Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Sang Pendiri Gerakan Indonesia Mengajar: Jiwa Sosialku Mengantarku Pada Kesuksesan

Oleh: Redaksi Bernas•14 November 2015
Sang Pendiri Gerakan Indonesia Mengajar: Jiwa Sosialku Mengantarku Pada Kesuksesan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Pernahkah kamu melihat anak anak di pedalaman Pernahkah terpikirkan olehmu bagaimana pendidikan di sana Tahukah kamu jika pendidikan di sana sangat..."

🗓️ Dipublikasikan pada 14 November 2015.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

Pernahkah kamu melihat anak-anak di pedalaman?

Pernahkah terpikirkan olehmu bagaimana pendidikan di sana?

Tahukah kamu jika pendidikan di sana sangat memprihatinkan? Silakan browsing di interrnet, ketikkan kata kunci “pendidikan di pedalaman” anda akan melihat, bagaimana memprihatinkannya pendidikan di sana.

Lalu, bagaimana hati anda? Tergerakkah hati anda melihat potret seperti itu?

Pada 7 Mei 1969 lahirlah seorang pemuda Indonesia yang sangat memperhatikan pendidikan. Ketika berumur 12 tahun, ia bersama teman-teman di kampungnya membentuk kelompok untuk melakukan  kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti olahraga.

Selain itu, buku-buku tentang biografi kepahlawanan pun menjadi korban hobi membacanya. Hobinya inilah yang menambah sifat kepemimpinannya. Ketika ia menginjak SMP,  jiwa sosialnya semakin tumbuh subur.

Tak heran jika ia pun dipilih menjadi Ketua Seksi Pengabdian Masyarakat di sekolahnya.

Seksi tersebut memiliki tugas untuk mengabarkan dan mengumpulkan dana jika ada anggota keluarga dari siswa, guru, atau karyawan di sekolah tersebut yang sakit ataupun meninggal.

Ia pun berlatih berbicara di depan umum, karena setiap ada musibah, ia lah yang harus bicara dari kelas ke kelas untuk menghimpun bantuan.

Baca juga: Sikap Terpuji Nabi Idris, Sosok yang Cerdas dan Kreatif pada Zamannya

Menginjak SMA, belum genap satu tahun ia menjadi siswa, ia telah diminta untuk menjadi Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Karena jiwa kepemimpinannya yang baik, Ia pun menjadi utusan sekolah untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan di Jakarta pada September 1985.

Pada tahun kedua, ia mendapat beasiswa pertukaran pelajar ke Amerika. Saat itu, pikirannya telah terbuka dan wawasannya kian luas. Setelah kembali ke Indonesia, ia mendapat kesempatan sebagai salah satu pewawancara yang mewawancarai tokoh-tokoh nasional.

Kesempatan ini membuat cakrawala pengetahuannya kian luas lagi.

Setamat SMA, ia melanjutkan pendidikannya di fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada. Saat itu, ia aktif sebagai ketua senat mahasiswa. Saat kuliah jugalah ia mendapatkan beasiswa dari Japan Airlines Foundation karena memenangkan sebual lomba menulis tentang lingkungan.

Tahun 1995, ia berhasil menamatkan kuliahnya dan setahun kemudian ia mendapat beasiswa melanjutkan studi masterdi  bidang International Security and Economic Policy, di University of Maryland, College Park.

Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru

Saat menjalani program master tersebut, ia dianugerahi William P. Cole III Fellow di Maryland School of Public Policy, ICF Scholarship, dan ASEAN Students Award.

Beasiswanya tak berhenti disitu, setelah lulus dari program master ia mendapatkan beasiswa program doktoral dari Northern Illinois University.

Luar biasa bukan?

Pada 15 Mei 2007, di usia 38 tahun, ia dilantik menjadi Rektor Universitas Paramadina, menggantikan posisi cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid, yang juga pendiri universitas tersebut. Pelantikannya menjadi rektor membuatnya tercatat sebagai rektor termuda di Indonesia.

Dialah Anies Baswedan, sang pendiri Gerakan Indonesia Mengajar.

Melalui  program Gerakan Indonesia Mengajar, Anies Baswedan mengajak pemuda Indonesia yang telah selesai berkiprah di kampus, untuk terjun ke pelosok-pelosok negeri ini untuk menyebarkan harapan dan keyakinan tentang pendidikan.

Para pemuda tersebut juga diminta untuk terus memberikan inspirasi dan motivasi sehingga anak-anak negeri di pelosok dapat selalu tampil dengan sikap penuh percaya diri dan optimis untuk terus maju.

Sehingga akan muncul calon pemimpin bangsa yang dapat menciptakan serta membawa Indonesia sebagai bangsa dan negara yang besar serta berkarakter kuat.

Baca juga: Jurusan Manajemen: Pengertian Ilmu Manajemen dan Daftar Universitas

Selama karirnya, Anies mendapat sejumlah penghargaan tingkat dunia, dintaranya:

  • Majalah Foreign Policy menjadikan dia salah satu dari “100 Intelektual Publik” pada Mei 2008.
  • World Economic Forum (WEF) memasukannya ke dalam deretan “Pemimpin Muda Global 2009”.
  • Majalah Foresight dari Jepang menyebutnya sebagai “20 Pemimpin Masa Depan Dunia” pada April 2010
  • Institute for International Policy Studies (IIPS) memberikan Nakasone Yasuhiro Awards pada Juni 2010.
  • Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berpusat di Yordania memasukkan Anies ke dalam daftar “500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia” pada Juli 2010.
  • Bahkan pemerintah Republik Indonesia kini mengangkatnya sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Luar biasa bukan?

Jiwa sosial dan tekad belajarnya yang tak kenal lelah menghantarkannya kepada kesuksesan.

Baca juga: Jurusan Ilmu Komunikasi: Info Kuliah, Pekerjaan, dan Universitas

 

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Sang Pendiri Gerakan Indonesia Mengajar: Jiwa Sosialku Mengantarku Pada Kesuksesan?

Pernahkah kamu melihat anak anak di pedalaman Pernahkah terpikirkan olehmu bagaimana pendidikan di sana Tahukah kamu jika pendidikan di sana sangat...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#inspirasi#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Sang Pendiri Gerakan Indonesia Mengajar: Jiwa Sosialku Mengantarku Pada Kesuksesan”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.