HarianBernas.com ? Sebuah polling terbaru yang dilakukan oleh Washington Post-ABC Bews mendapatkan hasil yang mengejutkan. Walaupun separuh warga Amerika Serikat memilih Hillary Clinton sebagai Presiden mereka, namun ternyata mereka tak menyukai Capres dari Partai Demokrat.
Walaupun begitu, jika harus membandingkan dengan Donald Trump, Hillary lebih dipilih oleh masyarakat Amerika Serikat. Jadi bisa dibilang mereka harus memilih Presiden yang buruk diantara yang paling buruk.
Diambil dari AFP, 56 persen warga AS mempunyai pandangan tak baik kepada Hillary, sedangkan 41 persen sisanya mempunyai pandangan baik terhadap Hillary.
Baca juga Trump dan Hillary Clinton Hadir di Iklan The Simpsons Terbaru
Polling tersebut dilakukan terhadap warga Amerika secara umum. Ini merupakan hasil polling paling mengecewakan bagi Hillary. Hal ini disebabkan karena ia dikenal sebagai Ratunya Polling dan selalu mempunyai citra positif di setiap survey.
Bahkan polling ini sebagai penggambaran citra yang paling buruk bagi Hillary selama ia memegang jabatan politik.
Namun hal tersebut masih lebih baik jika dibandingkan kompetitornya yakni Donald Trump dari Pantai Republik. Pengusaha properti ini mendapatkan nilai 35 persen mempunyai pandangan yang baik sedangkan 63 persen menanggap jika Trump tidak baik.
Baca juga Calon Presiden USA, Donald Trump dan Hillary Clinton Disarankan Tonton The Angry Bird Movie
Dalam polling lainnya yang dibuat oleh Reuters/Ipsos telah mengompetisikan Hillary Clinton dan Donald Trump dengan kandidiat lain dari Partai Libertarian Gary Johnson dan Jill Stein dari Partai Hijau. Dari hasil polling itu, Hillary tetap menunjukkan keunggulannya dari para kandidiat lainnya.
Hillary memperoleh nilai 41 persen, Trump 33 persen, Johnson 7 persen dan Stein 2 persen.
Dalam polling yang sebelumnya diadakan Reuters/Ipsos ketika hanya mengompetisikan Hillary Clinton dan Donald Trump, Hillary masih unggul 12 persen dari Trump. Mantan Ibu Negara tersebut mendapat 45 persen dukungan dan Trump hanya 33 persen. Sedangkan 22 persen pemilih tidak memilih keduanya.
Baca juga Clinton Ungguli Trump dalam Perolehan Suara Sementara
Memang citra Hillary Clinton yang pernah menjadi Menteri Luar Negeri ini mengalami penurunan di dalam beberapa bulan terakhir.
Terlebih sesaat setelah adanya Konvensi Partai Demokrat di bulan Juli lalu, warga Amerika serikat terpecah dimana 48 persen memilih Hillary dan 50 persen tak menyukai calon presiden wanita pertama ini.
Terlebih adanya berbagai isu tentang pemakaian server email pribadi pada saat dirinya menjabat Menteri Luar Negeri serta isu tentang Yayasan Clinton yang dimiliki keluarganya serta penyumbangnya, tampaknya telah memberikan kontribusi negatif terhadap opini publik tentang Hillary.
Baca juga Mural Hillary Clinton Berbikini Diprotes, Diganti Pakai Niqab
Meski begitu, selang 68 hari akan melakukan pilihan presiden pada 8 November yang akan datang, Hillary tetap masih dapat unggul 5 persen atas Trump. Menurut polling Real Clear Politics, Hillary meraih 42 persen dukungan dan Trump sekitar 37 persen.
Di lain sisi, citra buruk Trump dari sejumlah hasil survei telah membuatnya merubah sikapnya menjadi baik terhadap publik. Dia juga pernah meminta maaf atas pernyataannya yang tak baik, ketika ucapannya yang melarang Muslim masuk Amerika Serikat jika terpilih menjadi Presiden AS.
Tetapi, sikap baik Trump itu tak mengangkat namanya di sejumlah survei.
Popularitasnya pun semakin merosot jika dibandingkan dengan Hillary. Terlebih lagi adanya kabar tentang sang istri, Melanie Trump adalah wanita penghibur di tahun 90-an semakin membuat citra Trump semakin terpuruk.
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Polling Terbaru Amerika Serikat: Rakyat Pilih Capres Buruk dari yang Terburuk?
Sebuah polling terbaru yang?dilakukan oleh Washington Post-ABC Bews mendapatkan hasil yang mengejutkan....
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




