Edisi medan
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

Edisi Hyperlocal: MEDAN
MEDAN

Kesiapsiagaan Sleman Menghadapi Potensi Bencana di Wilayahnya Jelang Musim Penghujan

Oleh: Paulus Yesaya Jati•6 November 2026
Kesiapsiagaan Sleman Menghadapi Potensi Bencana di Wilayahnya Jelang Musim Penghujan
Foto: (foto: Ist)
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"BPBD Sleman tingkatkan kesiapsiagaan EWS dan evakuasi hadapi potensi lahar dingin serta bencana hidrometeorologi jelang musim penghujan, disertai mitigasi pohon dan waspada leptospirosis serta DBD."
Konferensi pers Pemkab Sleman terkait kebencanaan jelang musim penghujan, Kamis 5 November 2026

🗓️ Dipublikasikan pada 6 November 2026.

SLEMAN, BERNAS.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman meningkatkan kesiapsiagaan seiring perpanjangan status Siaga Darurat Erupsi Gunung Merapi (Level III) hingga akhir Desember. Kesiapsiagaan ini juga dilakukan menjelang musim penghujan.

Kesiapsiagaan BPBD Sleman terhadap Lahar Dingin

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengungkapkan potensi suplai material lahar dingin di sektor barat daya mencapai 4,3 juta meter kubik dan sektor selatan mencapai 2,3 juta meter kubik yang mengarah ke Sungai Boyong, Gendol, dan Krasak.

"Potensi volume suplai material vulkanik terpantau cukup tinggi di sektor barat daya dan selatan," tutur Bambang kepada awak media, Kamis (5/10).

Guna menekan risiko bencana hidrometeorologi dan lahar dingin, BPBD memasang serta mengoptimalkan puluhan perangkat Early Warning System (EWS) yang terintegrasi dengan radar cuaca dan pos pemantauan.

"Selain menyiapkan jalur evakuasi, barak pengungsian, dan edukasi di Kawasan Rawan Bencana (KRB), BPBD Sleman memastikan kesiapan pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan darurat," ujar Bambang.

Mitigasi Pohon Rawan Tumbang oleh DLH Sleman

Sementara itu, mitigasi pohon rawan tumbang juga dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman. Mitigasi dilakukan terhadap 20 ribu hingga 22 ribu pohon perindang rawan tumbang di jalur utama guna mengantisipasi ancaman angin kencang musim pancaroba.

Kepala DLH Sleman, Junaidi mengatakan kondisi pohon pascakemarau banyak yang mengalami kekeringan serta pelapukan sehingga berisiko patah dan menimpa pengguna jalan.

DLH memfokuskan pemangkasan dan penebangan pada 1.160 pohon sasaran prioritas, seperti di Jalan Radjimin sebanyak 400 pohon, Ring Road Barat 136 pohon, dan Selokan Mataram 124 pohon.

"Hingga kini, sebanyak 338 pohon telah selesai ditangani oleh tim DLH dan pihak ketiga, sembari merencanakan penggantian pohon berakar serabut dengan jenis yang lebih kokoh seperti tanjung, bungur, dan asem," tutur Junaidi.

Kewaspadaan Dinkes terhadap Leptospirosis dan DBD

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mewaspadai penyakit leptospirosis. Dinkes mencatat penularan penyakit zoonosis leptospirosis telah mencapai 112 kasus terdiagnosis dengan dua korban jiwa di tengah masa peralihan musim.

Kabid P2PL Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan persebaran infeksi bakteri Leptospira dari air kencing tikus ini kian meluas dari wilayah barat ke wilayah tengah dan timur. Warga diminta mewaspadai gejala khas berupa nyeri otot intens pada betis tanpa riwayat kelelahan fisik dan segera melakukan pemeriksaan awal leptotest (RDT) di Puskesmas.

"Sebagai langkah pencegahan, Dinkes menginstruksikan penerapan PHBS, gerakan Tangkap Tikus Mandiri (TTM) serta Operasi Tangkap Tikus (OTT) menggunakan perangkap, dan penguburan bangkai tikus," tutur Khamidah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga mencatat penurunan kasus demam berdarah dengue (DBD) menjadi 109 kasus hingga Oktober 2026. Penurunan kasus yang berlangsung sejak 2020 berkat teknologi Wolbachia ini sempat mengalami kenaikan menjadi 675 kasus pada 2024 akibat fenomena El Nino sebelum melandai ke 423 kasus pada 2025.

Khamidah Yuliati mengingatkan warga agar tetap menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan gerakan 3M Plus guna mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti saat musim hujan. Masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis jika menemui gejala DBD, serta memahami bahwa penurunan demam justru bisa menjadi penanda fase kritis pasien.

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Kesiapsiagaan Sleman Menghadapi Potensi Bencana di Wilayahnya Jelang Musim Penghujan?

BPBD Sleman tingkatkan kesiapsiagaan EWS dan evakuasi hadapi potensi lahar dingin serta bencana hidrometeorologi jelang musim penghujan, disertai mitigasi pohon dan waspada leptospirosis serta DBD.

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia di BERNAS, media berita yang terbit sejak 1946.

Lihat Paket Iklan

“Kesiapsiagaan Sleman Menghadapi Potensi Bencana di Wilayahnya Jelang Musim Penghujan”

P
Paulus Yesaya Jati
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.