Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Setiap Tantangan Selalu Ada Jalan Keluar

Oleh: Redaksi Bernas•16 Maret 2017
Setiap Tantangan Selalu Ada Jalan Keluar
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Untuk menjaga semangatnya bekerja, Harold Jonathan Dharma Tjiptadjaja selalu melakukannya dengan segenap hati (passionate)...."

🗓️ Dipublikasikan pada 16 Maret 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

HarianBernas.com – Untuk menjaga semangatnya bekerja, Harold Jonathan Dharma Tjiptadjaja selalu melakukannya dengan segenap hati (passionate). Ia pun begitu mengetahui tentang apa yang ingin diharapkan dari hasil pekerjaannya baik bagi pribadi, keluarga, dan perusahaan sebagai tempatnya bekerja, semua stakeholdersnya, dan terutama masyarakat yang terkena dampak positif dari proyek yang dibiayainya sampai selesai.

”Jalani pekerjaan ini dengan sikap bahwa saya sudah memberikan yang terbaik dalam diri saya untuk pekerjaan saya saat ini sehingga suatu saat nanti saya tidak akan pernah menyesali apa yang saya lakukan ataupun apa yang saya ingin, namun tidak pernah melakukannya,” ungkapnya ke Harian Bernas (4/3).

Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia

Untuk menjalani pekerjaannya, ia pun memiliki motto “Never take no for an answer”. Artinya, janganlah mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

Keluarganya pun sangat mempercayai dan selalu mendukungnya walau kadang, waktu untuk mereka sangat kurang.

Namun, inilah yang membuatnya merasa bahwa apa yang dikerjakan membawa arti positif bagi orang-orang yang dekat dengannya.

“Selama kita masih hidup di dunia ini, tantangan tersebut akan selalu masih ada. Saya selalu percaya, dalam setiap tantangan selalu ada jalan keluar.

Ada jalan keluar yang langsung kita lihat, ada juga jalan keluar yang harus kita upayakan dahulu sebelum kita dapat melihatnya,” imbuhnya.

Managing Director-Chief Investment Officer dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ini juga memiliki kisah cerita yang unik tentang cita-citanya saat masih kecil dan dewasa. “Waktu kecil, saya bercita-cita menjadi dokter. Bahkan, sampai lulus SMA pun, saya masih bercita-cita menjadi dokter. Saya sudah mendaftarkan diri dan diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sampai suatu saat saya diberi kesempatan untuk kuliah di Belanda, di bidang Ekonomi Bisnis,” tuturnya.

Penyuka hobi fotografi ini pun memaparkan pengalaman khususnya yang menjadi titik balik baginya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini. “Ada banyak pengalaman unik dalam hidup saya.

Satu yang mengubah hidup saya ialah waktu saya diberi kesempatan untuk berkuliah Ekonomi Bisnis di Erasmus University Rotterdam di Belanda atas beasiswa penuh dari Yayasan Witteveen-Dekker Indonesian Student Fellowship, yang di-manage antara lain oleh Bapak Kwik Kian Gie, Bapak Radius Prawiro dan Bapak Arifin Siregar.

Dari yang awalnya ingin menjadi dokter, sekarang saya menjadi direktur investasi di perusahaan pembiayaan infrastruktur,”paparnya.

Alumnus Erasmus University Rotterdam ini membagikan pengalaman uniknya di pekerjaan.”Dalam karir saya, saya banyak diberi kesempatan untuk membangun usaha yang awalnya hanya sebuah Business Plan sehingga menjadi business yang sesungguhnya. Walau secara CV, karir saya mungkin tidak melihat pola tertentu, namun ada beberapa hal yang selalu sama dalam setiap pekerjaan yang saya lakukan: Keuangan, Business Development dan Organization Set-up,”jelasnya.

Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru

Mantan President Indonesian Student Assocoation(PPI) ini menerangkan tentang alasan menekuni bidang pekerjaannya sampai sekarang ini. “Bidang yang saya geluti selama 6 tahun terakhir ini adalah pembiayaan infrastruktur.

Kalau melihat perjalanan karir saya dari pertama kali saya bekerja, sepertinya seluruh pengalaman yang saya bangun selama ini, sangat mempersiapkan saya untuk dapat mengerjakan pekerjaan saya saat ini.

Dimulai dari karir di Belanda di sektor perbankan selama sekitar 7 tahun, diikuti dengan pengalaman kerja di perusahaan Audit Big-4 bagian Corporate Finance selama 5 tahun, juga di Belanda, saya lalu hijrah kembali ke Bumi Pertiwi, Indonesia, untuk bekerja di perusahaan Private Equity ternama di Jakarta selama hampir 1 tahun, lalu bergabung dengan salah satu Konglomerat terbesar di Indonesia selama 2 tahun, berusaha sendiri di bidang consulting dan Private Equity selama 2 tahun, sebelum menggeluti pekerjaan yang saya kerjakan sekarang.

Selama perjalanan karir saya, saya membangun pengalaman dan pengetahuan saya dalam bidang perbankan, pembiayaan dan bentuk investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan klien, dengan berdasarkan arus kas perusahaan” terangnya.

Pria yang selalu optimis ini membeberkan tentang permasalahan yang paling sering dihadapi dalam rutinitas pekerjaan sehari-harinya. ”Masalah yang paling sering saya hadapi adalah saya begitu banyak mengambil pekerjaan sehingga saya sendiri mulai kewalahan menyelesaikannya.

Dalam peribahasa Belanda, hal ini disebut sebagai Te veel hooi op de vork nemen – artinya, terlalu banyak jerami yang diambil dalam 1 ambilan,” bebernya.

Master of Science in Financial Business Economics ini pun melihat tentang tantangan yang akan dihadapinya dalam bidang pekerjaannya. ”Sebagaimana layaknya bisnis infrastruktur, pekerjaan yang saya kerjakan sekarang ini akan banyak dipengaruhi dengan keadaan ekonomi dan politik di Indonesia. Memang secara kasat mata, peta politik di Indonesia sudah semakin menunjukkan stabilitas, namun hal ini akan berubah setiap masa-masa pemilihan umum, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sikap terbaik dalam mengatasi hal ini ialah tetap memandang dari sisi positif dan melihat jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi,” terangnya.

Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi?

Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya

Mantan Vice President INDOVER BANK, Amsterdam, The Netherlands juga menjelaskan bahwa bidang pekerjaan yang digelutinya ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat.”Sejalan dengan program Pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan infrastruktur di Indonesia maka bidang pembiayaan infrastruktur yang sedang saya geluti menjadi sangat relevan selama beberapa tahun terakhir dan saya percaya hal ini akan tetap relevan selama minimal 5 tahun ke depan. Seperti yang kita ketahui, dampak dari pembangunan infrastruktur, ada yang bersifat langsung berupa proyek-proyek infrastruktur yang dapat dinikmati oleh masyarakat, maupun yang bersifat tidak langsung berupa kenaikan taraf hidup masyarakat di sekitar proyek tersebut dan meningkatkan kemudahan berusaha bagi usaha-usaha di sekitar daerah proyek,” urainya panjang.

Ia pun membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ”Hidup ini adalah serangkaian dari keputusan. Dalam hidup selalu ada tantangan, tapi percayalah bahwa dalam setiap tantangan, pasti ada jalan keluar.

Oleh sebab itu, janganlah hidup gampang menyerah. Kegigihan kitalah yang akan banyak memberikan jalan keluar dari masalah yang kita hadapi. Untuk itu saran saya, jangan berhenti bermimpi dan berusaha.

Taruhlah seseorang yang kamu kagumi sebagai salah satu target yang ingin kamu capai sehingga tanpa kamu sadari, suatu saat kamu mungkin mencapai seperti atau bahkan lebih dari dari orang yang kamu kagumi tersebut,” jelasnya.

Mantan Vice President Earth Invesment Group ini menyebut tentang pencapaian yang paling membanggakan dalam profesinya. ”Pencapaian yang paling membanggakan ialah pada saat kita menyelesaikan suatu proyek yang mempunyai dampak bagi kehidupan masyarakat ramai. Ini adalah ‘legacy’ yang akan kita tinggalkan dalam hidup kita, memberi dampak bagi negara, masyarakat, perusahaan dan keluarga yang kita cintai. Salah satu orang yang berperan dalam pencapaian saya saat ini adalah teman dan atasan saya waktu saya diberi kesempatan untuk bekerja di IIF ini, Pak Tiko , yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri,” ujarnya.

Mantan Vice President Sinarmas Group ini membocorkan tentang projectnya dalam waktu dekat dan impiannya. “Untuk project, banyak mega-mega proyek infrastruktur di Indonesia saat ini yang membutuhkan pemikiran-pemikiran yang inovatif dan breakthrough.

Saya berharap saya diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi untuk isu-isu yang sedang berkembang dalam hal ini.

Saya bermimpi agar suatu saat saya bisa memberikan dampak yang lebih besar dan nyata bagi Negara Republik Indonesia yang sangat saya cintai ini,” pungkasnya.

Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia 

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Setiap Tantangan Selalu Ada Jalan Keluar?

Untuk menjaga semangatnya bekerja, Harold Jonathan Dharma Tjiptadjaja selalu melakukannya dengan segenap hati (passionate)....

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#tokoh#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Tanya / Konsultasi Gratis

“Setiap Tantangan Selalu Ada Jalan Keluar”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.