Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Awalnya Menghibur, Kini Badut Sosok Menakutkan dan Menebar Teror

Oleh: Redaksi Bernas•15 Oktober 2016
Awalnya Menghibur, Kini Badut Sosok Menakutkan dan Menebar Teror
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Entah mengapa badut sekarang menjadi hal yang menakutkan untuk manusia Badut menjadi sImbol teror ketakutan kepalsuan dan masih banyak lagi..."

🗓️ Dipublikasikan pada 15 Oktober 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

HarianBernas.com ? Badut yang dahulu digunakan orang untuk menghibur masyarakat terutama anak kecil sepertinya sekarang ini berubah fungsinya. Entah mengapa badut sekarang menjadi hal yang menakutkan untuk manusia. Badut menjadi sImbol teror, ketakutan, kepalsuan, dan masih banyak lagi.

Entah dimulai sejak kapan, tetapi makna badut mulai bergeser bahkan dalam beberapa film badut menjadi sosok pembunuh berdarah dingin ataupun perampok, tengok saja film The Clown yang dibuat tahun 2016 ini, The Clown at Midnight tahun 1999, Clown House di tahun 1989 dan masih banyak lagi film horror dengan tema Badut.

Hal ini pun yang sepertinya membuat beberapa orang membuat sebuah teror dengan memakai topeng badut yang membuat masyarakat mulai ketakutan.

Seperti yang belum lama ini terjadi di Swedia dan beberapa negara di Amerika dan Eropa.

Kemunculan Pria Bertopeng Badut yang Menebar Teror di Swedia, Amerika Serikat, dan Inggris

Beberapa hari yang lalu telah ditemukan seorang pria di Swedia bagian Selatan dengan luka-luka akibat tikaman seorang pelaku kejahatan yang memakai topeng badut. Setelah melakukan hal tersebut, pelaku langsung melarikan diri setelah menyerang dan kemudian memicu ketakutan masyarakat atas teror pria bertopeng badut.

Dikutip dari AFP, terdapat seorang pria yang lahir di tahun 1977 telah ditikam di bagian bahu oleh seseorang yang tak dikenalnya dan kemudian melarikan diri. Pernyataan tersebut diambil oleh kepolisian distrik Halland, Swedia.

Memang serangan seperti ini tak terjadi hanya sekali, sepertinya ini merupakan beberapa kali teror yang disebarkan bukan hanya di Swedia tetapi juga di Amerika serta beberapa negara Eropa lainnya.

Memang teror ?badut menyeramkan? telah mencekam negara-negara tersebut.

Terlebih kejadian di distrik Halland bukannya yang kali pertama terjadi dengan pelaku yang memakai topeng badut. Bahkan pada hari rabu yang lalu (12 Oktober 2016) terdapat 2 pria kostum badut yang memberikan ancaman untuk membunuh seorang wanita. Tentu saja hal ini menakutkan wanita tersebut.

Beberapa kepolisian setempat pun kembali menganggapi hal ini dengan serius dan bukanlah hal yang dianggap becanda.

Selain itu, ada juga insiden dimana sekelompok pria yang memakai kostum badut mengeroyok sekitar 4 anak yang berusia sekitar 10 tahun dan lantas mengancam mereka memakai benda tajam yang ternyata gergaji palsu.

Selain itu, beberapa daerah di Amerika Serikat, lewat media sosial dibanjiri dengan kabar teror badut karena di negara ini juga banyak kabar beberapa orang bertopeng atau yang memakai kostum badut tampak menakuti masyarakat sekitar.

Untuk di Amerika sendiri, teror ini dimulai sejak bulan Agustus kemudian semakin bertambah ketika hendak dilaksanakan perayaan Halloween di akhir Oktober nanti.

Memang teror ini telah menganggu masyarakat dimana mereka menakuti orang ketika berada di lokasi publik, jalanan gelap bahkan di dekat hutan. Bahkan para peneror ini sampai membawa pisau besar sehingga menimbulkan ketakutan yang lebih hebat lag. Tercatat teror tersebut ada di beberapa wilayah di Amerika Serikat seperti New York, Minnesouta, California, serta South Carolina.

Sedangkan di Inggris sendiri telah terdapart 14 kejadian yang berhubungan dengan badut selama 24 jam.

Tentu saja kepolisian Inggris menjadi super waspada karena hal ini.

Para Psikolog Menilai Teror Badut Menyeramkan Ini akan Menimbulkan Potensi Berbahaya

Entah dimulai karena apa, tetapi tren ini memang sedang menyebar di 2 benua, Amerika dan Eropa dimana orang sengaja memakai kostum dan juga topeng badut untuk menakuti orang-orang ketika malam tiba. Sampai sekarang pun para psikolog masih mencari apa yang menjadi penyebab trend ini meledak.

Tetapi psikolog memastikan jika hal ini terus berlangsung maka akan terdapat potensi bahaya yang akan siap meledak di dunia. Kabar mengatakan jika tren badut menyeramkan ini timbul di South Carolina, Amerika Serikat.

Kejadian ini berawal dari terdapat laporan dimana terdapat orang yang memakai kostum badut yang kemudian merayu sekelompok anak untuk pergi ke hutan.

Dari sanalah kemudian muncul banyak badut yang meneror masyarakat dan menyebar secara internasional.

Karena dianggap sudah terlalu menakutkan, psikolog forensic yakni Kirstin Bouse menyebutkan jika para pelakunya dapat saja muncul semaunya tanpa ada sebab akibat yang jelas dengan anoniminitas dalam perilaku antisosial.

Bisa saja pelaku merasa identitasnya dapat disamarkan tetapi hal ini dapat membuat trauma bagi sang korban. Tentu saja Coulrophobia yang merupakan phobia atau ketakutan karena badut akan semakin menjadi karena akhirnya orang takut dengan ambuguitas badut.

Menurut Kristin, berdasarkan riset yang dilakukan terhadap fobia badut dapat timbul karena adanya ambiguitas serta penyamaran dari badut itu sendiri. Pada saat kita dapat melihat wajah asli seseorang maka kita akan dapat menebak gesture aneh yang lantas membuat otak kita menganggap ada hal yang tak masuk akal terhadap orang tersebut.

Tetapi dengan orang memakai topeng badut akan menjadi susah untuk menebaknya.

“Pada saat itulah respon kecemasan kita secara normal akan mudah terpicu,” terang Kirstin.

Seorang ahli media sosial, Catherine Archer yang berasal dari Murdoch University menyebutkan jika tren badut seram ini masih bisa berkembang menjadi hal yang tidak dapat dikendalikan lagi. Bisa jadi pada awalnya orang hanya ingin sekedar iseng tetapi bisa dengan sangat mudah berubah menjadi sebuah kejadian yang menyebabkan ketakutan bagi sang korban dan risiko penjara bagi si pelaku.

Terlebih saat ini media sosial semakin membanjiri ekspresi ketakutan akan badut seram tersebut sehingga hal ini dapat menjadi semakin melebar dan tidak terkendali lagi. Orang yang pada awalnya tidak tahu kemudian menjadi mengikuti media sosial dan pada akhirnya ingin mencoba untuk melakukan aksi yang sama.

Jika hal ini terus terjadi maka tren ini akan semakin meluas.

Catherine mengungkapkan jika adanya faktor ketakutan sekaligus ketertarikan dapat membuat orang berbuat nekad dan ini tentu sangat berbahaya.

Dulu Badut Dianggap sebagai Seseorang yang Menghibur

Sebenarnya dahulu badut dibuat sebagai penghibur bagi masyarakat, badut merupakan seorang penghibur yang rela memoleskan dirinya dengan memakai bedak yang sangat tebal dan pakaian yang unik. Selain itu, Ia sangat pandai memainkan mimic yang lucu.

Menjadi seorang badut lucu bukanlah hal yang baru, konon badut sudah ada sejak jaman dahulu kala. Konon telah ada sejak peradaban Yunani Kuno serta Romawi Kuno.

Berdasarkan Wikipedia, istilah badut akhirnya mempunyai makna yang luas.

Hampir semua comedian atau orang yang pandai memancing gelak tawa disebut dengan badut. Orang yang tak mudah tersenyum tetapi melakukan hal yang aneh pun dianggap sebagai badut.  

Dilihat dari sejarahnya, badut lebih berfokus kepada seseorang dengan dandanan yang aneh serta lucu, kostum yang nyeleneh dan make-up yang sangat tebal. Selain itu, Ia sangat lihai dalam melakukan berbagai gerakan konyol dan mimic lucu tetapi tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.

Badut dimasa dunia perfilman modern memang telah banyak memberikan inspirasi banyak tokoh bisnis hiburan.

Sebut saja Charlie Chaplin yang sangat melegenda hingga saat ini. Ia bisa dibilang bergaya seperti badut dalam memerankan peranannya.

Setelah itu, badut pun muncul di taman hiburan, di jalanan dan juga acara ulang tahun.

Identitas yang menempel dari badut dahulu ialah sesosok pria dengan wajah super putih dan hidung merah menyala sebesar tomat serta mulut yang lebar dengan memakai lipstick melebihi mulut sang pemain badut dan pastinya topi lucunya.

Hal ini pun bertahan dengan sangat lama.

Para badut bukan hanya membuat orang yang merasa sangat stres menjadi tertawa bahagia karenanya. Tetapi badut pun menjadi saran menghibur serta profesi para seniman yang suka membuat tertawa orang. Dengan kemampuan bermain pantomime serta gerakan slapstick yang lucu bisa dibilang mereka adalah penghibur yang menjalankan profesinya d ijalanan paling lama di dunia ini.

Tetapi hal ini semakin lama semakin membuat badut ditakuti oleh orang.

Dengan adanya sosok badut yang menyeramkan maka badut sekarang mempunyai peran yang sangat ambigu.

Kadangkala badut lucu dapat mengundang gelak tawa tetapi di sisi lain terdapat hantu seram yang membuat banyak orang ketakutan.

Inilah yang membuat Badut Saat Ini Menjadi Terlihat Menakutkan

Adanya ambigunitas dalam sosok badut ternyata telah membuat banyak peneliti mencari jawaban akan hal ini yang diambil dari sisi sains. Banyaknya badut seram yang muncul di balik pohon di negara Amerika Serikat, Swedia, Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya memang telah cukup membuat kaget masyarakat banyak.

Badut menjadi sosok yang misterius dengan level menakutkan seperti ketakutan akan UFO dan hantu.

Kemunculan badut seram di beberapa negara di dunia ini masih belum tahu siapa pencetusnya, apakah hanya kerjaan orang iseng, sebuah romor dari imajinasi liar, teknik pemasaran sebuah film tentang badut atau pun rencana kejahatan yang akan meledak suatu hari.

Tetapi yang jelas saat ini badut mengalami perubahan image dari sosok yang lucu menjadi MENYERAMKAN!

Lantas mengapa hal tersebut dapat terjadi dan bermunculan secara cepat di banyak negara? Para peneliti pun berusaha menggali fenomena tersebut. Adanya penampakan badut memang sudah berubah menjadi banyak studi kasus yang sangat sempurna untuk menggambarkan sifat menakutkan serta apa yang kemudian membuat ide adanya penampakan badut menjadi sebuah viral yang mencekam.

Menurut Frank McAndrew yang merupakan psikolog sosial dengan berbagai studi besarnya yang menjelaskan ketakutan terhadap badut menjelaskan jika ada banyak hal yang memicunya tetapi badut adalah gabungan berbagai hal ganjil yang sangat sempurna.

Karena bukan hanya apa yang dilakukan oleh badut adalah hal yang aneh serta usil tetapi penontonnya tak mengetahui siapa dan bagaimana orang yang ada sebagai badut tersebut.

Mereka dapat bersembunyo dengan sempurna di balik makeup tebal.

Karena ketidaktahuan inilah pada akhirnya  paradigm manusia akan badut menjadi berubah dari hal yang lucu menjadi menakutkan. Ini sama halnya dengan perasaan kita yang melihat dan suka dengan robot, namun ketika robot tersebut dianggap terlalu mirip dengan manusia kita malah justru takut dan jijik.  

Sehingga dapat disimpulkan jika badut adalah sosok yang membuyarkan garis kemiripan antara manusia dan sosok bukan manusia. Adanya make-up yang tebal membuat kita terdistorsi dengan fiturnya yang nampak seperti manusia tetapi aneh namun dengan kaki yang besar ataupun rambut eksentrik mereka.

Oleh karena itu, McAndrew memberikan pendapat jika yang mebuat badut terlihat menyeramkan adalah karakter tak jelas atau ambigu mereka.

Ia sendiri telah meneliti lebih dari 1.300 orang badut untuk dapat menggambarkan seperti apa perilaku serta karakter fisik orang yang memang terlihat sangat mengerikan tersebut.

Tetapi intinya faktor ragu dan ketidakpastian itulah yang membuat orang menjadi panic dan takut.

Tetapi hal ini masih didalami lebih detail dari pihak kepolisian di negara-negara yang terdapat tren badut seram. Semoga saja tren tersebut tidak menyebar di Indonesia atau bahkan menjadi tren.

Sudah banyak keresahan yang di hadapi masyarakat kita untuk segera diselesaikan.

 

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Awalnya Menghibur, Kini Badut Sosok Menakutkan dan Menebar Teror?

Entah mengapa badut sekarang menjadi hal yang menakutkan untuk manusia Badut menjadi sImbol teror ketakutan kepalsuan dan masih banyak lagi...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#inspirasi#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Tanya / Konsultasi Gratis

“Awalnya Menghibur, Kini Badut Sosok Menakutkan dan Menebar Teror”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.