HarianBerans.com – Pernahkah Anda melihat sebuah pertunjukan orkestra? Apakah yang dapat Anda lihat, dengar dan rasakan? Tentunya di sana akan banyak sekali keindahan bukan.
Betul sekali, orkestra sangat banyak sekali nilai seninya, alunan nada dan dentuman musiknya menghiasi seluruh ruangan, membuat orang yang mendengarnya makin menajamkan telinganya demi terlena dengan liukan musik yang diberikan pemain orkestra.
Jika dilihat, dirigen dan pemain musik orkestra sangat seirama dan mempunyai koneksi yang luar biasa, tetapi siapakah sebenarnya yang membuat musik orkestra itu jadi sebegitu indahnya?
Hari ini saya mendapatkan pelajaran baru tentang Orkestra.
Itay Talgam merupakan seorang ahli leadership dan pengamat orkestra (dirigen). Itay Talgam banyak meneliti permainan orkestra di seluruh dunia. Ia melihat cara dirigen memainkan peranannya sangat cocok dengan seorang pemimpin sesungguhnya.
Sebenarnya apakah yang diperankan oleh seorang dirigen?
Hasil penelitian Itay Talgam, seorang dirigen selalu memulai musiknya dari sebuah kebahagian dan kesenangan terlebih dahulu.
Tetapi apakah karena kesenangannya saja lalu orkestra bisa seperti itu?
Arti sesungguhnya adalah ada cerita yang tidak terlihat yang sedang dimainkan oleh pemusik orkestra itu, tetapi semua audiens juga dapat mendengar dan mengetahui makna cerita tersebut secara bersamaan dan seragam namun dengan perasaan yang berbeda-beda. Itulah mengapa orkestra mampu menghipnotis audiensnya dan membuat musikal merasuk dihati.
Dikatakan oleh Itay Talgam, ada beberapa jenis dirigen dalam memainkan musik orkestranya.
1. Dirigen Tegas
Dengan cara ini pemain musiknya sudah mengetahui bahwa sosok dirigen ini sangat menyukai kepastian.
Bisa dilihat dari cara ia memegang stik/tongkat komando, disamping itu mimik wajah dirigen yang tidak menunjukan senyum sama sekali.
Postur badanya tegap dan dalam memberikan instruksi selalu terdapat getaran dari setiap akhir gerakannya.
Dirigen ini hanya memainkan apa yang dia rasakan tanpa memberikan feeling kepada pemain musiknya, ia hanya mencoba menikmati musiknya lewat kesuksesan perjalanan musiknya. Intinya ketika musiknya dapat berjalan dengan baik tanpa ada kesalahan itu adalah hasil yang sempurna untuknya.
2.
Dirigen Abstrak
Dirigen ini melakukan tugasnya dengan mata yang terpejam. Pemain musik hanya melihat apa yang diinstruksikan lewat gerakan (ayunan tongkat) tanpa bisa melihat mata dari sang dirigen.
Hal ini menunjukan bahwa, hanya dirigenlah yang tau dan menikmati musik, hanya dirigen juga yang mengetahui makna dari perjalanan musik itu. Pemain musik pun tidak mengerti kapan mereka mendapatkan instruksi, yang mereka lakukan adalah hanya melihat satu sama lain saja, ketika pemain musik yang lain sudah mulai maka yang lain pun akan mengikuti.
Dirigen ini hanya mengajarkan pemusik harus bisa mengikuti nada yang ada dibuku, tidak boleh melewati nada dibuku nada, karena buku nada adalah sumber dari peraturan dan wujud dari kesempurnaan nada.
3.
Dirigen Ceria
Dirigen ini memiliki pemaknaan yang berbeda dari yang lain, dirigen ini mampu menunjukkan betapa sempurnanya aliran musik yang ia suguhkan untuk audiens dan para pemain musiknya. Sungguh disini yang terlihat adalah kebebasan pemain musik dalam menyajikan lagu. Dirigen hanya mengontrol sebagian perjalanan saja, selebihnya diberikan seutuhnya kepada pemain musiknya.
Ternyata dengan metode seperti ini membuat audiens jadi lebih bahagia, dan pemain musikpun jadi semakin semangat dan memainkannya dengan hati
4.
Mata Hati
Dirigen ini tidak menggerakan tangannya (tongkat komando), ia hanya menggerakan bibir, alis, mata, dan kerutan wajah. sesekali ia juga menggunakan gerakan tubuh dan senyuman yang sumringah.
Dengan gaya seperti ini ternyata pemain musik lebih terkoneksi lagi, karena dengan cara ini semua memegang peranan masing-masing. Semuanya berjuang agar permainan musik itu dapat dirasakan oleh seluruh audiens. Pemain musik akan lebih menjaga dirigen dan teman-temannya daripada menjaga dirinya sendiri.
Dari keempat tipe dirigen di atas, sebenarnya masih sering sekali kita temukan juga diperusahaan, pemimpin yang masih sering menonjolkan ketegasannya.
Pemimpin yang mengutamakan keabstrakan, dan masih ada juga pemimpin yang selalu ceria, kapanpun, diamanapun dan untuk siapapun.
Kita juga masih menemukan jenis pemimpin yang terakhir, pemimpin yang selalu menggunakan Mata Hati.
Semoga bermanfaat
Salam Dahsyat!
VAO
Service Excellence Trainer
Untuk mengundang Vicktor Aritonang (VAO) berbicara diperusahaan Anda, silakan hubungi: [email protected]. Bagi yang ingin mendapatkan artikel motivasi setiap harinya, dapat langsung menghubungi WA saya di : 0812.7307.3882
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Memimpin Seperti Dirigen Orkestra?
Alunan nada dan dentuman orkestra menghiasi seluruh ruangan membuat orang yang mendengarnya makin menajamkan telinganya....
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




