memasukkan angka, huruf, atau simbol yang sifatnya random.

Tidak hanya itu saja, pengguna juga harus menyadari bahwa WiFi gratisan tidak aman untuk berbagai aktivitas seperti melakukan transaksi keuangan atau berbelanja online.

Jika Sudah Mematikan GPS maka Tak Ada yang Bisa Melacak Kita

Kesalahpahaman mengenai keamanan siber yang keempat yaitu Jika Sudah Mematikan GPS maka Tak Ada yang Bisa Melacak Anda. Setelah responden yang disurvei ternyata meyakini bahwa dengan mematikan GPS dapat menghindarkan pengguna dari aktivitas pelacakan. Ternyata mematikan GPS tidak berarti anda menjadi tidak terlacak, karena layanan lokasi yang telah tertanam pada smartphone Anda masih dapat diketahui.

Pew Research mencatat, ponsel pengguna yang terhubung dengan koneksi Wifi dan juga menara BTS dapat pula dilacak.

Artinya, ketika smartphone Anda terhubung dengan sinyal, maka keberadaannya pun dapat diketahui.

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari 4 Kesalahpahaman Mengenai Keamanan Cyber yang Populer di Masyarakat?

Berbicara mengenai keamanan cyber di dunia online dan perlindungannya terhadap data-data anda...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#nasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia — terbit sejak 1946, terindeks Google & Google News.

Lihat Paket Iklan

“4 Kesalahpahaman Mengenai Keamanan Cyber yang Populer di Masyarakat”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.