HarianBernas.com – Fachyudi Nouval atau sering dikenal akrab sebagai Yudi. Seorang pengusaha muda yang setia mau melanjutkan bisnis rintisan dari orangtuanya. Ia awalnya sudah tinggal di Jakarta namun karena baktinya pada Ibunya ia mau pulang untuk segera mengurus bisnis keluarganya.
Berawal dari kisah Bapaknya yang terserang penyakit stroke, kemudian Yudi mencari seorang terapis yang memiliki kemampuan soal terapi melalui pijat.
Saat itu terapi dimaksudkan untuk memijat seputar syaraf-syaraf. Terapi dilakukan seminggu 3 sampai 4 kali. Sampai kemudian Bapaknya dinyatakan sembuh dari stroke.
Sejak kecil, Yudi memang tidak pernah bercita-cita sebagai seorang pengusaha.
Ia hanya ingin menjadi pemain bola. Namun kenyataan berkata lain. Sejak kuliah, ia justru lebih tertarik berwirausaha.
Dimulai dengan jual beli velg skala kecil-kecilan yang hanya memiliki persediaan 1 lemari, kemudian berkembang sampai menjadi gallery velg dengan nama Barbeque, yang saat ini juga dipasarkan secara online.
Berangkat dari kemampuan berwirausaha itulah kemudian ia dipercaya oleh Ibunya untuk meneruskan usaha yang sudah dirintis yaitu Reflexology.
Bermodal sebuah garasi samping rumah yang kemudian disulap menjadi tempat pjat refleski. Awalnya juga hanya memiliki 4 bed dan 4 terapis.
Karena kegigihannya dalam berproses menekuni akhirnya saat ini sudah memiliki karyawan 17 dan usahanya berkembang lagi.
Setelah ?Kembang Jari Reflexology?, saat ini juga memiliki ?Empat Coklat Home Stay? dan ?Gobu-Gobu Restaurant Jepang?
Bagi Yudi, peran seorang Ibu memang tak tergantikan selama ini. ?Ibu saya yang selama ini mengajarkan kedisiplinan, sampai akhirnya Ibu saya mendirikan usaha Kembang Jari ini,? kata lelaki yang hobi kuliner dan travelling.
Disatu sisi, Ibunya bisa berperan sebagai Ibu yang memberikan dukungan dan mendoakan. Di sisi lain Ibunya bisa menjadi seorang teman yang memberikan masukan. ?Maka kalau mau sukses menjadi pengusaha jangan lupa membahagiakan orang tua,? tambahnya.
Memang disadari bahwa selama ini pengalaman bisnisnya adalah bakat yang diturunkan dari Ibunya.
Ibunya yang mantan pegawai bank swasta memang sejak kecil sudah senang berdagang, karena dirasa pada saat itu menjadi seroang pegawai memang lah sulit.
?Peristiwa sakitnya Bapak terkena stroke yang kemudian muncul keinginan untuk membuka bisnis reflexology ini,? kenangnya. Sampai akhirnya Kembang Jari Reflexology ini satu-satunya refleksi yang buka non stop 24 jam. Sudah 9 tahun bertahan di Yogyakarta dengan konsep yang hommy.
Selain pijat refleksi, Kembang Jari Reflexology menyediakan totok wajah, bekam kering, sauna, lulur, mandi uap, mandi rempah/susu, ratus (khusus wanita).
Dan juga dilengkapi fasilitas parkir luas, full ac, VVIP room, ruang tunggu VVIP, free wifi dan free minuman hangat.
Selain buka 24 jam, juga melayani panggilan, konsultasi gratis, garden massage dan semua terapis disini memiliki pengalaman.
Peluang yang kemudian dikembangkan, yaitu Restaurant Jepang dan Home Stay. ?Barangkali setelah refleksi ada yang menginginkan untuk makan.
Atau bagi keluarga ada yang ingin menginap 1 sampai 2 hari. Konsep home stay memang khusus keluarga jadi tidak sembarang orang boleh menginap disini,? jelasnya.
Di tengah persaingan bisnis reflexology khususnya di Yogyakarta, justru Yudi memandang bahwa kompetitor itu layaknya sebagai seorang patner bisnis. Tantangan baginya justru menjadi relasi.
Ia justru banyak belajar dari owner-owner bisnis reflexology mengenai strategi franchise.
Meskipun Yudi tetap berpegang bahwa ingin mengembangkan bisnis yang ada dirumah di bilangan Mulungan Wetan Sleman itu sebagai pusat untuk dikembangkan lebih dulu saja.
Yudi pun membangun habit bersama dengan karyawannya sampai detik ini dengan positif. ?Setiap terapis laki-laki dan perempuan harus sholat subuh berjamaah. Setelah itu pagi hari mulai dari top manager sampai karyawan sharing dan saling memberikan masukan agar Kembang Jari semakin jauh lebih baik dan lebih baik lagi. ?Semua terapis di sini memang disediakan mess.
Jadi kami semua di sini bekerja sudah seperti saudara, antara owner dan terapis tidak ada jarak,? imbuhnya.
Menekuni bisnia diusia muda memang harus dibentuk dari kebiasaan yang selalu mau untuk disiplin. Baik itu disiplin waktu, disiplin bergaul, disiplin dalam manajemen dan sebagainya. Yang tak kalah penting yaitu selalu meminta doa dari orangtua.
Hal itu tercermin sekali dalam kehidupan Yudi yang ternyata ia sangat mengidolan Bapak dan Ibunya selama ini.
Impian terbesar yang sampai detik masih ia proses yaitu ketika dirinya ingin berkeluarga dan naik haji. Setelah itu, ia ingin memperluas usahanya sekaligus mengembangkannya. Di mana semua karyawan yang bekerja padanya juga mampu hidup sejahtera.
?Anak muda Indonesia mulai saat ini harus berkarya dan disiplin,? tegasnya dalam sebuah quote.
Ketika sudah mulai bangun pagi lalu sholat subuh jangan tidur lagi. Kerjakan apa yang bisa dikerjakan mumpung masih muda.
Dari situlah kebiasaan disiplin itu mulai bisa dibangun dengan baik dan kelak akan membuahkan hasil.
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Kebiasaan Disiplin Sebagai Kunci Berbisnis?
Fachyudi Nouval atau sering dikenal akrab sebagai Yudi. Seorang pengusaha muda yang setia mau melanjutkan bisnis rintisan dari orangtuanya. Ia awalnya sudah tin...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




